Setelah sebelumnya kita membahas tentang perbedaan kepribadian introvert dan ekstrovert, kita akan memasuki pembahasan tentang pekerjaan yang cocok untuk ekstrovert. Stigma yang berkembang di masyarakat terkadang mengarahkan kita untuk mempercayai bahwa ekstrovert akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan daripada introvert karena mereka lebih terbuka pada pengalaman baru, cenderung tertarik dengan dinamika sosial, dan mudah berinteraksi dengan individu lain.

Padahal, bagi introvert maupun ekstrovert, tentunya mencari pekerjaan memiliki tantangannya sendiri. Sebut saja teman penulis, kita samarkan namanya sebagai Oci. Ia berkepribadian ekstrovert. Namun sampai sekarang, Oci masih sering pindah-pindah pekerjaan karena belum menemukan passion-nya pada pekerjaan yang dijalaninya.

Macam-macam Ekstrovert

Adakah kalian yang pernah menjalani pengalaman seperti Oci? Fakta ini membuktikan bahwa tidak bisa dibandingkan sulit atau mudahnya antara introvert maupun ekstrovert ini dalam mencari pekerjaan yang cocok.

Maka dari itu, di artikel ini, kita akan mengupas macam-macam pekerjaan yang mungkin akan cocok bila kamu jalani sebagai ekstrovert. Tapi, tunggu dulu. Kemungkinan beberapa pekerjaan ini akan sangat bergantung dari preferensi subjektif dan minat kalian.

Cara paling akurat menentukan pekerjaan yang tepat adalah mengetahui minat kalian terlebih dahulu. Ekstrovert memiliki karakteristik lebih menyukai keramaian dan mampu berdinamika dalam situasi sosial yang tinggi dibandingkan introvert.

Meskipun demikian, tiap ekstrovert berbeda-beda. Menurut Myers-Briggs, karakteristik ekstrovert adalah suka menyalurkan energi ke luar diri, senang berada dalam situasi sosial dalam waktu lama, dan cenderung impulsif. Namun, Myers-Briggs juga menyatakan bahwa ekstrovert dapat berbeda-beda tergantung fungsi kognitif dominannya.

Mereka dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe perceiver serta tipe judger. Seorang perceiver adalah individu yang cenderung suka mengeksplorasi dan membiarkan dirinya terbuka pada berbagai macam kemungkinan. Perceiver terdiri atas sensor dan intuitive. Sensor (Se-dominan) fokus pada pengalaman saat ini, keadaan lingkungan sekitar dan hal-hal yang nyata, berbeda dengan intuitive (Ne-dominan) yang cenderung lebih tertarik dengan ide-ide atau gagasan. Sedangkan judger terdiri atas thinker dan feeler.

Thinker (Te-dominan) cenderung menggunakan logika dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah, sementara feeler (Fe-dominan) cenderung menggunakan perasaan dan empati. Keempat tipe ekstrovert inilah yang akan menjadi patokan kita di artikel ini.

Pekerjaan Yang Cocok Untuk Ekstrovert

Tentu saja pekerjaan yang cocok untuk ekstrovert berbeda dengan pekerjaan yang cocok untuk introvert. Daripada berlama-lama lagi, yuk kita langsung cus pada list-nya!

1. Event planner

Event planning berkaitan dengan perencanaan dan pengorganisasian, namun juga membutuhkan kreativitas. Oleh karena itu, menjadi event planner merupakan salah satu pilihan pekerjaan yang bisa menarik bagi orang ekstrovert intuitive, terutama bagi kamu yang memiliki passion merancang dan banyak ide mendekorasi.

Selain itu, event planner juga harus memiliki kemampuan manajemen yang baik, sehingga kamu akan dilatih untuk mencari cara paling efektif dan efisien untuk menjalankan suatu acara. Karena itu, ekstrovert bertipe dominan thinker pasti sangat tertantang dalam pekerjaan yang mengandalkan problem solving ini.

Keuntungan menjadi event planner adalah melibatkanmu dengan banyak orang, sehingga kamu bisa menambah relasi. Usut punya usut, pendapatan rata-rata event planner berkisar antara 5 juta hingga 10 juta rupiah, tergantung besar kecilnya proyek. Bahkan di Amerika Serikat, pendapatan terbesar event planner bisa mencapai 85 USD atau sekitar 1 milyar rupiah!

2. Marketing manager

Dewasa ini, e-commerce menjadi salah satu platform yang paling sering digunakan untuk mencari cuan. Maka dari itu, banyak online shop yang akan membutuhkan orang-orang dengan passion bidang marketing untuk membantu bisnis mereka berjalan.

Tidak hanya mengurusi promosi produk, marketing manager juga harus mampu menanamkan brand awareness atau kesadaran terhadap produk. Maka dari itu, bidang marketing membutuhkan ekstraversi yang tinggi untuk berhubungan dengan konsumen dan meraih sebanyak-banyaknya kepercayaan konsumen. Karena banyak menggunakan social skill dan membangun suasana kebersamaan, ekstrovert feeler pasti akan tertarik dengan pekerjaan ini.

Apalagi kalau brand-nya sudah lama dikenal masyarakat atau berkaitan dengan hiburan. Contohnya, Walt Disney Company. Siapa yang tak kenal perusahaan ini? Gaji rata-rata per tahun marketing manager di Disney adalah 85 ribu USD. Sedangkan di Indonesia, rata-rata gaji marketing manager, khususnya di Jakarta,bisa mencapai 180 juta per tahun, tergantung dari bisnisnya. Menggiurkan, bukan?

3. Social media influencer

Siapa pun yang punya akun Instagram atau Tik Tok pasti akrab dengan banyaknya influencer yang naik daun gara-gara postingan mereka di media sosial tersebut. Kebanyakan influencer jelas berkepribadian ekstrovert, atau memiliki ekstraversi yang tinggi, karena menurut Kuofie, et. al. (dalam Taylor, 2015), ekstrovert memiliki kemampuan alami menarik follower dan cenderung punya skill komunikasi yang kuat. Semua tipe ekstrovert bisa menjadi influencer, baik itu sensor, intuitive, feeler, dan thinker, tergantung dari jenis kontennya.

Meskipun tidak berarti bahwa introvert juga bisa menarik follower, penelitian terkini juga melaporkan bahwa influencer dengan ekstraversi yang tinggi juga akan mempengaruhi kepercayaan orang terhadap kredibilitas konten yang mereka berikan kepada follower-nya, apalagi influencer dengan kepribadian ekstrovert dianggap fun dan energik.

Contohnya influencer dengan ekstraversi tinggi adalah Jerome Polin yang terkenal dengan channel Youtube-nya, Nihongo Mantappu. Jerome dikabarkan berhasil masuk daftar Forbes Under 30 Asia 2021 dengan total 6.5 juta subscribers dan 4 juta pengikut Instagram. Omong-omong soal pendapatannya, Jerome sudah memiliki net worth hingga 1-5 juta USD atau sekitar 14-71 milyar rupiah pada usia 21 tahun! Mantappu jiwa!  

4. Motivator/coach

Kenalkah kalian dengan Indrawan Nugroho? Beliau adalah seorang personal developmental coach yang juga seorang Youtuber. Di channel tersebut, selain menjadi coach, beliau juga banyak membagikan tips-tips mengelola bisnis kepada subscribers-nya.

Atau mungkin kalian lebih familier dengan Mario Teguh? Dengan acaranya, Mario Teguh Golden Ways, yang sempat populer di salah satu stasiun televisi. Dari menonton konten-konten beliau tersebut, jelas bahwa menjadi coach atau motivator membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan empati yang tinggi, sehingga apabila kamu termasuk ekstrovert dengan tipe feeler, menjadi motivator atau coach bisa jadi pilihan karir yang menarik.

Selain itu, menjadi coach atau motivator juga cocok bagi kamu yang termasuk intuitive, karena biasanya orang-orang intuitive itu kreatif dan banyak ide. Di Indonesia, coach atau motivational speaker profesionalbisa meraih pendapatan rata-rata 262 juta rupiah per tahun, tergantung dari pengalamannya.

