Image default

Perspektif Alpha Girl dalam Pendidikan, Part 5

Artikel ini merupakan bagian ke-5 dari seri artikel alpha girl.

Pemerintah mewajibkan belajar 12 tahun, tentunya hal ini berbeda pandangan bagi sebagian wanita Indonesia. Bagi sebagian wanita pendidikan harus diraih setinggi-tingginya tanpa terbatas harus 12 tahun saja.

Ada wanita yang tidak terpengaruh dengan pemikiran “untuk apa sekolah tinggi jika ujungnya hanya menjadi ibu rumah tangga saja”. Walaupun sebagian orang mengatakan “percuma kuliah jika bekerja dengan gaji kecil”, namun bagi wanita yang berkelas tetap bersikeras untuk meraih pendidikan yang tinggi.

Dalam buku Alpha Girl’s Guide dijelaskan mengenai pentingnya pendidikan tinggi bagi wanita. Penjelasan lengkap ada dalam artikel ini.

Alpha Student

Mengapa perempuan perlu memiliki pendidikan yang tinggi? Mungkin bagi beberapa orang berpikir bahwa memiliki pendidikan tinggi adalah hal yang sia-sia karena pada akhirnya wanita hanya berada di dapur. Hal ini tidak sepenuhnya benar, berpendidikan tinggi tentunya memiliki banyak manfaat, diantaranya:

1. Agar perempuan dapat hidup mandiri dan tidak bergantung baik kepada orang tua, pasangan, atau siapapun.

Perempuan dapat memiliki penghasilan atas hasil dari jerih payahnya sendiri. Hati-hati dengan princess mentality, yang mana seolah-olah perempuan menunggu sang pangeran datang menyelamatkan hidupnya kemudian menikah dan hidup bahagia.

Seorang wanita yang memiliki jabatan general manager berkata “saya tidak perlu menunggu pangeran berkuda, saya punya kuda sendiri”. Kalimat yang menohok ini mengingatkan bahwa, memang kita tidak perlu menunggu kebahagiaan dari orang lain melainkan kita dapat menciptakan kebahagiaan kita dari usaha yang kita lakukan. Bahkan jika perempuan memiliki pasangan yang kaya raya, tetapi perlu di ingat bahwa tidak ada yang abadi. Perceraian bisa saja terjadi, ataupun jika suami tertimpa musibah, perempuan tetap bisa bertahan hidup dengan kemampuannya.

2. Manfaat lain dari pendidikan tinggi tidak kalah penting adalah kelak perempuan menjadi ibu.

Ibu yang cerdas dapat menjadi teman belajar bagi anak-anaknya. Ibu yang cerdas dapat menjadi teladan yang baik dan mengajarkan hal-hal yang anak tidak ketahui dengan cara yang cerdas. Ibu yang brilian mampu menerapkan metode pembelajaran yang baik untuk anak-anaknya.

Meraih pendidikan tinggi tentunya tidak jauh dari dukungan orang tua. Orang tua yang men-support anaknya untuk meraih pendidikan tinggi maka akan memudahkan anak untuk meraih mimpinya. Berbeda halnya jika orang tua tidak setuju jika sang anak meraih mimpinya dan tidak didukung, ini akan membuat sang anak gagal mencapai mimpinya.

Pendidikan tinggi bagi perempuan tentunya secara tidak langsung menjauhkan dari para laki-laki “kurang berkualitas”. Stigma bahwa, perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi agar para pria tidak minder, ini adalah stigma yang salah. Jika perempuan memiliki kualitas baik maka akan menarik pria-pria yang kualitasnya baik pula. Pria yang berkualitas tentunya tidak akan minder dengan status jabatan atau pun gelar dari wanitanya. Jika para wanita berkualitas baik, maka para pria pun akan semangat untuk mengejar kualitas yang baik pula. Jadi, para wanita tidak perlu menurunkan kualitas diri sendiri agar menarik dimata pria. “ilmu tidak akan selingkuh, tidak minta putus/cerai, ilmu akan mengikutimu”

Dalam meraih pendidikan tinggi, seorang alpha girl tidak hanya mementingkan hasil akhir, namun juga menghargai proses. Karena, value yang ada dalam diri akan tercermin dalam attitude hingga kapan pun. Jika value kita tidak baik maka attitude yang tercermin adalah hal yang tidak baik pula. Ingin kaya, maka perlu bekerja keras mencari uang, bukan dengan mengambil jalan pintas yang tidak baik. Ingin mendapat nilai bagus maka belajar dengan sungguh-sungguh, bukan dengan mencontek. Alpha girl tidak akan mudah iri hati, justru akan berpikir kritis. Orang lain yang tampak kaya, maka apakah hal itu hasil dari kerja keras yang jujur?

Untuk meraih sukses, alpha girl tahu betul apa yang menjadi passion dan kekuatannya. Alpha girl tidak malas untuk melakukan riset mengenai kelebihan dan kekurangannya. Alpha girl juga melakukan riset dalam mengambil jalan karirnya kedepan. Jika passionnya tidak sesuai dengan keinginan orang tua, alpha girl akan berargumen dengan data dan informasi, bukan dengan emosi atau air mata. Alpha girl juga tetap perlu mempertimbangkan dengan matang mengenai pilihan orang tua, mau mendengarkan dengan seksama.

Berkaitan dengan pendidikan, tentunya ada kegiatan lain selain belajar, yakni organisasi dan ekstrakulikuler. Alpha girl harus tahu prioritas utama nya sebagai seorang pelajar. Jika ingin organisasi maupun ekstrakulikuler, maka pastikan tidak mengganggu akademik. Organisasi dan ekskul tentunya bermanfaat, namun jangan sampai berprinsip bahwa akademik tidak penting. Sekalipun ingin menjadi entrepreneur, akademik tetaplah penting dan tidak ada ruginya jika memiliki prestasi akademik yang baik. Perlu management waktu yang baik untuk menyeimbangkan belajar dan kegiatan diluar jam belajar.

Tidak kalah penting dari organisasi, yakni soft skill. Contoh soft skill diantaranya: public speaking, manajemen konflik, manajemen stress, kepemimpinan, kematangan emosi, serta komunikasi yang baik. Soft skill dapat dilatih dengan niat untuk berubah dari zona nyaman ke zona tantangan.

Tantang diri sendiri untuk berani melawan ketakutan dan keraguan dalam diri. Jika ada kesempatan apapun, ambil untuk mengukur potensi diri. Selain belajar, organisasi, mengikuti lomba juga bermanfaat melatih soft skill terutama lomba debat. Akan sia-sia jika hanya sekedar mengikuti organisasi atau lomba namun tidak mempelajari soft skill apa-apa.

Seperti yang dikatakan diawal, alpha girl tidak mudah iri dengan kekayaan orang lain. Alpha girl tentunya pernah merasa iri/minder, namun bukan pada harta melainkan prestasi. Walaupun merasa minder, alpha girl tidak hanya diam dan meratapi nasib. Ia akan mengambil kesempatan yang ada, untuk merubah hidupnya perlahan-lahan. Merubah mindernya dengan keberhasilan dalam mencoba sesuatu hal baru/ prestasi.

Referensi:

Manampiring, H. (2015). The Alpha Girl’s Guide. Jakarta: GagasMedia

Artikel Terkait

5 comments

Ayang Permata Sari Maret 22, 2021 at 6:41 PM

Assalamualaikum
Bismillahirrahmanirrahim
Wanita Harus Bisa Menjadi Pemimpin,bukan hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga,setiap orang berhak untuk meraih cita citanya termasuk wanita. Kita berhak sekolah tinggi tinggi.
Semoga menang giveaway:)

Reply
Ayang Permata Sari Maret 22, 2021 at 6:43 PM

Apapun itu wanita berhak menggpai cita cita dengan bersekolah tinggi

Reply
Fildzah Kamila Maret 22, 2021 at 9:52 PM

Tidak hanya laki laki yang harus mengejar ilmu setinggi langit tidak juga hanya laki laki yang harus mengejar cita-citanya wanita pun juga mempunyai kesempatan yang sama seperti laki laki walaupun kodratnya nanti wanita akan menjadi ibu rumah tangga. Karena yang namanya kesuksesan bukan hanya untuk laki laki saja tetapi wanita juga pasti bisa mencapai kesuksesan itu. Bismillah semoga menang give away:)

Reply
Itsmeatik Maret 24, 2021 at 2:32 PM

Yey… part 5 nya sudah ada. , Bagus banget kak Artikelnya , Aku Cowo dan aku setuju dengan pernyataan disini, Aku GK mendukung Patriarki maupun Feminism. Aku orangnya netral kok, Menurutku memang benar pernytaan di Artikel ini, Cewe menurutku Harus Bisa setara dengan pria, Meskipun mereka yang memimpin cewek idaman ku tuh salah satunya harus Smart, Karena Nantinya dia akan menjadi seorang ibu yang akan mengurus dan mendidik anaknya, Anak yang hebat dibentuk dari orang tua yang hebat pula

Reply
Amellia Maret 26, 2021 at 11:46 PM

Artikel yang sangat menarik, dan memang benar saat ini masih banyak masyarakat yang menanggap bahwa setinggi apapun pendidikan wanita ujung-ujungnya mereka akan berada di dapur. Seperti di lingkungan saya memang jarang sekali ada anak yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan, selain dari pandangan tersebut faktor ekonomi juga cukup mempengaruhi. Artikel ini sangat cocok untuk menyakinkan teman-teman lanjut kuliah

Reply

Leave a Comment