Image default

Psikologi Industri dan Organisasi (PIO)

Secara makna, psikologi industri dan organisasi (PIO) adalah cabang ilmu dari psikologi yang mempelajari tentang industri serta organisasi dengan pengaplikasian ilmu psikologi. Cabang ilmu tersebut berfokus pada studi perilaku manusia dalam pekerjaan, organisasi, dan produktivitas.

Psikolog Industri dan Organisasi cenderung mengerjakan berbagai pekerjaan seperti mempelajari perilaku dan mengavualuasi sebuah perusahaan, dan melaksanakan program pelatihan.

Tujuan Psikologi Industri dan Organisasi

Dalam buku Introduction to Industrial/Organizational Psychology Seventh Edition, Riggo (2016) menyatakan bahwa Psikologi Industri dan Organisasi sendiri memiliki dua objektif:

Pertama adalah untuk melakukan penelitian dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam perilaku kerja manusia.

Kedua adalah untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan perilaku kerja, lingkungan kerja, dan juga kondisi psikologis dari pekerja. Maka dapat dipastikan bahwa dari pendapat tersebut, tentunya Psikolog I/O bertanggung jawab sebagai peneliti dan juga sebagai praktisi ilmu PIO.

Dua Sisi Psikologi Industri dan Organisasi

Dalam sebuah ilmu Psikologi Industri dan Organisasi, tentu memiliki dua sisi utama yang perlu diperhatikan:

  1. Dalam sisi pertama ada yang dinamakan dengan sisi industrial yang berhubungan dengan bagaimana cara mencocokkan seorang individu dalam suatu pekerjaan spesifik tertentu dan orang yang bekerja dalam tugas seperti ini disebut dengan psikologi personel. Dalam pekerjaannya, orang tersebut bertugas dalam menilai karakteristik pekerja dan mencocokan orang tersebut terhadap pekerjaan yang diprediksi dapat dilakukan dengan baik oleh individu tersebut. Selain itu fungsi dari sisi industrial dalam Psikologi Industri dan Organisasi adalah melatih pekerja, mengembangkan standar dari performa pekerjaan, dan mengukur performa kerja.
  2. Sementara dalam sisi organisasi, lebih berfokus pada memahami bagaimana bentuk dari organisasi tersebut memengaruhi perilaku dari individu. Pemahaman mulai dari struktur organisasi, norma sosial, gaya manajemen, dan ekspektasi dalam peran merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi orang dalam berperilaku di dalam organisasi. Dengan memahami hal di atas, psikolog Industri Organisasi diharapkan dapat mengembangkan performa individual dan juga kesehatan mentalnya sementara dalam waktu bersamaan juga menguntungkan suatu organisasi sebagai suatu kesatuan unit.

Perkembangan Awal Psikologi Industri dan Organisasi

Frederick W. Taylor merupakan penemu dari The Principles of Scientific Management yang menggeser pemikiran cara bekerja yang awalnya dilakukan dengan cara praktis dan diganti dengan metode ilmiah untuk mempelajari sebuah tindakan kerja dan menentukankan tindakan paling efisien dalam melaksanakan tugas spesifik.

Dalam tulisannya dia menyebutkan bahwa daripada asal mengerjakan pekerja dalam berbagai pekerjaan, lebih baik untuk mencocokkan pekerja terhadap pekerjaan tertentu berdasarkan kapabilitas dan motivasi, lalu melatih mereka untuk bekerja secara maksimal dan efisien. Selain itu mengamati performa pekerja dan memberikan instruksi dan supervisi untuk memastikan mereka bekerja dengan cara yang efisien.

Taylor juga menyatakan bahwa mengalokasikan pekerjaan antara manajer dan pekerja agar manager dapat menggunakan waktunya dalam perencanaan dan pelatihan, sehingga pekerja dapat melaksanakan tugas dengan efisien.

Selain itu ada Hugo Munsterberg yang merupakan psikolog yang suka melakukan eksperimen yang mulai tertarik dengan desain pekerjaan dan seleksi personel untuk pekerjaan seperti streetcar operator (Munsterberg, 1913). Sebagai pendiri utama dari teori Psikologi Industri dan Organisasi, buku yang dikeluarkan pada tahun 1913 yang berjudul Psychology and Industrial Efficiency dipertimbangkan sebagai buku pelajaran pertama yang ada dalam Psikologi Industri dan Organisasi.

Buku tersebut juga menjadi buku pertama yang mendiskusikan topik seperti bagaimana cara mencari orang terbaik dalam pekerjaan dan bagaimana cara mendesain pekerjaan untuk menjaga efisiensi yang disebabkan oleh kelelahan.

Selain itu ada James McKeen Cattell yang menjadi pencetus awal dalam melihat perspektif bagaimana perbedaan individu memengaruhi perilaku manusia. Ada juga Kurt Lewin yang mendeskripsikan tentang beberapa gaya kepemimpinan yang tiap orang miliki. Hasil kerjanya juga berfokus terhadap melihat suatu kekuatan yang memengaruhi situasi daripada hanya memperhitungkan perilaku individu.

Yang terakhir adalah Robert Yerkes, merupakan psikolog yang terkenal dengan hasil kerjanya dalam bidang pengujian inteligensi. Yerkes mengembangkan alat tes dalam psikologi bernama Alpha dan Beta Intelligence Tests untuk tentara Amerika Serikat yang digunakan untuk menilai calon anggota militer saat Perang Dunia I. Skor yang ada di dalam tes digunakan untuk memprediksi kapabilitas dari responden termasuk dalam kemampuan untuk mengabdi kepada negara dan melihat potensi kepemimpinan.

6 Bidang Psikologi Industri dan Organisasi

Banyak pilihan karir untuk lulusan psikologi, namun jika Anda mengambil PIO kemungkinan pekerjaan Anda akan terkait dalam dunia profesional. Buku berjudul Psychology Applied to Work: An Introduction to Industrial and Organizational Psychology yang ditulis oleh Paul Muchinsky, enam pekerjaan utama yang sering dilakukan oleh psikolog industri dan organisasi adalah:

  • Seleksi Pekerja, yang berhubungan dengan mengembangkan asesmen pemilihan pekerja seperti screening test yang digunakan untuk mengetes apakah calon pekerja memiliki kualifikasi dalam melaksanakan posisi tersebut.
  • Ergonomics yang berhubungan dengan mendesain prosedur dan peralatan yang digunakan untuk memaksimalkan pekerjaan dan meminimalkan adanya cedera.
  • Pengembangan Organisasi bertanggung jawab dalam membantu meningkatkan organisasi melalui meningkatkan sebuah profit, melakukan desain ulang produk, dan meningkatkan struktur organisasi.
  • Manajemen dalam Kinerja memiliki tugas untuk mengembangkan sebuah asesmen dan teknik untuk menentukan
  • Pelatihan dan Pengembangan bertanggung jawab dalam menentukan jenis keahlian apa yang diperlukan dalam melakukan kegiatan pekerjaan tertentu, selain itu mereka yang bekerja dalam area ini  juga harus mengembangkan dan mengevaluasi program pelatihan pekerja yang telah dilakukan
  • Work Life memiliki fokus untuk meningkatkan kepuasan pekerja dan memaksimalkan produktivitas mereka di dalam lingkungan pekerjaan. Area tersebut dibuat untuk mencari cara agar pekerjaan yang dilakukan oleh individu terasa lebih berharga atau mendesain program yang dapat meningkatkan kualitas kerja di dalam lingkungan pekerjaan tersebut.

Referensi:

Artikel Terkait

Leave a Comment