Image default

Pengertian Psikologi: Definisi, Cabang, dan Sejarah

Definisi Singkat Psikologi

Pengertian psikologi adalah studi mengenai “Mind, Brain, dan Behavior”. Kamu akan belajar mengenai pikiran, caranya bekerja, dan caranya memengaruhi perilaku.

APA menambahkan bahwa definisi psikologi adalah “merangkul segala aspek dari pengalaman manusia, dimulai dari fungsi otak kepada tindakan berbagai negara, atau dari perkembangan anak sampai perawatan untuk mereka yang sudah berumur.”

Psikolog dan psikiater bekerja sama untuk membantu orang-orang dengan isu kesehatan mental. Namun, bukan berarti pekerjaan mereka sama lho.

Seorang psikolog membantu pasiennya melalui psikoterapi, membantu meringankan gejala melalui perubahan perilaku. Sedangkan seorang psikiater (yang merupakan seorang doktor medis) lebih berfokus pada meracik obat dan intervensi untuk mengelola kondisi kesehatan mental.

Apakah Pengertian Psikologi?

Kata “pikiran” merujuk kepada sebuah konsep abstrak pada manusia. Bersifat sangat rumit dan kondisi-kondisi yang berkaitan dengannya susah untuk dirawat.

Hal-hal seperti emosi, ingatan, mimpi, persepsi, cara berpikir, dan lain-lainnya tidak bisa dilihat dibandingkan dengan luka di kaki, atau jerawat di muka.

Meskipun tanda-tanda fisik dari masalah kesehatan mental dapat diobservasi seperti plak yang berkembang bersama penyakit Alzheimer, banyak teori psikologi dilandaskan pada observasi perilaku manusia.

Seorang psikolog yang sedang berlatih akan bertemu dengan pasien mereka, melakukan asesmen untuk mencari tahu kekhawatiran yang dimiliki dan apa saja yang menyebabkan kesulitan bagi mereka, beserta merekomendasi atau menyediakan perawatan tertentu (konseling dan psikoterapi).

Seorang psikolog juga bisa memiliki peran lain. Mereka diperbolehkan untuk melaksanakan studi untuk menasihati para pihak berwajib di bidang mental dan berbagai badan sosial atau gerakan. Mereka juga diperbolehkan melakukan asesmen terhadap anak-anak yang kesulitan untuk belajar di sekolah, memberikan workshop mengenai cara mencegah bullying, bekerja dengan tim rekrutmen di perusahaan besar, dan masih banyak lainnya!

Pengertian Psikologi dan sejarah

Cabang-cabang Psikologi

Psikologi memiliki berbagai cabang-cabang yang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Tidak ada cara tetap untuk mengelompokkan mereka, tetapi akan kami jelaskan dengan singkat beberapa cabang yang terkenal!

  • Psikologi Klinis

Pengertian psikologi klinis adalah cabang psikologi yang merupakan gabungan dari sains, teori, dan latihan dalam rangka memahami, memprediksi, dan melegakan permasalahan yang berisi adaptasi, disabilitas, dan ketidaknyamanan. Cabang ini mempromosikan adaptasi, penyesuaian, dan perkembangan personal.

Seorang psikolog klinis berkonsentrasi pada aspek intelektual, emosional, biologis, psikologis, dan perilaku manusia selama masa hidup mereka, dengan latar belakang apapun yang mereka miliki.

Psikologi klinis membantu kita dalam memahami, mencegah, dan meringankan kesulitan/disfungsi karena sebab psikologis, dan mempromosikan kesejahteraan serta perkembangan pribadi seseorang.

  • Psikologi Kognitif

Pengertian Psikologi Koginitif adalah cabang yang melihat proses internal dari mental. Proses seperti penyelesaian masalah, ingatan, belajar, dan bahasa. Melihat secara detil cara orang berpikir, berpersepsi, berkomunikasi, dan belajar. Ilmu ini dekat dengan neurosains, filosofi, dan linguistik.

Psikologi kognitif melihat cara seseorang mendapatkan, memproses, dan juga menyimpan informasi.

Aplikasi praktis dari cabang psikologi ini seperti: Mencari cara agar memiliki ingatan yang lebih baik, meningkatkan ketepatan dalam mengambil keputusan, ataupun cara membuat pembelajaran lebih efektif.

  • Psikologi Perkembangan

Cabang ini mempelajari perubahan psikologis yang dialami seseorang secara sistematik selama hidupnya, sering juga dipanggil “RPM” atau rentang perkembangan manusia.

Tidak hanya berfokus pada bayi dan anak muda saja, tetapi juga pada anak remaja, orang dewasa, dan para lansia.

