Image default

Trust Issue: Pengertian, Tanda, Cara Mengatasi

Apakah kamu pernah mendengar istilah trust issue? Istilah trust issue akhir-akhir ini sering disebutkan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami kesulitan untuk mempercayai orang lain. Apakah kamu pernah mengalaminya? Yuk, kita coba bahas sebenarnya apa sih trust issue dalam konsep psikologi.

Apa itu Kepercayaan?

Menurut kamus American Psychological Association (APA), kepercayaan (trust) merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang yang menjadi sebuah ketergantungan. Dalam hubungan interpersonal, kepercayaan mengacu pada keyakinan bahwa seseorang atau sekelompok orang dapat diandalkan sehingga mereka dapat bergantung pada pihak tersebut. Kepercayaan membuat seseorang menjadi merasa nyaman dan aman sehingga dapat saling bergantung satu dengan lainnya dalam berbagai situasi.

Sabrina Romanoff, seorang psikolog klinis dan profesor di Universitas Yeshiva, mengatakan bahwa, “Mempercayai berarti mengandalkan orang lain karena merasa aman dan memiliki keyakinan bahwa mereka tidak akan menyakiti satu sama lainnya. Kepercayaan adalah dasar dari sebuah hubungan karena kepercayaan memungkinkan seseorang untuk menjadi terbuka tanpa harus melindungi dirinya sendiri,”.

Kepercayaan dianggap oleh sebagian besar psikolog sebagai komponen utama dalam hubungan yang matang dengan orang lain, baik intim, sosial, atau terapeutik.

Apa itu Trust Issue?

Trust issue adalah adanya permasalahan terkait dengan kepercayaan. Permasalahan terkait dengan kepercayaan seringkali muncul dari pengalaman sebelumnya atau masa lalu dan interaksi yang dilakukan.

Seseorang yang memiliki trust issue seringkali memiliki pengalaman negatif dan traumatis perihal kepercayaan, seperti pengkhianatan, penolakan, maupun manipulasi yang signifikan dalam hidupnya (Zak, et al, 1998).

Selain itu, pengalaman masa kecil terkait hubungan orang tua dan anak yang tidak baik seperti pengabaian, penolakan hingga pengalaman kehilangan dan perceraian orang tua pada masa kecil, dapat menjadi faktor seseorang cenderung mengalami permasalahan terkait dengan kepercayaan (Shaick, 2001).

Hal tersebut membuat seseorang menjadi mengalami kesulitan untuk mempercayai orang lain dan cenderung memiliki masalah seputar keintiman, komitmen, dan kepercayaan dalam hubungan di masa depan. Trust issue dapat terjadi pada siapapun, baik pada teman, pasangan hingga dengan keluarga. Bagaimana ya tanda seseorang mengalami trust issue?

Tanda kamu sedang mengalami trust issue!

Seseorang yang mengalami trust issue memiliki pandangan negatif seputar kepercayaan. Ia akan memiliki kecenderungan untuk membatasi dirinya agar tidak mengalami luka kembali terkait dengan kepercayaan. Hal ini dapat berdampak secara signifikan pada mental dan fisik seseorang karena adanya bentuk pertahanan diri yang tidak sehat hingga cenderung membebani diri sendiri.

Adapun tanda-tanda umum seseorang mengalami trust issue adalah:

1. Cenderung menghindari komitmen

Ketika seseorang mengalami trust issue, ia akan mengalami kesulitan untuk menjalin sebuah hubungan. Pengalaman masa lalu terkait dengan kepercayaan memberikan dampak pada penghindaran hubungan yang sifatnya lebih dalam dengan orang lain, sehingga seseorang dengan trust issue cenderung menghindari komitmen dalam menjalin sebuah hubungan. Ketakutan akan terulangnya kembali pengalaman tidak menyenangkan terkait sebuah hubungan, menjadi sebuah dinding tebal untuk melindungi dirinya termasuk dalam berkomitmen.

2. Dikuasai oleh pemikiran negatif terhadap orang lain

Pemikiran negatif dan pesimistis terkait hubungan dan orang lain cenderung menguasai pikiran seseorang yang mengalami trust issue. Ia akan cenderung melakukan dialog dengan diri untuk mempertanyakan dan meragukan orang lain yang sedang berinteraksi dengan dirinya.

Seseorang dengan trust issue merasa bahwa seseorang tidak ada yang menjalin hubungan dengan tulus dengannya. Hal ini dapat menghasilkan perilaku-perilaku yang cenderung seperti melakukan pengecekan informasi pribadi seseorang ataupun pasangan, bersifat curiga, hingga pada kecenderungan menuduh dan mencari kesalahan terkait dengan kecurigaan yang ia miliki.

