Image default

8 Kunci Hubungan Langgeng

Menjalin hubungan spesial dengan seseorang tentu tidak hanya menghadapi hal-hal menyenangkan saja namun akan menghadapi hal-hal yang tidak mengenakkan. Dinamika tersebut dapat meningkatkan kualitas hubungan menjadi lebih baik dan menjadi lebih kuat. Apalagi, jika ada rencana untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Mempertahankan sebuah hubungan agar awet bukan merupakan hal yang mudah. Berikut kunci hubungan langgeng:

1. Memiliki Tujuan Hidup yang Sama

Bagi pasangan yang berencana untuk menikah, penting untuk memiliki visi misi yang sama dengan pasangan. Visi misi diibaratkan sebagai kota tujuan akhir yang mana untuk tiba di kota tersebut hanya ada satu jalan. Bagaimana bisa berjalan bersama-sama jika kamu dan pasanganmu menuju kota yang berbeda.

Visi misi dalam hidup menjadi tujuan atau pegangan. Dalam konteks ini, sebuah pasangan sebaiknya memiliki pandangan yang sama tentang karier, pendidikan, anak, keuangan dan lain-lain. Kalian bisa membicarakan ini secara perlahan-lahan agar hubungan langgeng hingga pernikahan.

2. Menerapkan Komunikasi Efektif

Salah satu prinsip pacaran langgeng adalah komunikasi yang baik. Ketika sedang marah, cemburu atau berbeda pendapat kita cenderung berbicara tanpa kontrol. Agar menghindari perilaku tidak terkontrol maka perlu menerapkan komunikasi efektif dengan cara yang asertif. Artinya menyampaikan pesan dengan tepat dan tanpa menyakiti perasaan orang lain.

Berikut contoh komunikasi efektif:

“Aku khawatir kamu pulang malam, besok-besok pulang lebih awal ya atau aku jemput kalau kamu pulang malam”

“Aku sedih kamu tiba-tiba batalin nonton di bioskop, lain kali jangan mendadak ya.”

Berbicara dengan asertif tentu tidak dengan nada yang tinggi, maka jika merasa emosi masih meledak-ledak kalian bisa tarik nafas tiga kali sebelum berbicara.

Sering mendengar anggapan bahwa laki-laki harus dituntut untuk peka terhadap kemauan perempuan tanpa harus diberi tahu. Komunikasi semacam ini disebut komunikasi pasif yang mana tidak tepat diterapkan dalam sebuah hubungan. Pasangan kalian bukan cenayang jadi jangan harap dia paham maumu tanpa diberi tahu.

3. Beri Ruang untuk Me Time

Memiliki pasangan bukan berarti harus menghabiskan waktu 24/7 bersama-sama. Beri ruang pasangan dan dirimu untuk me time. Tujuan me time agar bisa memiliki waktu untuk mengenal diri sendiri, mengembangkan potensi dan melepaskan stres.

Kehidupan pasanganmu pun tidak selalu tentang dirimu. Masih ada kehidupan lainnya seperti dengan keluarga, teman, rekan kantor dan lain-lain. Menjalin hubungan bukan berarti menutup hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

4.Selalu Menyelesaikan Permasalahan

Konflik adalah hal wajar yang dialami oleh pasangan. Tidak ada sebuah hubungan yang tidak memiliki masalah. Hal yang terpenting ketika menghadapi masalah yaitu selesaikan hingga tuntas.

Resolusi konflik yang baik adalah menghadapi bersama-sama dengan pasangan bukan menghindar. Maka, perlu berdiskusi dengan pasangan agar bisa melihat berbagai perspektif dan mengambil keputusan dengan tepat.

Konflik pun tidak selalu dianggap buruk. Kondisi tersebut bisa menjadi bahan evaluasi. Bahkan, bisa memperkuat hubungan dengan pasangan sehingga semakin langgeng.

5. Mengakui kesalahan dan meminta maaf

Saat  bertengkar dengan pasangan sering muncul ego untuk meminta maaf. Hilangkan rasa gengsimu lalu mulai lah meminta maaf tidak jatuh ke hubungan yang toxic. Pilih kata-kata yang menunjukkan minta maaf secara tulus.

Contoh yang kurang tepat:

“Aku minta maaf kalau aku ada salah”

“Aku minta maaf kalau aku bentak kamu”

Kata “kalau” diartikan sebagai “seandainya” yang mana secara implisit menunjukkan bahwa tidak menyadari kesalahan dan peristiwa tersebut tidak terjadi.

Contoh kalimat minta maaf yang tepat:

“Aku minta maaf karena aku bentak kamu.”

“Aku salah karena aku gak ngabarin kamu, aku minta maaf ya.”

Kata “karena” menjelaskan tentang alasan sehingga kalimat yang disampaikan menunjukkan bahwa secara penuh sadar telah melakukan kesalahan.

6. Jangan Mengubah Satu Sama Lain

Kepribadian seseorang bersifat permanen. Sepanjang hidup pasangan kalian akan cenderung memiliki karakter yang sama. Jangan pernah berharap seseorang akan berubah karena hal tersebut sesuatu yang tidak bisa dikontrol.

Namun agar hubungan tetap langgeng, kalian bisa mengontrol sikap kalian dengan kompromi atau beradaptasi. Pahami attachment style yang dimiliki pasangan agar bisa beradaptasi untuk membentuk hubungan yang lebih baik.

Consent dalam hubungan berkaitan dengan persetujuan dalam melakukan aktivitas yang lebih personal atau intim. Misalnya pegangan tangan, ciuman, pelukan, sentuhan atau aktivitas seksual. Jika salah satu pihak tidak berkenan maka tidak boleh memaksakan aktivitas tersebut.

Menjadi pacar seseorang bukan berarti memiliki hak penuh atas pasangannya.  Untuk memastikan keinginan pasangan maka consent perlu diperjelas secara verbal. Consent sangat penting dalam hubungan karena dengan adanya consent dapat menghindari kekerasan seksual dan menjaga hak setiap pihak.

8. Saling Mendukung Satu Sama Lain

Hubungan yang baik adalah sebuah hubungan yang membuat diri kalian berkembang. Setiap orang memiliki potensi dan cita-cita. Sebagai pasangan kalian harus memberikan dukungan sosial dengan maksimal.

Kunci hubungan langgeng terakhir adalah jangan pernah melarang pasangan kalian untuk ikut kegiatan atau aktivitas positif. Peran kalian cukup memberi dukungan dan masukan. Keputusan tentang cita-citanya, karir dan lain-lain adalah hak pribadi.

Ketika jatuh cinta dengan seseorang pun kita rela berusaha sekuat tenaga untuk memperolehnya maka ketika sudah mendapatkannya usaha tersebut pun tidak boleh luntur. Semoga tips di atas bisa membantu kalian untuk mengusahakan hubungan kalian menjadi lebih baik dan abadi.

Artikel Terkait

Leave a Comment