5. Travel blogger

Bagi kamu yang punya hobi jalan-jalan, atau termasuk ekstrovert bertipe perceiver seperti intuitive atau sensor, travel blogger merupakan pilihan pekerjaan yang amat mengasyikkan. Bersifat independen, travel blogger biasanya mengandalkan media sosial seperti Youtube atau Instagram untuk menarik viewer melalui vlog atau tulisan-tulisan mereka.

Apalagi kalau kamu punya skill fotografi dan videografi, pasti konten kamu akan semakin berkesan! Rata-rata pendapatan travel bloggermelalui website atau blog bisa berkisar 3.000-10.000 USD per bulan. Sementara menurut travel blogger Lia Garcia, yang juga merupakan penulis di blog Practical Wanderlust, ia berhasil meraih 22.000 USD di tahun 2017, setahun setelah blognya didirikan. Tentu saja, ini bukanlah proses yang mudah.

Sebagai travel blogger, kamu harus bisa memanajemen diri dengan baik dan meluangkan waktu untuk menulis, mencari tempat-tempat baru yang berbeda, serta memiliki insight yang kreatif dalam tulisan-tulisanmu.

6.  Talent manager

Pekerjaan yang satu ini memang jelas cocok untuk ekstrovert, khususnya para judger seperti thinker dan feeler. Karena pekerjaan talent manager biasanya lekat dengan problem solving sekaligus skill komunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain.

Talent manager tak hanya bertugas menangani urusan dan memanajemen talent dalam suatu perusahaan atau perseorangan, tetapi juga menangani public relations dengan klien dan negosiasi dengan pihak luar tentang kontrak dan kerjasama.

Sejumlah artis, musisi, atau seniman pasti memiliki talent manager, yang biasanya bekerja pada perusahaan atau label tempat si seniman menandatangani kontrak. Talent manager juga harus memahami tren dan apa yang dibutuhkan pasar, sehingga mereka bisa membantu si seniman untuk menjadi agile dan lebih inovatif. Rata-rata gaji talent manager di Bogor, Indonesia, adalah 211 juta rupiah per tahun tergantung dari pengalaman kerjanya serta perusahaan tempat mereka bekerja.

7.  Penyiar radio

Meskipun akhir-akhir ini pendengar radio tergeser oleh modernisasi, masih ada bukti bahwa pekerjaan penyiar radio masih eksis. Selain biaya yang lebih murah, radio juga masih menjadi pilihan bagi orang-orang yang mengutamakan kedekatan emosional dengan konten daripada visualisasi. Karena itu, penyiar radio juga harus memiliki kedekatan emosional dengan pendengarnya, di samping kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan interpersonal.

Apabila kamu tertarik bekerja menjadi penyiar radio, gaji penyiar radio profesional ternyata cukup menjanjikan. Di Jakarta, gaji penyiar radio berkisar dari 20 juta hingga 60 juta per bulan, tergantung dari slot. Misalnya, penyiar prime time bisa mencapai 50 juta per bulan. Pekerjaan penyiar radio ini cocok bagi semua jenis ekstrovert, terutama para feeler karena engagement dengan pendengarsangat penting bagi pekerjaan penyiar radio.

8.  Sales

Pernahkah kalian bertemu sales yang pendiam? Pasti nggak pernah atau jarang sekali. Hal ini dikarenakan tugas utama sales adalah mempromosikan suatu produk atau jasa, membangun hubungan erat dengan konsumen, mencari konsumen baru, dan memberikan informasi terkait layanan-layanan alternatif suatu produk atau jasa kepada konsumen.

Berdasarkan deskripsi pekerjaan ini, jelas bahwa seorang sales harus memiliki kemampuan interpersonal yang baik, apalagi saat ia berhadapan dengan konsumen dari berbagai latar belakang. Pendapatan sales bervariasi tergantung dari Upah Minimal Provinsi. Selain itu, sales juga mendapatkan komisi bergantung dari tercapainya target penjualan.

