Image default

Kuliah Psikologi: Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Memilih Psikologi

Kamu sekarang tertarik dengan kuliah Psikologi, apalagi kamu sering jadi tempat curhat teman kalian. Namun, memilih jurusan merupakan salah satu keputusan terbesar sebagai pelajar.

Jurusan Psikologi sangatlah terkenal dengan motto “Ada Manusia Ada Psikologi”-nya. Statusnya sedang naik daun dan semua orang merasa cocok di psikologi. Tapi sebelum kamu langsung mendaftar tanpa pikir panjang, inilah beberapa hal yang harus diketahui sebelum memilih Psikologi!

Apakah Kamu Suka Berkolaborasi?

Meskipun ada banyak pilihan pekerjaan yang tersedia bagi pemegang gelar S1 Psikologi, mayoritas lulusannya akan bekerja di departemen yang membantu orang lain.

Apabila kamu akan bekerja di departemen tersebut, keseharianmu akan berfokus pada orang disekitarmu. Bekerja bersama individu untuk memperbaiki sikap buruk mereka atau mengajari mereka kemampuan yang berguna dalam keseharian.

Bila kamu sangat suka bekerja dan membantu untuk orang lain, maka kuliah Psikologi bisa menjadi pilihan yang sangat cocok untukmu!

“Terus, kalau saya maunya bekerja langsung di layanan kesehatan mental gimana?” Untungnya, Psikologi juga memberi akses kalau kamu ingin menempuh jalur itu. Kuliah psikologi memiliki banyak sekali pilihan subjek dan pilihan pekerjaan.

Ingin belajar mengapa kurang tidur bisa membuat masa depanmu suram? Bisa!

Tertarik bagaimana situasi sosial terbentuk dan ingin tahu cara mengatasinya? Bisa juga kok!

Penasaran dengan alasan dibalik pembelian batu bata “supreme”? Di Psikologi nanti juga diajarin kok!

Suasana kuliah psikologi

Apakah Kamu Bisa Menangani Stress?

Karir dalam pelayanan sesama bisa menjadi sangat menantang dan bermanfaat, tetapi perasaan frustrasi dan “Burn-Out” akan menjadi semakin umum. Namun, ada banyak kursus konseling dan managemen stress yang dapat membantumu menangani masalah pada lingkup kerja.

Sebagai tambahan diluar menyelesaikan tugas dan program yang diwajibkan oleh jurusanmu, ambil juga kesempatan untuk berpartisipasi dalam riset ataupun program sukarelawan yang disediakan universitasmu.

Apakah Kamu Berencana Masuk S2?

Pertanyaan ini menjadi salah satu ujung tombak terbesar di artikel ini.

Lulusan S1 Psikologi memiliki kesempatan bekerja yang terbatas (ini juga berlaku terhadap jumlah gajimu lho). Posisi besar seperti peneliti ataupun pekerjaan yang berhubungan dengan klinis akan seringkali membutuhkan gelar S2.

Sebagai contoh, apabila kamu ingin menjadi Psikolog yang mencatat dan menginterpretasi perkataan kliennya yang sedang tiduran di bangku. Kamu akan membutuhkan kuliah psikologi S2 untuk mendapat gelar M.Psi (profesi).

[irp]

Apa Saja Ketertarikanmu dalam Kuliah Psikologi?

Suka menyelesaikan puzzle? Permasalahan yang praktis mungkin? Atau mungkin.. Kamu lebih suka bereksperimen dengan ide-ide teoritis lainnya?

Sebelum memasuki jurusan apapun (khususnya psikologi) pertimbangkanlah preferensi dan ketertarikan kamu dalam jurusan tersebut. Karena di psikologi terdapat berbagai dislipin seperti Psikologi Islam, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, dan lain-lainnya yang membutuhkan persyaratan berbeda.

Kalau kamu tertarik dengan penjurusan yang lebih spesifik dari beberapa sub-dislipin diatas, lebih baik kamu konsultasikan dengan profesional, teman, ataupun orangtua.

Setelah membaca, perasaanmu bagimana? Apakah merasa bahwa psikologi cocok dengan kepribadian dan sifatmu?

Ditulis oleh: K. Lintang Mahadewa

Artikel Terkait

1 comment

Safira Inayatizzulfa Februari 8, 2021 at 7:16 AM

Yeyy.. InsyaAllah siap buat masuk di jurusan psikologi, kalo bisa juga mau sampai S2. Do’ain aku ya kakak”☺

Reply

Leave a Comment