Faktor yang dipelajari meliputi kemampuan motorik, menyelesaian masalah, pemahaman moral, kemampuan berbahasa, emosi, kepribadian, konsep akan diri sendiri, dan pembentukan identitas akan diri sendiri.

Cabang ini juga mempelajari tentang struktur mental bawaan terhadap belajar melalui pengalaman, atau cara karakteristik seseorang berinteraksi dengan faktor lingkungan dan caranya berdampak pada perkembangan.

  • Psikologi Forensik

Seperti yang kalian lihat di series tv detektif kesukaanmu, psikologi forensik mengaplikasikan psikologi kepada investigasi kriminal dan hukum. Seorang psikolog forensik memakai psikologi sebagai sains didalam sidang dan sistem peradilan pidana.

Cabang ini melibatkan asesmen dari faktor psikologis yang mampu memengaruhi sebuah kasus atau perilaku dan mempresentasikan temuannya dalam sidang.

  • Psikologi Medis

Meskipun dinamai psikologi medis, cabang ini juga mempelajari perilaku, biologi, dan cara konteks sosial dapat memengaruhi kesehatan.

Mereka selalu mencari penyebab biologis dari sebuah penyakut, tetapi menurut pengertian psikolog medis akan fokus kepada keseluruhan orang tersebut dan mencari hal yang memengaruhi status kesehatan mereka.

Hal-hal tersebut bisa seperti status sosio-ekonomik, edukasi, latar belakang, serta perilaku yang memengaruhi penyakit tersebut seperti kesusahan untuk berhenti merokok meski sudah dilarang oleh dokter.

Psikolog medis seringkali bekerja sama dengan profesional medis lain di situasi klinis.

  • Neuro-Psikologi

Seperti namanya, cabang ini melihat struktur dan fungsi otak dalam kaitannya dengan proses perilaki dan psikologis kita. Neuro-Psikologi selalu dilibatkan ketika sebuah kondisi melibatkan sebuah luka di otak, dan assesmen yang melibatkan perekaman aktivitas listrik di otak.

Sebuah evaluasi dari neuropsikolog akan digunakan untuk menentukan apakah seseorang berkemungkinan mengalami permasalahan behavioral setelah diagnosa/dugaan luka pada otak, seperti stroke.

Hasil ini akan membantu para doktor untuk mengembangkan perawatan yang mampu membantu individual tersebut untuk mencapai perkembangan pada area dimana kerusakan kognitif terjadi.

  • Psikologi Organisasi

Psikolog di cabang ini selalu dilibatkan dalam asesmen dan membuat rekomendasi tentang performa seseorang saat bekerja atau berlatih.

Mereka selalu membantu perusahaan untuk mencari cara lebih efektif dalam bekerja dan memahami cara manusia dan kelompok berperilaku dalam lingkungan kerja.

  • Psikologi Sosial

Cabang ini memakai metode saintifik untuk memahami pengaruh sosial terhadap perilaku manusia. Untuk menjelaskan bagaimana perasaan, perilaku, dan pikiran dipengaruhi oleh keberadaan seseorang yang sebenarnya, dibayangkan, atau kehadirannya yang tersirat.

Cabang-cabang dalam psikologi terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan dunia. Beberapa cabang terbaru adalah Psikologi Konsumen, Edukasi, Lingkungan, dan Lintas-Budaya.

Sejarah Singkat Mengenai Psikologi

Psikologi sudah ada sejak beribu-ribu tahun lalu di Yunani, Mesir, India, Persia, dan Cina.

Pada 387 SM Plato berpikiran bahwa otak merupakan lokasi dimana proses mental terjadi, sedangkan pada 335 SM berpikir bahwa semua itu terjadi di jantung.

Avicenna, Doktor beragama Islam yang terkenal lahir pada 980 M. mempelajari dan mengobati epilepsi, mimpi buruk, dan ingatan yang buruk. Dikatakn bahwa rumah sakit pertama yang merawat konidisi psikis didirikan oleh dokter Islam pada abad pertengahan.

Pada tahun 1774, Franz Mesmer mengusulkan bahwa hipnosis atau “mesmerism” mampu menyembuhkan beberapa tipe penyakit mental. Pada tahap ini kebanyakan orang belum memiliki pengertian psikologi yang mendalam.

Pada 1793 Philippe Pinel membebaskan pasien pertama dari permasalahan penyakit mental dari ruangan mereka. Hal ini menunjukkan pergerakan terhadap perawatan yang lebih humanis.

Tahun 1879 Ayah dari psikologi yaitu Wilhelm Wundt dari Jerman, menciptakan psikologi sebagai bidang studi eksperimental yang mandiri. Beliau mendirikan lab pertama yang melakukan riset psikologi secara eksklusif di Leipzig University.

