Image default

Lipstick Effect dan Manfaat Menggunakan Make Up

Dunia kecantikan saat ini sedang berkembang pesat terlebih di Indonesia. Banyak bermunculan produk-produk make up lokal yang menawarkan harga murah namun kualitas bagus dan tak kalah dengan produk high end. Ditambah lagi banyak bermunculan beauty guru yang sering memberikan tutorial dan review produk make up.

Banyak perempuan yang rela mengeluarkan uang untuk membeli produk make up seperti foundation, maskara, eyeshadow, blush on, lipstick dan lain-lain. Biasanya mereka menggunakan make up pada kegiatan sehari-hari dan aktivitas. Mereka menggunakan make up agar tampil lebih menarik. Bahkan dalam acara khusus tidak sedikit perempuan menyewa jasa make up artist dengan biaya yang cukup fantastis.

Produk make up pada umumnya termasuk kategori tersier. Namun, ternyata produk make up memberikan dampak yang luar biasa bagi kondisi ekonomi dan kondisi individu hingga ada sebutan fenomena lipstick effect. Yuk simak tulisan kali ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Sejarah Lipstick Effect

Tahun 2001 seorang Jurnalist bernama Nelson menuliskan sebuah artikel tentang lipstick effect. Saat dunia mengalami penurunan ekonomi yang seharusnya industri consumer good terdampak namun tidak bagi produk kecantikan. Para wanita akan mengurangi belanja barang-barang kecuali lipstik. Membeli lisptik sebagai bentuk kesenangan karena merasa tidak mampu membeli pakaian baru.

Sejak serangan teroris 11 September brand make up high end mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Brand yang mengalami peningkatan penjualan seperti Bobbi Brown, MAC, Estee Lauder dan lain-lain. Selama tiga minggu penjualan lipstik dan lip gloss dari brand MAC mengalami kenaikan sebesar 12%.

Pada tahun 2007 kondisi ekonomi di seluruh dunia mengalami penurunan lagi. Resesi pada tahun tersebut dianggap sebagai kondisi ekonomi terburuk. Penurunan ekonomi tersebut ditandai dengan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan aktivitas ekonomi.

Tingkat konsumsi produk pada tahun tersebut diprediksi akan sangat turun namun tidak bagi industri kecantikan. Salah satu contohnya perusahaan kosmetik terbesar di dunia yaitu L’oreal mengalami peningkatan penjualan produk sebesar 5.3% (Elliot & Baily, 2009).

Penelitian yang dilakukan oleh Hill dkk pada tahun 2012 menerangkan bahwa saat terjadi penurunan ekonomi para laki-laki dan perempuan akan mengurangi membeli barang furniture, elektronik atau barang kesenangan untuk hobi.

Namun, mereka akan tetap membeli barang yang berkaitan dengan penampilan fisik. Terlebih perempuan ia akan tetap memiliki keinginan membeli produk kecantikan termasuk lipstik. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan ingin tetap terlihat cantik meskipun sedang terjadi resesi ekonomi. (Nelson, 2001)

Manfaat Make Up

Banyak yang bilang bahwa laki-laki lebih senang jika perempuan tampil natural tanpa make up. Namun nyatanya, menggunakan make up dapat memberikan manfaat loh. Simak penjelasan berikut ini.

1. Meningkatkan kepercayaan diri

Kepercayaan diri salah satunya dipengaruhi oleh penampilan yang menarik. Menggunakan make up merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya tarik fisik. Semakin memiliki daya tarik fisik maka akan diiringi juga dengan kepercayaan diri yang meningkat.  

2. Meningkatkan positive mood

Menggunakan make up sama halnya dengan menggunakan pakaian yang bagus. Ketika tampil all out akan lebih terasa suasana menyenangkan. Selain itu, menggunakan make up merupakan kegiatan hal yang menarik. Menggunakan make up sama halnya ketika menghibur diri sendiri dengan nonton film atau jalan-jalan agar memiliki mood yang bagus. Jadi, tidak heran jika ada beberapa perempuan yang hanya di rumah saja tapi menggunakan make up.

3. Me time

Sesempit apapun waktu yang kamu miliki di pagi hari atau malam hari pasti akan selalu berusaha menyisihkan waktu berdandan sebelum berangkat ke suatu acara. Secara tak sadar, kamu memberikan waktu khusus untuk fokus pada dirimu sendiri, mencintai diri, dan merawat diri.

4. Menambah teman

Saat ini banyak perempuan yang tertarik dengan produk kecantikan. Banyaknya yang gemar dengan produk make up bisa dijadikan sarana untuk sharing dan menjadi topik pembicaraan saat ngobrol dengan teman. Ditambah lagi saat ini banyak platform yang mempertemukan para beauty enthusiast untuk saling bercerita pengalaman dalam menggunakan suatu produk

5. Meningkatkan kreativitas

Selain sebagai menambah kecantikan paras seseorang, make up bisa menjadi tempat untuk menuangkan kreativitas. Wajah bisa dijadikan sebagai tempat untuk melukis layaknya canvas. Kreativitas ini sering disebut dengan face paint. Sudah banyak para beauty enthusiast yang mencoba melukis di wajah dengan tema karakter kartun, pemandangan, hewan dan lain-lain.

6. Meningkat performansi

Penelitian yang dilakukan di Harvard pada tahun 2012 menunjukkan bahwa murid yang menggunakan make up memperoleh nilai yang lebih bagus. Artinya, ketika menggunakan make up akan mengubah suasana menjadi lebih menyenangkan sehingga saat mengerjakan tugas atau ujian akan lebih semangat dan akhirnya memperoleh hasil yang lebih bagus.

Referensi

  • Elliot, D., & Baily, M. N. (2009, June 15). The US Financial and Economic Crisis: Where Does It Stand and Where Do We Go From Here? Diambil kembali dari Brookings: https://www.brookings.edu/wp-content/uploads/2016/06/0615_economic_crisis_baily_elliott.pdf
  • Hill, S. E., Rodeheffer, C. D., Griskevicius, V., Durante, K., & White, A. E. (2012). Boosting beuaty in a economic decline: mating, spending and the lipstick effect. Journal of Personality and Social Psychology.
  • Nelson, E. (2001, November 26). Rising Lipstick Sales May Mean Pouting Economy and Few Smiles. Diambil kembali dari The Wall Street Journal: https://www.wsj.com/articles/SB1006731471172641080
  • Palumbo, R., Fairfield, B., Mammarella, N., & Domenico, A. D. (2017). Does make-up make you feel smarter? The “lipstick effect” extended to academic achievement. Cogent Psychology, 4, 1.

Artikel Terkait

Leave a Comment