3. Memiliki hubungan berjarak

Seseorang yang mengalami trust issue bukan berarti sepenuhnya tidak menjalin hubungan ataupun mempercayai orang lain. Ia masih dapat untuk menjalin hubungan dengan orang lain, hanya saja cenderung untuk memberikan jarak dalam hubungan. Kesulitan untuk memberikan kepercayaan kepada orang lain, membuatnya menjadi tidak mudah untuk bersikap dan membuka diri pada orang lain dan suatu hubungan.

Ia akan cenderung menjalin hubungan yang sifatnya teknis dan dangkal sehingga ia tidak memberikan emosi secara berlebihan pada hubungan tersebut. Kondisi negatif terkadang membuat seseorang dengan trust issue menjadi tidak mempercayai konsep kepercayaan, hingga kondisi ekstrimis dalam hubungan relasi pasangan dapat menempatkannya pada hubungan yang tidak serius.

Dampak Trust Issue

Apa yang terjadi ketika seseorang mengalami trust issue dapat kamu tangkap dari penjelasan sebelumnya. Namun, apa yang terjadi lebih lanjut dan menjadi dampak dari permasalahan terkait dengan kepercayaan yang dialami adalah kondisi yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Dilansir dari goordtherapy.org (2019), seseorang dengan trust issue lebih rentan mengalami depresi, kecemasan, permasalahan terkait dengan kelekatan (attachment issue) hingga mengalami post traumatic stress (PTSD).

Pengalaman masa lalu yang sifatnya traumatis memberikan ketidaknyamanan sehingga dapat mengganggu seseorang dalam beraktivitas. Kondisi trust issue menjadi salah satu faktor yang dapat memicu dampak psikologis yang negatif pada diri seseorang jika tidak segera diselesaikan.

Cara Mengatasi Trust Issue

Permasalahan terkait dengan trust issue bukan berarti akhir dari segalanya terkait dengan permasalahan kepercayaan. Trust issue bisa diatasi dan menghadirkan kembali kemampuan untuk mempercayai seseorang. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi trust issue diantaranya sebagai berikut :

1. Kenali dan lakukan penerimaan atas diri

Sebelum mengatasi permasalahan terkait trust issue, kamu harus mengenali terlebih dahulu apa yang menjadi permasalahan dimiliki. Hal ini berkaitan dengan proses healing dengan trust issue sangat ditentukan dari adanya kesadaran dan kesediaan untuk menghadapi permasalahan tersebut.

Ketika kamu telah mengenal dan menerima kondisi bahwa adanya kesulitan untuk mempercayai dan adanya luka terkait kepercayaan yang kamu alami, kamu akan memandang dirimu secara utuh dan menjadikan pengalaman masa lalu yang kamu alami sebagai bagian dari dirimu hari ini.

2. Memahami kembali konsep kepercayaan

Setelah kamu mengenali dan menerima kondisi dirimu, hal yang dapat kamu lakukan ialah memahami kembali konsep kepercayaan (trust). Kepercayaan merupakan hal yang besar dan sangat berisiko namun disisi lain, kamu perlu menyadari bahwa disisi lain, setiap orang pernah melakukan kesalahan ataupun tidak ada hubungan yang sempurna.

Luka masa lalu yang telah terjadi pada dirimu, bukan berarti menjadi akhir dan ‘kutukan’ untukmu mengalami kondisi serupa kembali. Pemahaman konsep kepercayaan dapat kamu lakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya reflektif seperti berdialog dengan diri maupun journaling.

3. Melakukan latihan kepercayaan

Hal berikut yang dapat kamu lakukan ialah dengan melakukan latihan kepercayaan, move on! Cobalah untuk membuka dirimu secara perlahan dan berikan kepercayaan mulai dari hal-hal sederhana. Selain itu, kamu juga dapat mengkomunikasikan terkait hal-hal yang membuatmu tidak nyaman dengan lawan bicara atau partnermu sehingga dapat mencegahmu untuk menemui situasi yang tidak menyenangkan kembali dalam menjalin hubungan kedepannya.

4. Hubungi profesional

Jika kamu merasa kondisi berkenaan dengan trust issue telah mengganggumu, kamu juga bisa melakukan konsultasi dengan profesional seperti psikolog. Ada banyak jenis terapi yang dapat membantumu untuk mengatasi masalah kepercayaan dan mengembangkan cara yang efektif untuk menumbuhkan kepercayaan dalam hubungan dan interaksi. Hal ini juga merupakan langkah yang sangat baik guna menghindari dampak-dampak psikologis negatif kedepannya yang kamu alami!

Kepercayaan merupakan hal yang sangat penting untuk keharmonisan dan fungsi sosial yang positif. Dengan mempercayai orang lain, seseorang dapat menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan kaya, karena dapat menjadi manusia seutuhnya yang saling membutuhkan. Apakah kamu siap untuk mulai mempercayai orang lain?

Referensi

Artikel Terkait

Leave a Comment