Psikotes atau tes psikologi terdengar mudah namun ternyata gampang-gampang susah loh. Pertanyaan yang diberikan gampang tetapi ada durasi waktu yang sudah ditentukan. Selain itu, terkadang dalam satu waktu ada berbagai macam jenis psikotes yang perlu dikerjakan.

Banyak orang yang belajar psikotes agar lolos seleksi kerja. Nah, apakah kita perlu belajar sebelum tes psikologi? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Psikotes

Psikotes (tes psikologi) merupakan alat untuk mengukur perilaku tertentu yang terstandar dan objektif (Anastasia & Urbina, 2017). Psikotes dibagi menjadi dua jenis yaitu tes kemampuan dan tes kepribadian.

Tes kemampuan memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan maksimal seseorang yang identik dengan kemampuan kognitif. Contohnya adalah tes intelegensi atau tes potensi akademik

Tes kepribadian mengukur sifat atau perilaku yang menunjukkan keunikan seseorang. Perilaku yang tampak merupakan kecenderungan seseorang dalam menghadapi situasi tertentu.

Tes kepribadian dapat digunakan untuk memprediksi perilaku yang mungkin dilakukan di masa depan. Contohnya adalah tes minat, MMPI, tes koran, skala sikap dan berbagai macam tes kepribadian lainnya.

Kegunaan Psikotes

Psikotes memiliki beberapa fungsi yaitu seleksi, penempatan, diagnosa dan memberikan informasi pribadi. Setiap alat tes dalam psikologi memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda.

Fungsi seleksi artinya psikotes digunakan untuk menyaring orang-orang yang sesuai standar. Contoh fungsi seleksi yaitu seleksi pendidikan atau kerja.

Fungsi penempatan artinya hasil dari psikotes akan menjadi acuan seseorang di tempat pada situasi yang sesuai. Misalnya penempatan jurusan SMA IPA atau IPS, penempatan divisi kerja dan lain-lain.

Fungsi diagnosa yaitu psikotes digunakan untuk identifikasi permasalahan individu. Hasil tersebut akan menentukan rencana treatment psikologis. Misalnya tes kepribadian untuk melihat kondisi emosi seseorang atau relasi individu dengan orang tua kemudian hasil psikotes menjadi dasar penentuan apakah akan dilakukan konseling atau terapi.

Fungsi informasi yaitu psikotes diperlukan untuk memberi gambaran diri seseorang. Misalnya seseorang ingin mengetahui jurusan kuliah yang sesuai dengan minatnya.

Tips Mengerjakan Psikotes

Berikut beberapa tips agar kamu dapat menjawab soal psikotes agar lulus:

1. Istirahat yang cukup

Saat mengerjakan psikotes dituntut untuk fokus dan bugar karena rangkaian psikotes yang panjang akan menghabiskan banyak energi. Sebelum hari pelaksanaan, diharapkan tidur yang cukup dan tidak bergadang hingga larut malam. Jika semalam tidur dengan kualitas yang baik maka esok hari tubuh memiliki banyak energi sehingga bisa lebih maksimal mengerjakan tes.

2. Pastikan perut harus terisi

Mengerjakan psikotes jangan sampai dalam kondisi perut kosong. Kondisi perut yang lapar dapat mengganggu konsentrasi saat mengerjakan tes. Jadi, wajib sarapan terlebih dahulu namun jangan memilih makanan yang dapat mengganggu pencernaanmu.

3. Perhatikan petunjuk pengerjaan

Setiap jenis psikotes memiliki cara mengerjakan yang berbeda. Perlu perhatikan kata demi kata yang tercantum pada petunjuk pengerjaan. Apabila tidak membaca dengan cermat maka akan bingung atau bahkan mengerjakan dengan cara yang salah.

Jika dalam perintah diminta untuk mengerjakan dengan cepat dan benar maka kamu diminta untuk mengerjakan secepat-cepatnya dan menjawab pertanyaan dengan benar.

Jika dalam perintah diminta untuk memilih jawaban yang paling menggambarkan dirimu, pilihlah jawaban yang pertama kali langsung muncul di pikiranmu. Jadi tidak perlu pusing-pusing memikirkan jawaban karena pada tes tersebut apa pun yang kamu jawab pasti benar.

4. Mengerjakan dengan jujur

Psikotes bertujuan untuk mengetahui gambaran pribadi individu sehingga wajib menjawab tes psikologi dengan mandiri dan tidak melihat jawaban orang lain. Jika sebelum tes kamu mencari-cari jawaban di google atau menyontek temanmu artinya jawaban kamu sudah tidak valid. Apa yang kamu kerjakan sudah tidak menggambarkan dirimu.

Tidak perlu takut dan ragu dalam mengerjakan tes psikologi karena tujuan psikotes untuk melihat keunikan dari setiap manusia. Apa pun jawaban yang tulis adalah benar.

5. Jangan malu bertanya pada penjaga tes psikologi

Setiap mengerjakan psikotes, selalu ada seorang tester atau penjaga tes yang mendampingi selama proses pengerjaan. Mereka bertugas untuk memberikan instruksi dan menjaga keberlangsungan psikotes.

Apabila dirasa masih belum paham dengan petunjuk pengerjaan tes, jangan sungkan untuk bertanya. Tester akan dengan senang hati mengarahkan peserta hingga memahami dengan benar.

6. Menjawab seluruh pertanyaan

Khusus tes kepribadian, jawablah semua pertanyaan yang ada. Jangan sampai ada nomor yang tidak dikerjakan. Apabila ada soal yang terlewat, jawaban kamu tidak bisa dikoreksi loh. Satu soal pun kosong, hasil pekerjaanmu tidak bisa diinterpretasi.

7. Mengecek ulang jawaban

Apabila sudah menyelesaikan psikotes dan waktu masih tersisa jangan langsung dikumpulkan. Cek kembali pekerjaanmu, jangan sampai ada data diri atau soal yang belum terjawab. Gunakan waktu sebaik mungkin agar pekerjaanmu lebih maksimal.


Secara keseluruhan, sebelum mengerjakan psikotes diperlukan kondisi fisik yang sehat dan bugar. Kondisi fisik yang baik akan mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam psikotes. Barangkali jika lulus kamu bisa berlanjut ke fase wawancara psikologi. Percaya lah dengan dirimu dan jawab lah sejujur-jujurnya.

References

Anastasia, A., & Urbina, S. (2017). Tes Psikologi. Jakarta: PT Indeks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *