Pencinta panci? Bukan, justru mereka pencinta paling apa-adanya. Bingung nggak tuh? Akhir-akhir ini mulai terdapat banyak istilah baru, khususnya untuk orientasi seksual dan gender identity. Mari kita belajar sedikit tentang panseksualitas, artinya, dan cara mendukung teman yang panseksual.

Pengertian Panseksual

Panseksual adalah istilah yang merujuk pada ketertarikan seksual maupun romantic tanpa mempertimbangkan gender dan identitas gender orang yang disukainya (LGBT Foundation, 2019). Panseksualitas masuk ke dalam jenis orientasi seksualitas.

Panseksualitas bukan merupakan penyimpangan seksual.

Orientasi seksual mengacu kepada jenis kelamin yang dianggap “menarik” baik secara seksual maupun romantis (APA, 2012). Panseksualitas tidak hanya terbatas kepada ketertarikan seksual, tetapi juga melibatkan ketertarikan romantis maupun emosional.

Agar lebih jelas, berikut contoh singkatnya:

Mungkin kamu berpikiran bahwa seseorang yang panseksual menyukai semua orang, hal ini benar tapi masih kurang akurat. Individu yang panseksual juga punya preferensi terhadap pasangannya yang ideal.

Namun, dia bisa tertarik kepada siapa pun yang sesuai “kriterianya” tanpa pandang bulu kepada gender orang tersebut. Baik orang yang disukainya lelaki, perempuan, genderfluid (berubah antara lelaki dan perempuan), maupun agender (tidak mengidentifikasi gender).

Terus bagaimana cara membantu teman yang panseksual?

Cara Mendukung Teman yang Panseksual

Sebagai anggota masyarakat dan juga sebagai teman yang baik, tidak ada salahnya juga untuk belajar cara mendukung teman-teman kita yang “coming out.” Bagi temen-temen yang tidak tahu, istilah “coming out” adalah momen ketika seseorang mengakui/memberitahu orientasi atau preferensi seksual mereka kepada orang yang sangat dekat dengan mereka. Sebagai teman yang dekat dan dipercaya, kita perlu menghargai momen tersebut dan menerima diri mereka (atau tidak, itu terserah kamu).

Dr. Sera Lavelle, psikolog klinis di NY Health Hypnosis & Integrative Therapy menyarankan para orang tua atau pasangan romantis memiliki “open mind” terhadap panseksualitas. Panseksualitas baru akhir-akhir ini mulai diterima, lantas sering kali menjadi membingungkan bagi individu-individu yang menyadari diri mereka panseksual. Para individu ini perlu didukung saat mereka berusaha untuk memahami perasaan mereka sendiri.

Dr Sera Lavelle juga menambahkan “Apabila pasangan romantis kamu terbuka dan nyaman, tanya saja keterbukaan maupun keinginan mereka untuk berdiskusi mengenai panseksualitas mereka”. Diskusi ini bisa membantu dalam membangun hubungan yang lebih dalam dan pemahaman yang terbuka dan tidak diskriminatif mengenai perasaan yang dia alami.

Sebuah survei nasional dari Trevor Project dengan partisipan sebanyak 28.000 menunjukkan tingginya tingkat diskriminasi kepada teman-teman yang LGBT sebesar 71%. Para individu yang mengalami diskriminasi memiliki kemungkinan lebih tinggi mencoba bunuh diri (22%) dibandingkan mereka yang tidak terkena diskriminasi (9%). Sebanyak 39% responden dari survei tersebut secara serius mempertimbangkan percobaan bunuh diri dalam 12 bulan terakhir.

Pemikiran yang terbuka dan keinginan untuk memahami dapat membantu teman-teman kita yang LGBT dan diri kita sendiri. Melihat arah perkembangan dunia saat ini, tidak mengejutkan apabila istilah ini akan menjadi semakin populer dan dialami oleh lebih banyak individu. Kita perlu “menyiapkan diri” dan belajar lebih banyak agar bisa menambah pemahaman dengan melihat dunia dari mata mereka.

Perbedaan Panseksual dan Biseksual

Perbedaan utama antara panseksual dan biseksual terdapat pada jumlah atau seberapa luas preferensi seksual mereka. Menurut Healthline (Ferguson, 2019) istilah biseksual kadang ditanggapi oleh sebagian komunitas LGBT sebagai “tidak mengakui keberadaan Non-binary”. Kata “bi” dalam biseksual juga berarti “dua” dan bisa membingungkan, karena bisa berarti;

Kedua interpretasinya tetap diterima oleh umum, hanya terkadang bisa membingungkan bagi orang-orang yang kurang mengenal istilahnya. Awalnya sedikit membingungkan, tetapi kamu juga akan paham. Untuk memperjelas, mungkin kita mengibaratkan dengan menggunakan warna:

Menggunakan interpretasi Biseksual sebagai “menyukai 2 gender atau lebih”, Doni termasuk sebagai biseksual karena menyukai berbagai individu dengan bermacam jenis kelamin, tetapi tidak semuanya. Sedangkan Dino bisa tergolong sebagi panseksual karena menyukai individu tanpa peduli gendernya (semua gender, termasuk agender dan non-binary).

Memang belum ada kesepakatan mutlak dan absolut mengenai kedua orientasi seksual ini, bahkan masih ada perdebatannya. Namun, sebagian besar setuju tentang penjelasan ciri-ciri beserta hal-hal dasar mengenai kedua orientasi seksual tersebut.

Penutup

Mungkin teman-teman juga menyadari kalau di artikel ini aku tidak mengutip Buku PPDGJ dan DSM yang selalu menjadi referensi/pegangan di dunia psikologi. Sejauh ini di DSM-5 hanya ada gender dysphoria yang menggantikan gender identity disorder (APA, 2013). DSM-5 dan PPDGJ memiliki fungsi utama untuk membantu identifikasi gejala setiap gangguan mental, hal ini bisa diambil secara tersirat jika jika Panseksual serta Biseksual bukanlah gangguan mental.

Secara singkat, padat, dan jelas, Panseksualitas adalah ketertarikan romantis/seksual kepada orang lain tanpa melihat/mempedulikan gender identity (jenis kelamin). Bisa dikatakan bahwa panseksual merupakan versi lebih inklusif dari biseksual (menyukai lelaki dan perempuan saja).

Daftar Pustaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *