Image default

Perbedaan Cinta dan Kasih Sayang Menurut Psikologi

Apakah kamu pernah merasakan jatuh cinta atau menyayangi seseorang atau sesuatu di dalam hidupmu? Ya, cinta dan kasih sayang merupakan dua bentuk emosi positif yang hadir dan dapat dialami oleh setiap individu. Ada banyak manfaat positif ketika seseorang memberikan maupun menerima cinta dan kasih sayang.

Namun sebenarnya apa perbedaan antara cinta dan kasih sayang dalam sudut pandang psikologi? Yuk, coba kita lihat penjelasannya!

Mengenal Cinta

Cinta (love) dan kasih sayang (affection) merupakan dua emosi yang saling berhubungan namun juga memiliki perbedaan dalam berbagai aspek dan tak dapat dipisahkan.

Cinta mengacu pada berbagai macam emosi dan perasaan.

Adapun beberapa emosi yang hadir ketika seseorang merasakan cinta adalah seperti kasih sayang, perhatian, suka, hingga rasa keterikatan. Cinta sering diartikan sebagai kasih sayang yang kuat dan mendalam yang dirasakan oleh seseorang.

Cinta selalu dikaitkan dengan perasaan positif seperti kepedulian, kehangatan, dan kebahagiaan. Menurut Yunani kuno, terdapat empat jenis cinta yang dikenal sebagai storge, phileo, eros dan agape. Adapun perbedaan jenis cinta yang digambarkan pada konsep Yunani Kuno tersebut terdapat pada berbagai hal yang dapat dirasakan ketika seseorang jatuh cinta yang tidak hanya terbatas pada cinta yang berlatar belakang hubungan romantis semata namun juga dapat dirasakan kepada orang lainnya seperti teman, sahabat dan keluarga.

Storge, salah satu jenis cinta yang disebutkan mengacu pada cinta yang dapat dirasakan terhadap keluarga dan relasi. Phileo mengacu pada cinta yang hangat, penuh kasih sayang. Ini adalah jenis cinta yang dapat kita rasakan terhadap teman.

Eros adalah cinta yang penuh gairah yang ada di antara sepasang kekasih; ini ditandai dengan adanya keinginan dan kerinduan. Terakhir, Agape mengacu pada cinta yang murni dan ideal yang dirasakan oleh seseorang sebagai lawan dari eros.

Cinta adalah emosi yang kompleks karena terdiri dari berbagai macam perasaan dan keadaan. Cinta yang dirasakan oleh seseorang dapat berbeda sesuai dengan keakraban dan hubungan dengan orang tersebut. Rasa cinta terhadap seorang anak dapat berbeda dengan cinta yang dimiliki untuk seorang kekasih.

Cinta untuk seorang anak diwarnai dengan emosi lain seperti perhatian, kehangatan, kebaikan, kasih sayang dan perlindungan sementara cinta untuk kekasih diwarnai dengan emosi seperti keinginan, kehangatan, ketertarikan dan kasih sayang.

Mengenal Kasih Sayang

Kasih sayang dapat didefinisikan sebagai perasaan sayang, perhatian, atau kesukaan yang sifatnya lembut. Ini adalah perasaan atau emosi yang lebih moderat dibandingkan dengan cinta.

Tidak seperti cinta, kasih sayang tidak terdiri dari perasaan bergairah ataupun romantis melainkan, perasaan kasih sayang dapat membuat seseorang merasakan kenyamanan dan perhatian.

Dengan kata sederhana, ketika kamu mencintai seseorang, maka kamu juga dapat merasakan kasih sayang terhadap orang tersebut. Namun hal ini tidak berarti ketika kamu menyayangi seseorang berarti kamu mencintainya. Kasih sayang dapat dilihat dalam hubungan antara orangtua dan anak, persahabatan, hingga hubungan antar lawan jenis. Kasih sayang dapat dikomunikasikan melalui gerak tubuh, kata-kata, atau sentuhan.

CintaKasih Sayang
Cinta merupakan sebuah emosi yang hadir dalam sebuah hubungan yang sifatnya kuat dan memiliki ikatan kasih sayang yang mendalamKasih sayang adalah sebuah emosi yang sifatnya lembut seperti bentuk perhatian dan rasa menyukai atau mengagumi
Perasaan yang lebih kuat dan mendalam dibandingkan kasih sayangPerasaan yang tidak jauh lebih kuat dibandingkan dengan rasa cinta
Memiliki indikasi pada hubungan yang sifatnya romantisTidak memiliki indikasi pada hubungan yang sifatnya romantis
Perbedaan Cinta dan Kasih Sayang

Teori Cinta Sternberg

Teori yang paling terkenal tentang cinta dalam ilmu psikologi adalah teori yang dikemukakan oleh Robert Sternberg yang dikenal dengan Sternberg’s Triangular of Love. Menurut Sternberg (1986) pengalaman cinta yang dimiliki oleh seseorang terdiri tiga komponen cinta yaitu keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment).

Keintiman atau intimacy dimaksudkan sebagai sebuah perasaan kedekatan, keterhubungan, dan keterikatan yang terjalin dalam sebuah hubungan.

