Image default

Cara Melupakan Seseorang Menurut Psikologi

Kamu mungkin sering mendengar sebuah istilah “people come and go”. Artinya, orang-orang akan selalu datang dan pergi di kehidupan kita. Mereka yang hadir akan selalu meninggalkan banyak memori. Baik kenangan yang membahagiakan atau menyakitkan sekalipun. 

Adakalanya, kita pun ingin melupakan orang-orang tertentu dengan memori-memori yang ditinggalkannya. Namun, terkadang kita merasa bahwa hal ini sangat sulit dilakukan. Apalagi jika seseorang itu terasa sangat berarti di kehidupan masa lalu kita. Kita pun bertanya-tanya, mengapa sesulit itu menghapus seseorang dari ingatan kita?

Mengapa sulit untuk melupakan seseorang?

Pikiran manusia cenderung lebih mudah untuk mengingat hal-hal penting yang memiliki makna secara emosional. Itulah mengapa terkadang kita sulit untuk melupakan seseorang karena orang tersebut membawa pengaruh emosional tertentu untuk diri kita (Parvez, 2022). Pengaruh emosional ini bisa terwujud dalam emosi positif maupun negatif.

Emosi positif contohnya adalah ketika kamu saling mencintai dengan seseorang dan meninggalkan banyak kesan bahagia. Sedangkan, contoh emosi negatif adalah ketika seseorang menyakiti dirimu ataupun juga sebaliknya sehingga kamu merasakan trauma atau penyesalan. Ketika itu terjadi maka tidak bisa dipungkiri bahwa kita menjadi sulit untuk melupakannya.

Lantas, dari alasan yang telah disebutkan, adakah cara-cara untuk dapat melupakan seseorang? Simak penjelasannya berikut ini!

Cara Melupakan Seseorang

1. Beri waktu

Hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa diperlukan waktu untuk kita bisa menghilangkan memori tentang seseorang. Ingatan yang membekas tidak bisa begitu saja dilupakan. Kita perlu melalui proses yang membutuhkan waktu dan latihan sehingga kita tidak perlu terburu-buru untuk bisa melupakan sebuah memori (Cuncic, 2021).

Cari tahu terlebih dahulu apa yang bisa membuat kamu teringat akan seseorang. Lalu, rasakan apa yang terlintas di benakmu. Mungkin ini terdengar aneh karena kita justru dipaksa untuk mengingat hal-hal yang ingin kita lupakan, tetapi ini adalah langkah pertama yang dapat mempermudah kita untuk melupakan seseorang ke depannya nanti.

2. Hilangkan segala hal yang berkaitan dengan orang itu

Dalam psikologi, dikenal sebuah istilah yang bernama memori asosiasi. Istilah ini merujuk pada kemampuan kita dalam mengingat hubungan antara dua hal yang sebenarnya berbeda (Suzuki, 2005). Misalnya, kamu teringat akan seseorang ketika melihat sepatu yang sama dengan yang biasa dikenakan oleh orang tersebut atau kamu teringat dengannya ketika menggunakan barang pemberiannya.

Inilah pentingnya untuk mengetahui hal apa yang bisa memicu kita untuk teringat akan seseorang. Kita perlu mengidentifikasi ingatan kita sendiri untuk selanjutnya dapat menentukan sebuah langkah. Langkah yang dapat diambil adalah dengan berusaha menghilangkan semua hal yang berkaitan dengannya karena semakin sering kita terpapar dengan hal tersebut, maka semakin sulit untuk melupakannya. 

Mungkin memang ada saat-saat di mana kita secara tidak sengaja menemukan hal yang membuat kita teringat. Misal, ketika di kerumunan orang banyak kamu mencium aroma yang sama dengan parfum milik si dia dan kamu pun kembali teringat dengannya. Hal ini adalah hal yang wajar, tetapi yang terpenting adalah kamu sudah berusaha untuk membuang segala sesuatu tentang dirinya.

3. Sibukkan diri dengan kegiatan yang menyenangkan

Sulitnya melupakan seseorang sering terjadi karena pikiran kita masih terperangkap untuk terus-menerus memikirkan orang tersebut. Akibatnya, kita kurang menaruh perhatian pada aktivitas-aktivitas lain yang bisa kita lakukan saat ini. Maka dari itu, kita perlu mengisi pikiran kita dengan hal-hal lain untuk mengganti ingatan tentang seseorang yang ingin kita lupakan. 

Hal ini dikarenakan memori manusia memiliki kapasitasnya tersendiri. Apabila kita banyak melakukan berbagai kegiatan maupun pengalaman yang baru, maka memori di masa lalu yang ingin dilupakan akan lebih mudah tergantikan (Anderson & Hulbert, 2020). Apalagi, jika aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas yang membuat kita senang.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, memori kita cenderung lebih mudah mengingat hal-hal yang dapat menyentuh sisi emosional dalam diri kita. Maka dari itu, sebisa mungkin bangunlah memori baru yang cukup berkesan. 

4. Jangan terlalu keras untuk melupakan

Ketika kita terlalu keras dalam melupakan seseorang, pikiran kita justru akan selalu berkutat pada orang yang sama. Kembali lagi, bahwa kita tidak perlu terburu-buru memaksa diri untuk lupa. Semuanya membutuhkan waktu dan jangan sampai kita merasa tertekan karenanya.

Apalagi jika ingatan yang melekat tentang seseorang itu adalah ingatan yang buruk hingga mengganggu pikiran kita. Kalau ini yang terjadi, maka carilah strategi coping yang baik yang dapat membantu untuk mengalihkan pikiran dan ingatan tersebut. Strategi coping yang bisa ditempuh dapat berbeda-beda setiap orang dan mungkin saja membutuhkan bantuan tenaga profesional.

5. Menerima dan berdamai

Bagaimanapun juga, ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melupakan seseorang, masih ada kemungkinan untuk kita tetap teringat dengannya. Oleh karena itu, penerimaan dapat membantu kita untuk berdamai dengan apa yang sebelumnya ingin dihilangkan dari ingatan kita.

Renungkanlah hal yang dapat dijadikan alasan untuk berdamai dengan seseorang yang ingin kita lupakan. Pasti akan ada banyak alasan yang dapat membantu kita untuk lebih menerima dan mengambil pelajaran dari orang tersebut. Sebagai contoh, jika kamu ingin melupakan seseorang yang telah menyakitimu di masa lalu, kamu perlu menemukan alasan kuat mengapa kamu harus melupakan yang sudah terjadi dan dengan didasari oleh kenyataan yang ada (Parvez, 2022).

Pada intinya, melupakan seseorang tidaklah semudah itu. Melupakan adalah sebuah proses. Jalani setiap proses yang ada hingga kita dapat melupakan, menerima, dan melanjutkan kehidupan. Jangan ragu juga untuk meminta bantuan maupun dukungan dari orang lain jika proses melupakan yang dilewati terasa berat.

Referensi

  • Anderson, M. C., & Hulbert J. C. (2020). Active Forgetting: Adaptation of memory by Prefrontal Control. Annual Review of Psychology, 72(1). https//doi.org/10/1146/annurev-psych-072720-094140
  • Cuncic, A. (2021). How to Forget Things On Purpose. https://www.verywellmind.com/how-to-forget-a-bad-memory-4153100 
  • Parvez, H. (2022). How to forget about someone. https://www.psychmechanics.com/how-to-forget-about-someone/
  • Suzuki, W. A. (2005). Associative Learning and the Hippocampus. Psychological Science Agenda. American Psychological Association.

Artikel Terkait

Leave a Comment