Image default

Suka Corat-coret? Inilah Manfaat Menggambar Bagi Kesehatan Mental!

Siapa di sini yang suka menggambar? Ah, kalau iya, berarti hobi kita sama! Hehehe. Kalau kalian pernah ditanya, “Kenapa suka menggambar?” pasti jawaban kalian akan berbeda-beda. Namun, kebanyakan orang yang suka menggambar pasti sepakat bahwa menggambar adalah salah satu hobi yang menyenangkan dan mudah dijalani. Tinggal cari tempat duduk, keluarkan sketchbook dan alat tulis, terus corat-coret, deh!

Selain itu, beberapa orang yang memiliki hobi menggambar bisa menjadikan hobinya sebagai sumber pendapatan atau profesi. Sebut saja animator, komikus, ilustrator, arsitek, dan desainer grafis. Profesi-profesi tersebut kebanyakan berawal dari kegemaran mencorat-coret. Bahkan, sekarang sudah ada beberapa website seperti Deviantart, Pixiv, Behance, Dribble, dan Fiverr yang bisa dijadikan sebagai platform kegiatan jual beli karya-karya tukang gambar atau sekedar memamerkan portofolio.

Nah, apabila kamu suka menggambar, kamu termasuk individu yang beruntung. Sebab hobimu tidak hanya membantu kamu secara ekonomi, namun juga secara psikologi!

Menggambar Sebagai Bentuk Terapi

Yep, kamu tidak salah dengar. Selain melalui aktivitas secara umum, menggambar juga bisa digunakan sebagai sarana treatment bagi individu yang mengidap gangguan psikologi. Caranya adalah melalui art therapy. Dilansir dari American Art Therapy Association, aktivitas utama art therapy adalah menggambar. Tujuannya adalah meningkatkan aktivitas fungsi kognitif dan sensorimotor, melatih resiliensi emosi, mendorong insight, serta mengolah self esteem (kepercayaan diri)dan self awareness. Aktivitas art therapy tidak hanya dilakukan secara individual, tetapi juga berkelompok, sehingga art therapy diharapkan mampu mengurangi konflik dan tekanan sosial, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan lingkungan.

Terkait manfaatnya untuk treatment, menurut sebuah studi oleh peneliti dari Universidade de Sao Paulo, Brazil, art therapy bisa menjadi treatment yang efektif bagi depresi, terutama bagi lansia dengan Major Depressive Disorder (MDD) berjenis kelamin wanita. Kenapa lansia? Dan kenapa wanita? Berdasarkan data yang dipaparkan peneliti, prevalensi MDD lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Selain itu, lansia juga berpotensi mengalami MDD dikarenakan kerentanan yang besar terhadap penyakit, kehilangan fungsi organ tubuh, dan kesulitan dalam hubungan sosial.

Selain bagi lansia, art therapy juga bermanfaat bagi kesejahteraan mental remaja. Hal ini dilaporkan sebuah penelitian yang dilakukan di Allahabad, India, bahwa konseling yang disertai dengan art therapy memiliki efek positif terhadap remaja yang mengalami stres. Alasan mengapa penelitian ini dilakukan adalah karena remaja termasuk dalam kelompok rentan mengalami stres yang akan berpengaruh terhadap perkembangan psikologisnya di masa dewasa, yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan biologis. 

Menggambar untuk Menyeimbangkan Fungsi Kognitif

Secara internal, terjadi semacam proses mental yang terjadi saat kita menggambar, antara lain persepsi visual dan penyusunan grafis melalui memori, serta perlakuan terhadap properti spasial yang meliputi pengkodean hubungan kategorik dan koordinat. Ehem, gampangnya begini, ketika kamu menggambar, kamu akan lebih banyak berpikir menurut tata ruang. Kamu akan memikirkan hubungan antara satu objek dengan objek lainnya, komposisi objek, posisi dan orientasi antar objek, serta jarak antar objek. Bicara soal komposisi ini tidak mesti terjadi saat kamu menggambar bangunan atau benda-benda tak hidup, lho. Menggambar manusia, misalnya, akan membuat kamu berpikir, “Hm, sebaiknya bentuk wajahnya bagaimana, ya?” atau “Apakah jarak antara hidung dan mulutnya sudah benar?” atau “Bagaimana membuat proporsi yang masuk akal?” 

Selanjutnya, secara kognitif, orang yang menggambar lebih banyak menggunakan otak kanan daripada otak kiri, karena otak kanan adalah bagian yang memproses kreativitas, imajinasi, berpikir secara holistik, dan emosi. Selain itu, otak kanan juga berperan dominan dalam persepsi audiospasial, atensi, dan memori yang berkaitan dengan spasial. Tentunya, dalam proses menggambar, kebanyakan dari kita akan mereplika sebuah objek yang berada di sekeliling kita. Namun, dalam proses menghasilkan gambar, kita juga perlu berpikir detail dan mengandalkan simetri, sehingga kita juga menggunakan sebagian besar dari otak kiri. Otak kiri adalah bagian yang memproses logika, perhitungan matematis, perencanaan, keseimbangan, dan pengaturan sekuensial. Oleh sebab itu, dengan menggambar, kamu bisa menyeimbangkan fungsi otak kiri dan otak kananmu.