Gairah atau passion disebutkan sebagai sebuah perasaan dan keinginan yang mengarah pada ketertarikan fisik, romansa, dan berkaitan dengan isu seksual.

Sedangkan, keputusan atau commitment adalah sebuah perasaan yang mengarahkan seseorang untuk tetap bersama dan bergerak menuju tujuan bersama di dalam sebuah hubungan.

Nama CintaUnsur Keintiman (Intimacy)Unsur Gairah
(Passion)
Unsur Komitmen
(Commitment)
Liking  
Infatuated Love  
Empty Love  
Romantic Love 
Companionate Love 
Fatuous Love 
Consummate Love
7 Jenis Cinta Menurut Sternberg

Melalui ketiga komponen tersebut, Sternberg mengidentifikasikan tujuh bentuk cinta yang didasarkan pada keberadaan setiap komponen cinta yang dirumuskannya, di antaranya sebagai berikut:

1. Liking

Liking didefinisikan Sternberg sebagai sebuah cinta yang hanya terdiri dari unsur keintiman tanpa adanya unsur gairah maupun komitmen. Bentuk cinta ini dapat terjadi contohnya pada hubungan persahabatan yang mana saling terikat dan memiliki ikatan emosional satu sama lain tetapi tidak ada gairah ataupun keinginan untuk menghabiskan hidup bersama sehingga dalam hal ini hubungan hanya memunculkan perasaan suka (liking).

2. Infatuated Love

Infatuated Love adalah bentuk cinta yang hanya memiliki unsur gairah tanpa adanya unsur komitmen dan keintiman di dalam hubungan tersebut. Hal ini umumnya terjadi ketika seseorang mengalami ketertarikan, terutama berkaitan dengan ketertarikan secara fisik atau disebut dengan infatuated atau infatuasi. Infatuasi ditunjukkan dengan adanya tanda-tanda fisik seperti jantung yang berdebar, peningkatan sekresi hormon hingga pada adanya ereksi pada organ genital.

3. Empty love

Empty Love terjadi ketika pada sebuah hubungan hanya terdapat unsur komitmen tanpa adanya gairah maupun keintiman. Umumnya hal ini terjadi pada hubungan yang sudah berlangsung dalam jangka waktu panjang seperti pasangan usia lanjut.

Hubungan tersebut telah berjalan pada jangka waktu yang lama hingga masing-masing telah kehilangan keterlibatan secara emosional dan juga tidak ada lagi ketertarikan fisik yang memunculkan gairah, sehingga komitmen sebagai sebuah pasangan yang masih mempertahankan hubungan tersebut.

4. Romantic Love

Romantic Love adalah bentuk cinta di mana terdapat unsur keintiman dan gairah yang kuat namun tanpa disertai adanya komitmen. Hubungan yang terjadi pada bentuk cinta romantic love tidak hanya berkaitan dengan adanya gairah namun juga adanya keterikatan emosional di antara keduanya.

Masalah komitmen menjadi sebuah hal yang sulit dibicarakan sehingga unsur tersebut belum hadir pada hubungan ini. Biasanya bentuk cinta ini terjadi pada seseorang yang masih menjalani sebuah hubungan penjajakan ataupun berpacaran.

5. Companionate Love

Companionate love adalah sebuah hubungan yang terjadi hanya ada komponen keintiman dan komitmen. Hubungan ini terjadi biasanya pada hubungan yang telah berlangsung dalam waktu yang lama maupun sebuah hubungan persahabatan yang telah berlangsung lama. Hubungan ini umumnya memiliki komitmen dan saling memiliki keterkaitan emosional namun tidak lagi hadir rasa gairah di dalam hubungan tersebut.

6. Fatuous Love

Fatuous love adalah bentuk cinta yang di dalamnya terdapat unsur gairah dan komitmen namun tanpa adanya unsur keintiman. Jenis cinta ini terjadi ketika di dalam hubungan pasangan saling berkomitmen satu sama lain dengan dasar adanya gairah namun tidak adanya kaitan berkenaan dengan unsur keintiman yang hadir. Hubungan yang didasarkan pada bentuk cinta ini umumnya tidak akan dapat bertahan dengan lama.

7. Consummate Love

Consummate love adalah bentuk cinta yang di dalamnya terdapat semua unsur cinta yang disebutkan oleh Sternberg diantaranya keintiman, gairah maupun komitmen. Bentuk cinta ini disebut sebagai bentuk yang ideal karena semua berada dalam proporsi seimbang dan saling melengkapi satu sama lainnya.

Penutup

Cinta dan kasih sayang merupakan emosi positif yang dapat dimiliki dan dirasakan oleh seseorang. Masing-masing individu memiliki caranya sendiri dalam menunjukkan rasa cinta maupun kasih sayangnya. Bagaimana pendapatmu setelah membaca artikel ini? Kira-kira apakah unsur cinta yang kamu telah kamu hadirkan di dalam hubungan atau bagaimanakah caramu untuk menunjukkan kasih sayangmu? Semoga dapat membantumu untuk terus bertumbuh dalam menjalin hubungan, ya!

Referensi

Artikel Terkait

Leave a Comment