Post-traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan sebuah gangguan yang umum di antara para pejuang rakyat. Kita sering melihat para penyintas kejadian tragis berakhir dengan gangguan ini. Setiap individu jika mengalami PTSD akan mengalami pengalaman yang berbeda beda.

Bisson, Cosgrove, Lewis, dan Roberts (2015) menyatakan PTSD merupakan sebuah gangguan mental yang terjadi setelah eksposur terhadap kejadian yang sangat mengerikan dan mengancam. Mereka mengatakan kalau PTSD dapat terjadi dari satu peristiwa traumatis, atau sering disebut single incident traumatic event.

Apa itu Single Incident Traumatic Event

Single Accident Traumatic Event adalah sebuah kejadian yang mengancam hidup mereka ataupun sekitar mereka. Katakanlah sebagai sebuah peristiwa yang penuh stress dan memiliki dampak yang besar terhadap keadaan emosional mereka.

Sebuah kejadian seperti bencana alam, ataupun kejadian traumatis yang personal bagimu, atau mungkin juga bagi orang lain.

Single Incident Traumatic Event yang mengakibatkan PTSD
Image by 911 e-Learning Solutions, LLC from Pixabay

Pengalaman kejadian ini mampu meninggalkan seseorang dengan berbagai macam pertanyaan mengenai keamanan dan kendali mereka atas hidup. Pengalaman ini memang susah untuk dihadapi seorang diri, terutama bila mereka sedang mengalami perubahan lainnya dalam hidup mereka seperti; pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan lain-lain.

Kita semua memiliki respon yang berbeda terhadap peristiwa yang traumatis. Secara keseluruhan respon mereka tergantung pada pengalaman masa lalu, tingkat dukungan dari sekitar, dan sifat dari kejadian itu sendiri.

Mayoritas orang yang dipengaruhi oleh single incident traumatic events mampu mempelajari cara-cara yang bisa membantu keseharian mereka. Namun, terkadang mereka membutuhkan sedikit dukungan tambahan. Penting juga bagimu untuk mengingat bahwa tidak ada cara yang sempurna untuk membantu.

Terkadang mencari dukungan dari luar dibutuhkan untuk membuat hal-hal sedikit lebih mudah untuk diatur.

Apa dampak dari Single Incident Traumatic Event

Mengalami suasana di hati yang sangat kuat setelah peristiwa traumatis itu normal. Perasaan ini berupa:

Beberapa pengalaman lainnya berupa:

Kebanyakan orang akan merasa lebih baik dengan seiring berjalannya waktu, kurang lebih beberapa hari/minggu setelah peristiwa itu terjadi.

Apa Itu Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)?

Seseorang pada umumnya akan mulai sembuh/pulih dari suatu kejadian traumatis dalam beberapa minggu. Tetapi beberapa orang akan memiliki gejala berkelanjutan, atau menemukan kalau gejalanya menjadi lebih parah.

Orang dalam kondisi tersebut memiliki kemungkinan yang besar untuk mengembangkan gangguan kesehatan mental seperti: Depresi, kecemasan, post-traumatic stress disorder (PTSD), atau tingkat penggunaan alkohol dan narkoba yang berbahaya.

Beberapa tanda dari PTSD yaitu:

Kalau perubahan ini terjadi kepadamu atau orang lain selama satu bulan atau lebih, segera cari bantuan dari sekitarmu.

Jagalah Dirimu

Terkadang hidup akan seolah-olah menjadi kacau, tidak nyaman, dan bahkan membingungkan setelah kejadian yang traumatis. Nah, beberapa hal yang bisa kamu lakukan antara lain:

Berbicaralah kepada orang lain saat kamu sudah merasa siap. Meskipun terkesan sepele, berbicara dengan orang lain mengenai pengalamanmu dapat membantu dirimu dalam memahami apa yang telah terjadi.

Kapan Saat Yang Tepat Untuk Mencari Bantuan?

Mencari bantuan di tengah pandemi memang tidak mudah, tetapi ada banyak pilihan online. Namun, kapan saatnya harus periksa/terapi ke para ahlinya? Ketika kamu sudah mengalami gejala-gejala dari PTSD yang:

Gejala dari post-traumatic stress disorder yang tidak segera dirawat dan tidak kunjung sembuh mampu berdampak besar kepada hidupmu. Mendapatkan bantuan secepat mungkin dapat membantumu dalam mengembangkan hal-hal dan meningkatkan kesempatanmu untuk sepenuhnya sembuh.

Dimana Tempat Yang Cocok Untuk Mendapatkan Bantuan?

Sebenarnya berbicara dengan seseorang yang kamu percayai dan membuatmu nyaman bisa membantu kok. Namun, salah satu alternatif untuk mendapatkan bantuan adalah dari tenaga profesional seperti Psikolog atau Psikiater.

Ada banyak solusi untuk penderita gangguan post-traumatic stress disorder seperti, terapi kesehatan mental atau Cognitive-Behavioral Therapy (CBT), terapi yang bisa meredakan kegelisahan seperti Exposure Therapy, terapi kesehatan psikologis & emosional seperti Psychological Debriefing, maupun bimbingan konseling (Khalika N., 2018).

Jangan lupa kalau kamu tidak perlu menceritakan semua detail dari kejadian itu, kecuali kamu sudah merasa sepenuhnya nyaman.

Referensi:

Bisson, J. I., Cosgrove, S., Lewis, C., & Roberts, N. P. (2015). Post-traumatic stress disorder. BMJ, h6161.doi:10.1136/bmj.h6161

Understanding trauma | headspace. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://headspace.org.au/young-people/understanding-post-traumatic-stress-disorder/

Khalika Nindias (2018). Apa Saja Tahap Trauma Healing Pasca-Bencana? – Tirto.ID. Retrieved 22 December 2020, from https://tirto.id/apa-saja-tahap-trauma-healing-pasca-bencana-cRoq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *