Image default

Dunia Percintaan Seorang Alpha Girl, Part 4

Manusia memiliki naluri untuk mencintai, baik wanita maupun pria. Dalam fase kehidupan manusia, ada saatnya mulai tertarik dengan lawan jenis.

Perasaan tertarik tersebut tentunya akan membuat kegelisahan bagi yang mengalaminya. Berbagai pertanyaan muncul, menjadi sulit konsentrasi, merasa terus ingin bersamanya. Hal tersebut wajar terjadi, namun bagi seorang alpha girl tentunya akan bersikap bijaksana terhadap permasalahan ini.

Di dalam buku Alpha Girl’s Guide terdapat panduan dalam percintaan, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. Tapi sebelum lanjut, pastikan sudah membaca part 1 tentang apa itu alpha girl, part 2 tentang perspektif alpha girl mengenai penampilan dan profesionalitas, dan part 3 tentang menyikapi pertemanan dan kepedulian ya.

Alpha Lover

Alasan seorang alpha girl menjalin relationship karena bertemu dengan orang yang tepat bukan karena status. Perlu diketahui bahwa tidak tergesa-gesa menjalin hubungan berbeda dengan menutup diri.

Alpha girl tidak menutup kemungkinan untuk didekati, bahkan alpha girl tetap ramah dan perlu banyak mengenal pria. Alpha girl tetap memegang kontrol atas perasaannya, ia tahu siapa yang ia mau bukan takut karena cibiran orang lain.

Jika sudah membuka diri namun tidak ada yang mendekati, maka perlu introspeksi diri. Perlu mencari tahu apa alasan cowok segan mendekati, jika karena perilaku buruk maka perlu dirubah, jika karena kualitas membuat cowok minder, maka perlu bergaul ke lingkungan yang berisi pria berkualitas. Alpha girl akan selalu melakukan perbaikan diri.

Seorang wanita tidak perlu mendekati pria, karena dalam psikologi cinta prialah yang perlu mendekati wanita. Wanita dapat mendekatkan diri (bukan mendekati) ke pria. Mendekati pria berarti agresif menunjukkan menyukai si pria, mati-matian mengejar pria malah membuat pria ilfeel. Mendekatkan diri ke pria yakni membuat pria menyadari keberadaanmu dan mulai tertarik padamu. Mendekatkan diri ke pria dengan mendatangi kegiatan yang biasanya si pria datangi.

Tentunya, alpha girl juga selektif jika ada pria yang mendekati. Jika sudah berusaha mendekatkan diri ke pria, namun tidak mendapat respon positif, maka alpha girl akan move on. Alpha girl tidak akan membuang tenaga, waktu, pikiran untuk pria yang tidak serius mencintai dia/ tidak mempunyai nyali mendekatinya.

Jika alpha girl didekati banyak pria, ia tidak akan memanipulasi pria tersebut, bukan seorang PHP (Pemberi Harapan Palsu). Alpha girl akan tegas menunjukkan bahwa ia tidak punya ketertarikan lebih selain sebagai teman. Jika sudah di tolak, namun pria tetap mengejar, itu masalah si pria, namun jika pria bertindak diluar batas maka alpha girl tidak segan untuk membela dirinya. Alpha girl peduli dengan reputasinya, ia tidak ingin jika hanya gara-gara pria maka reputasinya hancur dan kehilangan kepercayaan dari teman pria maupun wanita.

Terdapat istilah alpha pairing (alpha female menikah dengan alpha male). Jika hal ini terjadi, biasanya justru terjadi perceraian dikarenakan adanya kompetisi power dan saling dominan. Alpha female biasanya berpeluang membina hubungan dengan beta male (pria tidak seambisius alpha male dan tidak masalah menjadi pengikut, tidak keberatan mengurus anak dan mengerjakan rumah tangga, hal yang tidak dilirik oleh alpha male).

Yang terpenting adalah si pria yang kompatibel dengan alpha female dan memiliki percaya diri. Percaya diri tidak ditunjukkan dengan memiliki 10 mobil mewah maupun beberapa gelar master. Percaya diri pada pria cukup dengan meyakini kualitas yang ada dalam diri dan tidak posesif terhadap pasangannya.