Menggambar Membantu Memperbaiki Mood dan Meregulasi Emosi

Eh, tunggu dulu, apa sih bedanya mood dan emosi? Perbedaan utama mood dengan emosi terletak pada jangka waktunya. Mood akan bertahan lebih lama daripada emosi. Selain itu, mood juga bersifat lebih menyeluruh, sedangkan emosi lebih spesifik. Apabila kamu berada dalam mood yang positif, maka kamu akan cenderung merasakan emosi positif, yakni kebahagiaan. Begitu pula sebaliknya, mood yang negatif akan memunculkan emosi negatif seperti marah atau sedih.

manfaat menggambar dalam psikologi

Sebuah penelitian terkini melaporkan bahwa melakukan kegiatan seni, salah satunya menggambar, dapat membantu membangun mood positif secara jangka pendek. Hal ini dikarenakan menggambar adalah salah satu bentuk cara mengekspresikan perasaan dan pemikiran melalui media visual, yang disebut venting. Selain itu, menggambar juga dapat menjadi cara seseorang meregulasi emosinya. Hal ini bisa diterapkan pada anak-anak yang belum mengenal emosi dengan baik, karena emosi bagi anak-anak adalah hal yang abstrak dan kebanyakan anak akan merasa kesulitan memberikan respon emosi secara verbal. Namun, terdapat perbedaan efek regulasi emosi antara individu yang menggambar untuk distraksi dengan individu yang menggambar untuk mengekspresikan emosi. Sebuah studi melaporkan bahwa menggambar untuk mendistraksi diri memiliki efek regulasi emosi yang lebih baik daripada untuk ekspresi diri, karena menggambar untuk mendistraksi tidak berfokus pada persepsi seseorang terhadap objek yang digambar, sehingga objek yang digambar akan tampak netral apa adanya. Sedangkan menggambar untuk ekspresi akan lebih banyak merefleksikan diri terhadap kejadian, sehingga kemungkinan besar emosi yang kita rasakan akan diingat kembali dan diwujudkan dalam objek yang digambar. Maka dari itu, apabila kamu suka menggambar, kamu akan cenderung lebih stabil secara emosional apabila kegiatan menggambar untuk distraksi dilakukan sesering mungkin.

Tips-tips Enjoy Menggambar

Kita sudah membahas tentang manfaat-manfaat menggambar, tapi bagaimana, sih caranya supaya menggambar menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak membebani? Berikut ini adalah tipsnya!

  1. Cari Mood yang Baik

Nah, kita tahu bahwa menggambar dapat berefek positif terhadap mood, tapi menggambar pun juga mengandalkan mood. Ketidakseimbangan mood dapat menyebabkan kamu kurang betah menggambar. Membuat mood positif bisa dilakukan dengan mendengarkan musik, jalan-jalan, atau meditasi.

  1. Andalkan Mindfulness

Menggambar membutuhkan ketelitian terhadap detail dan ketekunan. Maka dari itu, saat menggambar, pastikan pikiranmu rileks. Menerapkan mindfulness dalam menggambar bisa dilakukan dengan memperhatikan objek-objek di sekelilingmu dan kejadian-kejadian di sekitarmu.

  1. Jangan Khawatir Gambarmu Jelek

Sama halnya dengan gaya berbicara, gaya menggambar orang pun berbeda-beda bergantung dari kepribadian orang tersebut. Maka dari itu, jangan salah apabila kamu menemukan orang yang menggambar dengan sangat rapi dan ada orang yang menggambar dengan garis-garis yang lebih kasar. Tapi, kalau kamu masih merasa kurang mampu dalam menggambar, kunci terbaiknya adalah tips nomor empat.

  1. Latihan Terus Menerus

Howard Gardner menyatakan bahwa terdapat delapan tipe inteligensi yang dimiliki individu, salah satunya inteligensi visual-spasial. Inteligensi visual-spasial ini juga berkaitan dengan bakat artistik dan kreativitas seseorang. Well, bakat artistik memang tidak menonjol pada semua orang, tapi apalah gunanya bakat tanpa banyak berlatih? Maka dari itu, sebagai penutup artikel ini, ingatlah untuk jangan takut apabila kamu baru memulai menggambar. Tak ada kata terlambat bagi siapa pun yang mau belajar.

Artikel Terkait

Leave a Comment