Pada 1890, seorang filsuf asal Amerika yaitu William James, menerbitkan buku berjudul “Principles of Psychology”. Buku menjadi bahan pembicaraan banyak psikolog di seluruh dunia selama beberapa dekade.

Pada tahun yang sama, New York lulus dari “state care act” yang menyatakan bahwa orang-orang dengan permasalahan kesehatan mental harus meninggalkan rumah tidak layak mereka, dan pindah ke rumah sakit untuk perawatan. Pada tahun ini juga American Psychological Association (APA) didirikan, dibawah kepemimpinan G. Stanley Hall.

Psikolog pertama yang mempelajari ingatan secara ekstensif adalah Hermann Abbingaus. Beliau bekerja di University of Berlin, lahir pada tahun 1850 dan meninggal pada tahun 1909.

Kemudian ada Ivan Pavlov (1849-1936) dengan eksperimen terkenalnya yang menunjukkan bahwa anjing akan mulai berliur ketika mengharapkan makanan, dan lahirlah konsep “conditioning”.

Sigmund Freud dari Austria (1856-1939) memperkenalkan bidang psikoanalisis, sebuah tipe psikoterapi. Dia memakai metode interpretasi, introspeksi, dan observasi klinis untuk memahami pikiran. Konsep ini masih diperdebatkan sampai sekarang karena sangat kontroversional.

Freud bersikeras bahwa alam bawah-sadar bertanggung jawab atas banyak perilaku, pikiran seseorang, dan tentunya permasalahan kesehatan mental mereka. Dirinya selalu fokus untuk menyelesaikan konflik yang dibawah sadar, mental distress dan psikopatologi.

Ada juga E. B. Titchener, warga negara Amerika yang menganut strukturalisme dengan sangat kuat. Dirinya berfokus pada “Apa itu kesadaran?”. Di sisi lain, William James dan John Dewey (yang menganut fungsionalisme yang kuat) menjawab pertanyaan “Apa fungsi dari kesadaran?”

Debat antara kedua kubu ini menghasilkan pertumbuhan rasa ketertarikan yang besar pada psikologi di Amerika Serikat dan tempat-tempat lainnya.

When I look at the world I’m pessimistic, but when I look at people I am optimistic.

Carl Rogers

Berbagai Pendekatan di Psikologi

Selain Psikoanalisis, terdapat tiga pendekatan psikologi lainnya yaitu: Behaviorisme, Humanisme, dan Teori Kognitif. Berikut penjelasan singkat mengenai pendekatan tersebut.

Behaviorisme

Pada 1913 seorang psikolog bernama, John B. Watson menemukan pendekatan baru yang mengubah fokus dan pengertian psikologi. Dia berargumen bahwa perilaku bukanlah hasil dari proses mental diri sendiri, tetapi hasil dari cara kita merespon kepada lingkungan. Pengertian psikologi behaviorisme berarti berfokus pada bagaiamana seseorang mempelajari perilaku baru dari lingkungan mereka.

Humanisme

Para penganut humanisme melihat aliran behaviorisme dan psikoanalitik sebagai tidak berperikemanusiaan atau dehumanizing.

Aliran ini tidak melihat manusia sebagai korban dari lingkungan atau alam bawah-sadar, mereka mengajukan ide bahwa manusia secara bawaan memang baik. Mereka juga setuju bahwa proses mental manusia juga memainkan peran yang besar dalam perilaku kita.

Gerakan humanis menilai emosi, keinginan bebas, dan sudut pandang yang tinggi sebagai sangat berharga.

Teori Kognitif

Pendekatan ini diperkenalkan pada masa 1970an, dan dilihat sebagai salah satu sekolah terbaru di psikologi.

Penganut aliran ini percaya bahwa kita mengambil informasi dari lingkungan sekitar kita melalui indera dan kemudian memprosesnya di mental dengan mengorganisasi, memanipulasi, mengingatnya, dan menghubungkannya ke informasi lain yang kita miliki.

Teori ini diaplikasikan pada bahasa, ingatan, sistem perseptual, mimpi, dan gangguan jiwa.

Akhir kata

Demikianlah teman-teman mengenai pengertian psikologi, sejarah singkatnya, dan informasi mengenai berbagai pendekatan dan cabang yang dimilikinya! Kalau anda tertarik untuk masuk jurusan Psikologi, coba baca artikel ini: Kuliah Psikologi: Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Memilih Psikologi.

Semoga kalian telah mempelajari hal yang baru seperti pengertian psikologi dan menikmati konten disini, sampai jumpa di lain kesempatan ya!

Penulis: K. Lintang Mahadewa

Artikel Terkait

Leave a Comment