Memilih pasangan yang tepat bisa dilatih sejak masa PDKT (Pendekatan), untuk mengenali kepercayaan dirinya dan kualitasnya. Alpha girl juga perlu waspada terhadap pria parasit. Pria yang terlihat mempesona dan percaya diri, perhatian yang lebih. Alpha girl tidak mudah terlena dan perlu tahu alasan pria ini mendekat. Pria parasit biasanya hanya memanfaatkan si wanita entah untuk bersenang-senang, mengincar kekayaan, memanfaatkan kepintaran.

Saat kencan pertama, alpha girl akan mengamati dengan teliti bagaimana si pria bersikap, apakah gentleman atau hanya seorang pria yang berniat untuk bersenang-senang saja. Dalam berkencan, perlu untuk mengobrol hal-hal yang berkualitas untuk mencari tahu bagaimana mindset dan kepribadian pria, namun tetap santai.

Dalam berpacaran, alpha girl harus balance (seimbang). Alpha girl harus tau prioritas utamanya, jika tidak sanggup membagi waktu maka alpha girl tetap perlu memprioritaskan pendidikannya. Alpha girl saat berpacaran memiliki prinsip untuk mutual respect, tidak menolerir perilaku abusive sama sekali. Bahkan jika wanita yang salah pun, tetap tidak membiarkan perilaku abusive sama sekali. Jika terjadi, maka perlu mengakhiri hubungan atau memberi kesempatan untuk berubah, jika tidak ada perubahan maka si pria perlu menyembuhkan diri sendiri terlebih dahulu dan tidak berhubungan.

Dampak perilaku abusive tentunya dapat mempengaruhi kesehatan mental wanita dalam jangka Panjang, daripada terlambat dan semakin parah sebaiknya ditangani sejak awal. Hal ini bisa dengan konsultasi ke psikolog, psikiater maupun bercerita ke orang terdekat untuk membantu.

Alpha girl pun juga tidak bersikap abusive ke pasangan maupun orang lain. Abusive tidak hanya dalam bentuk Tindakan (menampar, memukul, menendang) tetapi juga dalam bentuk verbal (merendahkan, berkata kasar, menghina). Hal ini akan membuat mental pasangan hancur dan perlu waktu untuk menyembuhkannya dari luka.

Alpha girl memiliki self-respect yang baik. Hal ini berkaitan dengan apa yang sesuai dengan valuenya ataupun tidak, termasuk hal batasan dalam hubungan. Ketika alpha girl berpacaran, ia perlu mengetahui dampak/konsekuensi dari tindakan yang ia lakukan.

Alpha girl menghargai dirinya sendiri termasuk tubuhnya. Ia memiliki kontrol atas dirinya sendiri, tidak ada seorang pun yang dapat seenaknya melakukan sesuatu tanpa ijinnya. Berkaitan dengan batasan hubungan, ia sadar betul perlu adanya kesepakatan bersama mengenai apa yang masih dalam batas wajar dan tidak didalam hubungan , hal itu didiskusikan bersama pasangannya. Alpha girl tidak akan bertindak gegabah sesuai emosinya sesaat, ia tetap menggunakan logika. Jika ada yang tidak sesuai dengan valuenya, alpha girl akan menolak dengan sopan.

Ketika berpacaran, bisa terjadi adanya perselingkuhan. Jika pria melakukan selingkuh, alpha girl bisa menawarkan untuk memberi kesempatan asal tidak terulang lagi, atau putus. Alpha girl tidak membiarkan si pria melakukan selingkuh berkali-kali, ia akan segera mengakhiri jika pria tidak bisa menggunakan kesempatan dengan bijak. Dalam perselingkuhan tentunya alpha girl tahu bahwa kondisi tersebut terjadi atas pilihan kedua belah pihak, pria dan wanita lain. Alpha girl tidak serta merta menyalahkan wanita lain saja, namun ia perlu memberitahu prianya bahwa hal tersebut terjadi karena pria juga memberi respon ke wanita lain.

Alpha girl tidak ada waktu dan tenaga untuk orang ketiga, jika sang pria tidak mengakui kesalahan, maka pria tersebut adalah pengecut. Alpha girl pun juga tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Karena hubungan hasil dari merebut milik orang lain juga tidak akan berakhir baik, nantinya si pria juga akan mengkhianati dirinya.

Ketika alpha girl patah hati pun ia akan menyibukkan diri dengan hal positif, karena hidupnya tidak melulu mengenai relationship. Dia mengerti cara move on dari mantan dengan elegan. Semakin banyak passion, hobi, dan aktivitas seorang wanita maka akan mudah mengalihkan perhatian dari patah hatinya. Alpha girl tetap memahami bahwa move on butuh waktu dan proses dan suatu saat akan kembali baik-baik saja. (Baca juga psikologi wanita putus cinta)

Alpha female menikah ketika waktu yang tepat, bersama pasangan yang tepat, dan dengan alasan yang tepat. Alpha female akan menikah jika telah merasa siap secara mental, finansial, spiritual, fisik.

Alpha female tidak akan menjadikan pernikahan adalah solusi atas sebuah permasalahan, atau menjadikan pernikahan adalah sebuah pelarian, atau menikah karena desakan dari kerabat. Alpha female menikah untuk dirinya sendiri, bukan untuk menyenangkan pihak lain. Alpha female sadar bahwa nantinya ia yang menjalani pernikahannya bukan orang lain, karena itu ia perlu tahu persis keputusannya yang berdampak besar dan dalam jangka panjang untuk hidupnya.

Pernikahan bagi alpha female bukanlah hal yang harus dilakukan secara buru-buru. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan jika hendak menuju ke pernikahan. Alpha female perlu tahu betul perasaannya terhadap pasangannya, perlu yakin bahwa pasangannya adalah orang yang tepat bukan karena terpaksa. Menikah dan hidup bersama membutuhkan uang, untuk membiaya pendidikan anak kelak, dll.

Alpha female juga tidak meletakkan ekspektasi berlebihan kepada anaknya kelak untuk menjadi sempurna, ia sadar bahwa anak/pasangannya adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan.

Pasangan alpha female tidak harus mapan dengan harta melimpah, namun pria yang memiliki potensi untuk sukses dan bertanggung jawab serta dewasa secara emosi sudah layak untuk melanjutkan ke pernikahan. Tentunya manusia memiliki kekurangan pun termasuk pasangan alpha female, namun ada kekurangan yang dapat di toleransi dan yang tidak dapat ditoleransi. Jika sifat buruk destruktif (emosional, gangguan mental serius, insecurity sangat tinggi) maka hal tersebut tidak dapat di toleransi. Menikahi orang yang salah membuat hidup lebih menderita daripada tidak menikah.

Baik ketika menikah maupun pacaran, alpha female tetap menjunjung tinggi mutual respect, ia tidak akan menuntut suami secara berlebihan tanpa introspeksi diri. Alpha female perlu tahu bahwa pria memiliki ego lebih besar dan pria lebih membutuhkan untuk dihormati.

Referensi:

Manampiring, H. (2015). The Alpha Girl’s Guide. Jakarta: GagasMedia

Artikel Terkait

4 comments

Fitria Fera Diana Maret 22, 2021 at 9:28 AM

Artikelnya menarik bangetttt, so saya juga dalam masalah percintaan kalo si lakinya emang gak nunjukin respon positif lebih milih pergi (move on) cari yang lain karna gak punya waktu buat ngurusin cwok yg ecek2 wkwkw

Reply
Samuel Maret 22, 2021 at 10:28 AM

Yok bisa yok menang give away. Ada salah satu buku yang aku pengen yok 🙂

Reply
Itsmeatik Maret 22, 2021 at 11:38 AM

Wah Part 4 nih… , Aku ada buku Alpha Girls tapi belum baca sampai sini. Terimakasih ilmunya kak, lumayan menambah wawasanku

Reply
Nissa Maret 22, 2021 at 2:28 PM

Dulu sempet tertarik sama judul artikelnya. Karena aku gak tau apa definisi dari Alpha girl. Setelah ku baca, Alpha girl itu lebih mirip ke temen deketku. Mantap lah, jadi tau salah satu karakter wanita di dunia ini. Terima kasih, mantap artikelnya.

Reply

Leave a Comment