Di Amerika Serikat, rata-rata penghasilan tertinggi sales adalah 54 ribu USD per tahun tergantung perusahaan dan areanya. Sedangkan di Indonesia, gaji rata-rata sales yang masih internship atau masih pemula bisa berkisar ratusan hingga 1,5 juta rupiah per bulan, kemudian bila sudah menjabat sebagai supervisor hingga manajer, gajinya bisa lebih tinggi lagi. Dilansir Okezone, PT Freeport Indonesia adalah salah satu perusahaan yang menggaji sales manager-nya cukup tinggi, yakni sekitar 43,5 juta rupiah per bulannya.

9. Tutor online

Belakangan ini, jasa bimbingan belajar (bimbel) online sedang berkembang pesat di masyarakat. Apalagi sejak pandemi COVID-19, kebutuhan terkait bimbel online di Indonesia semakin meningkat. Sejumlah layanan belajar online yang paling populer di Indonesia antara lain Ruangguru, Quipper, dan Zenius.

Ekstrovert bertipe apa saja bisa menjadi tutor asalkan memiliki kompetensi yang dibutuhkan secara akademis dan komitmen kerja. Memang, menjadi ekstrovert bagi guru bimbel online merupakan kepribadian penting, namun selain kitu, ada sejumlah karakter lain yang perlu kamu miliki, yaitu passion untuk mengajar, pengetahuan mendalam pada suatu bidang spesifik, selalu mengikuti perkembangan ilmu, kemampuan komunikasi yang baik, penguasaan teknologi, dan empati.

Menurut Ziprecruiter, pekerjaan online tutor bisa menghasilkan pendapatan rata-rata 43.914 USD per tahun. Sedangkan di Indonesia, per bulannya gaji guru bimbel online rata-rata adalah 3 juta rupiah per bulan, yang artinya per tahun kamu akan mendapatkan 36 juta rupiah. Maka dari itu, bagi ekstrovert yang suka berinteraksi dengan anak-anak, menjadi tutor belajar online bisa jadi pilihan pekerjaan yang cuan di masa pandemi.

10. Konsultan karir

Pilihan pekerjaan terakhir ini kedengarannya cukup konvensional, tetapi sebetulnya sangat diperlukan. Apalagi, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia terkini, angka pengangguran di masa pandemi COVID-19 semakin meningkat. Meskipun data ini memuat banyak lulusan SMP ke bawah, lulusan perguruan tinggi juga mendominasi angka pengangguran. Sejumlah pekerjaan juga terancam punah dikarenakan pandemi, sehingga mempersempit lowongan pekerjaan.

Ekstrovert perceiver atau judger bisa menjadi konsultan, asalkan kompetensi dan latar belakangnya memenuhi. Yang jelas, seorang konsultan karir berperan dalam membantu klien mengenali passion-nya, membangun kepercayaan diri klien, serta mengembangkan kebiasaan-kebiasaan positif yang mendukung work-life balance.

Terkait kepribadiannya, konsultan karir sebenarnya bisa digeluti ekstrovert maupun introvert, namun yang penting, kamu harus mampu menerapkan disiplin pada dirimu sendiri dan harus bisa memanajemen waktu serta tenaga dalam menangani klien. Semua itu juga disertai dengan skill mendengarkan, membangun hubungan interpersonal, empati, keterbukaan, dan kepercayaan diri.

Mau tahu berapa rata-rata gaji konsultan karir? Di Amerika Serikat, rata-rata pendapatan konsultan karir bisa mencapai 57.724 USD per tahun atau 826 juta rupiah. Sedangkan di Indonesia, pendapatan konsultan karir berkisar dari 8 hingga 22 juta rupiah per bulan, dengan rata-rata pendapatan 14.5 juta rupiah per tahun tergantung pengalaman kerjanya.

Jadi, gimana? Sudah menentukan kamu ingin berkarir jadi apa? Atau mungkin kamu malah butuh konsultasi karir? Tak apa-apa kalau belum tahu. Semua orang butuh proses mengenali diri mereka sendiri. Kalau kamu sudah menemukan karir yang cocok, jangan hanya mencari cuan di sana. Gunakanlah kesempatan itu untuk mencari tujuan hidupmu, sehingga kamu akan semakin enjoy dalam menekuninya.

References:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *