Apa kabar kamu yang lagi sibuk mempersiapkan wawancara kerja? Buat para jobseekers maupun switch-jobbers, menjalani wawancara kerja adalah tahapan awal dari proses rekrutmen yang penting banget dan nggak boleh kelewatan. Hal ini dikarenakan wawancara menentukan apakah kandidat yang bersangkutan layak atau tidak masuk perusahaan. 

Nah, jika kamu ingin wawancara dengan lancar, ada baiknya kamu mempersiapkan diri secara mental. Simak artikel berikut ini yuk biar kamu paham apa saja yang harus dipersiapkan sebelum wawancara kerja dengan tips mindfulness!

1. Pikiran yang Tenang Membawa Keleluasaan

Tentu saja, wawancara ini adalah sesuatu yang penting bagimu. Namun, jika kamu termasuk di antara mereka yang mudah merasa cemas dan khawatir, ada baiknya kamu meluangkan waktu untuk menata kembali pikiranmu. 

Mindfulness sendiri berarti menjalani hidup dengan penuh perhatian pada saat ini, tidak memikirkan masa lalu, atau mengantisipasi masa depan. Memang sulit rasanya tidak merasa cemas dengan sesuatu yang belum terjadi, namun ingatlah bahwa sesuatu yang belum terjadi itu belum tentu buruk pada akhirnya. Jadi, marilah kita tenangkan pikiran sejenak supaya saat wawancara berlangsung, kamu nggak merasa grogi dan ketakutan.

Menurut penelitian Liu (2021), mendengarkan musik bisa jadi pilihan untuk mengenyahkan pikiran negatif dan kecemasan. Kalau kamu takut kecemasan membuatmu nge-blank waktu wawancara, kamu bisa mencoba meditasi singkat untuk meningkatkan memori, membangun mood positif, dan meregulasi emosi (Basso, 2019). 

Kamu juga bisa mencoba teknik pernafasan 4-7-8 yang bisa kamu praktikkan kapan saja dan di mana saja. Teknik pernafasan ini bisa menyegarkan pikiran sekaligus membantumu fokus pada keadaanmu saat ini. Baca lebih lanjut tentang teknik pernafasan 4-7-8 di sini, ya!

2. Membiarkan Diri Menikmati Proses

Menikmati proses dalam mempersiapkan wawancara kerja itu bukan berarti kamu hanya bersantai dan bermalas-malasan, lho! Masih ada banyak waktu untuk memperbaiki CV, praktik dengan teman, atau mencari outfit terbaik yang bisa dikenakan saat wawancara berlangsung.

Namun, jangan memaksakan diri jika nggak merasa kuat. Kalau kamu merasa lelah, sebaiknya kamu beristirahat. Kamu nggak mau wawancaramu jadi kacau gara-gara kecapekan, kan? 

Menurut Dr. Arlene K. Unger dalam bukunya, Calm, kita cenderung menghadapi situasi stressful dengan cara-cara yang kurang helpful, misalnya coping stress menggunakan penyalahgunaan alkohol. Maka dari itu, biasakanlah untuk berusaha semampunya, dan berikan waktu untuk melepaskan beban pikiran dengan bersantai seperlunya. 

Apabila kamu pernah mencoba bermeditasi, kamu akan diajak untuk memperhatikan setiap proses yang terjadi pada tubuhmu. Jangan dikira bermeditasi itu harus sambil duduk, lho! Kamu bisa mempratikkannya sambil berdiri di bus, menunggu antrian, atau ketika mencuci tanganmu. Kuncinya adalah memperhatikan apa pun yang berlangsung secara sungguh-sungguh. 

3. Jalan-jalan Supaya Pikiran Segar

Menyambung tips nomor dua, Unger (2015) menyarankan kita untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan positif, salah satunya jalan-jalan sejenak sambil menghirup udara segar. 

Jika kamu bukan tipe orang yang suka kegiatan outdoor, kamu nggak perlu jalan-jalan ke gunung atau ke desa terpencil. Cukup berkeliling di sekitar rumah sambil jogging sesekali. Badan sehat, mental pun sehat!

Namun, jika kamu penggemar adventure, mungkin kamu bisa mencoba forest bathing atau shinrinyoku, sebuah tradisi berjalan-jalan di hutan ala orang Jepang. Tradisi ini ternyata berpengaruh besar bagi kondisi psikologis kita, lho!

Disebutkan dalam riset Wen (2019) bahwa forest bathing bisa membantu kita mengurangi stres, kecemasan, dan berpotensi mencegah depresi.

4. Berpikiran Optimis

Akan sulit bagi kita untuk selalu berpikiran optimis, apalagi jika perusahaan yang kita lamar merupakan perusahaan favorit yang diincar banyak orang. Namun, kalau dipikir-pikir, bukan cuma kamu yang merasa pesimis. Mereka yang mendaftar perusahaan yang kamu incar itu pasti juga merasakan hal yang sama, bukan? Maka dari itu, jangan biarkan dirimu terbenam dalam kehampaan.

Dr. Arlene K. Unger dalam buku Happy menyarankan, jika kamu mau merasa lebih optimis, coba mulai dari hal-hal kecil, misalnya mengamati dan mengapresiasi benda-benda di sekitar kita. Contohnya, pergilah ke kebun, lalu temukan satu jenis tanaman yang paling kamu suka.

Amati tanaman tersebut mulai dari daun, bunga, ranting, batang, hingga ke akarnya. Sambil mengamati, sebutkanlah hal-hal yang menurut kamu menarik dari tanaman itu. 

Mempraktikkan rasa syukur dan memberi apresiasi pada hal-hal kecil dalam keseharian adalah kunci psychological well-being yang mumpuni, sebab kita akan selalu belajar untuk merasa cukup dan menghargai sesuatu yang penting dalam hidup.

Jika sudah demikian, akan lebih mudah bagimu untuk menjadi lebih optimis. Sebab kamu selalu memahami, bahwa di balik pengalaman apa pun yang kamu jalani, selalu ada hal-hal valuable di dalamnya.

Bagaimana? Sudahkah kamu mencoba empat tips di atas? Jika sudah, share pengalaman kamu di kolom komentar, ya! Namun jika kamu belum sempat mencoba, semoga empat tips di atas bisa membantu kamu menghadapi wawancara kerja dengan lebih mindful, ya!

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *