Image default

Jenis-Jenis Spesialisasi Psikologi dan 20 Pilihan Karirnya

Teman-teman, pasti diantara kalian ada yang pernah ditanya orang, “Sebenarnya kalau kita belajar psikologi, kita bisa kerja di mana saja, sih?” atau “Eh, psikolog pasti kerjanya di rumah sakit jiwa, ya?” Apa saja sih jenis-jenis spesialisasi psikologi?

Nah, buat kalian yang masih bingung atau belum yakin mengenai profesi psikolog atau mengembangkan karir di bidang psikologi, tahukah kalian bahwa ternyata pilihan spesialisasi psikolog itu sangat luas dan beragam? Untuk selengkapnya, yuk kita tengok bersama-sama!

Jenis-jenis spesialisasi psikolog di bidang korporat

  1. Psikolog Forensik

Kalau kalian suka menonton serial ‘Sherlock’ atau film-film misteri kriminal, maka seperti itulah kira-kira peran psikolog forensik, mirip sekali dengan detektif. Secara umum, jenis spesialisasi psikolog ini sangat erat kaitannya dengan hukum dan kriminologi. Studi utama psikolog forensik adalah mengkaji hubungan psikologi dengan hukum. Maka dari itu, seorang psikolog forensik biasanya bertindak sebagai konsultan di bidang kriminal, khususnya dalam melakukan asesmen terhadap para tersangka kriminal dan menjadi saksi ahli di pengadilan.

  1. Psikolog Penerbangan

Siapa sangka bahwa dunia penerbangan juga membutuhkan psikolog? Ya, tugas utama psikolog penerbangan adalah melakukan asesmen terhadap perilaku pilot serta kru maskapai penerbangan. Mereka juga melakukan rekrutmen dan seleksi serta training seperti yang biasa dilakukan psikolog industri dan organisasi, namun dikhususkan kepada kru maskapai penerbangan. Selain itu, psikolog penerbangan juga bekerjasama dengan para insinyur dan psikolog-psikolog lainnya yang terkhusus di bidang teknis untuk mendesain komponen-komponen pesawat terbang agar nyaman digunakan oleh para kru dan aman bagi keselamatan penumpang.

  1. Biopsikolog

Biopsikologi adalah suatu ilmu yang menggabungkan ilmu psikologi dengan ilmu biologi. Maka dari itu, biopsikolog—atau psikolog biologi—adalah para ilmuwan yang mempelajari tentang bagaimana kerja otak mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan perilaku manusia. Berbeda dengan jenis-jenis spesialisasi psikologi lainnya, mereka juga menganalisis tentang akibat cedera otak terhadap perilaku manusia dan mengembangkan treatment terhadap gangguan mental, trauma, dan penyakit-penyakit otak dengan pendekatan biologi.

  1. Psikolog Klinis

Kita sudah sering mendengar tentang psikiatri, tapi apakah bedanya psikiater dengan psikolog klinis? Jawabannya, psikolog klinis adalah ilmuwan atau praktisi psikologi yang memfokuskan studi terhadap gangguan mental dan penyakit psikologis, melakukan terapi, serta membuat treatment plan untuk klien. Psikolog klinis biasanya akan kita jumpai di rumah sakit, klinik kesehatan, atau biro-biro psikologi. Oya, tahukah kalian? Psikolog klinis juga memiliki berbagai macam spesialisasi atau fokus, yang meliputi perawatan terhadap pasien penyalahgunaan zat, kesehatan mental anak, kesehatan mental dewasa, dan kesehatan mental lansia.

  1. Psikolog Pendidikan

Psikolog pendidikan sering disamakan dengan guru BK. Padahal, antara psikologi pendidikan dengan guru BK itu berbeda, lho! Psikologi pendidikan memiliki ruang lingkup fokus yang lebih luas daripada guru BK, yakni bagaimana faktor sosial, kognitif, dan emosional memengaruhi proses belajar mengajar. Selain itu, psikolog pendidikan juga melakukan asesmen terhadap bakat, inteligensi, dan melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang menyebabkan gangguan belajar atau learning disorder pada siswa. Mereka juga membantu guru menyusun silabus dan materi pembelajaran yang memaksimalkan hasil belajar siswa.

  1. Psikolog Teknik

Di antara jenis-jenis spesialisasi psikologi, pilihan karir ini salah satu yang paling unik. Apa jadinya kalau ilmu psikologi di-fusion sama teknik? Hasilnya adalah psikologi teknik atau mechanical psychology!

Psikolog teknik berfokus pada menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan manusia dengan meningkatkan mesin, peralatan, teknologi, dan lingkungan kerja. Hampir mirip dengan tugas psikolog penerbangan yang bekerjasama dengan insinyur, psikolog teknik berfokus untuk mengkaji bagaimana teknologi berguna untuk mempermudah kehidupan manusia, misalnya membantu merancang piranti rumah sakit atau menyempurnakan kegunaan produk yang biasa kita gunakan sehari-hari, seperti smartphone dan kendaraan bermotor. Keren, kan?

  1. Psikolog Industri-Organisasi/I-O

Sama halnya dengan psikolog klinis yang sering disalahartikan sebagai psikiater atau psikolog pendidikan yang disamakan dengan Bimbingan Konseling, psikolog industri-organisasi (I-O) sering dikerucutkan sebagai HRD atau manajer SDM. Sebenarnya, pendapat tersebut tidak salah, sih. Tapi sebenarnya, tugas psikolog I-O tidak terbatas pada manajemen sumber daya manusia, tetapi juga berperan sebagai konsultan terkait isu-isu industri dan organisasi. Oleh sebab itu, psikolog I-O harus peka terhadap tren dan isu-isu terkini dalam dunia bisnis dan memiliki pengetahuan terkait hubungan industrial.

Beberapa contoh tugas psikolog IO adalah mempelajari perilaku karyawan di tempat kerja, melakukan asesmen dalam rekrutmen dan seleksi karyawan, mengusulkan cara-cara meningkatkan produktivitas pekerja, dan merancang penilaian guna menyaring kandidat untuk peran pekerjaan tertentu. Selain itu, psikolog I-O juga bertugas melakukan training dan pengembangan untuk meningkatkan skill, kompetensi, dan efisiensi kerja karyawan, di samping mengusulkan langkah-langkah untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

  1. Psikolog Perkembangan

Psikolog perkembangan secara aktif meneliti tentang tugas-tugas perkembangan manusia di seluruh rentang hidup, dimulai dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga lansia. Gampangnya, psikolog perkembangan adalah mereka yang kalian butuhkan untuk berkonsultasi apabila adik kalian yang sudah TK terlambat bicara, atau ketika salah satu anggota keluarga yang sudah berusia lanjut mengalami stres karena merasa tidak produktif setelah pensiun. Tidak hanya dikaji untuk memperluas pengetahuan di bidang perkembangan, ilmu psikologi perkembangan juga seringkali digunakan oleh psikolog pendidikan untuk memahami tentang masalah perkembangan anak, khususnya yang berkaitan dengan proses belajarnya di sekolah.

  1. Psikolog Kognitif

Psikolog kognitif adalah jenis spesialisasi psikolog yang bertugas mengkaji proses kognitif manusia, khususnya yang berkaitan dengan berpikir, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah. Mereka memfokuskan penelitian terhadap cara otak belajar, menyimpan, mengenali, dan memanfaatkan informasi.

  1. Psikolog Konseling

Psikolog konseling memiliki tugas yang mirip dengan psikolog klinis. Mereka bertugas memberikan psikoterapi kepada orang-orang yang mengalami masalah perilaku, kesulitan emosional, stres, dan masalah-masalah lainnya yang terkait gangguan psikologis.

  1. Psikolog Komunitas

Psikolog komunitas melakukan riset terhadap isu-isu yang berkembang dalam komunitas tertentu. Isu-isu yang dikaji meliputi masalah individu hingga kelompok. Maka dari itu, tidak salah kalau psikolog komunitas banyak bekerjasama dengan organisasi pemerintah maupun non-pemerintah untuk melakukan psikoedukasi terhadap komunitas tertentu dan mengembangkan solusi yang bersifat real-time guna menyelesaikan permasalahan dalam komunitas tersebut.

  1. Psikolog Konsumen

Ternyata, keilmuan psikologi juga dibutuhkan dalam dunia bisnis, lho! Yep, sejumlah ilmuwan psikologi juga memilih jenis spesialisasi psikolog di bidang riset terhadap perilaku konsumen dan selera pasar. Riset ini nantinya akan digunakan untuk panduan dalam mengembangkan strategi marketing dan desain produk yang menarik konsumen.

  1. Psikolog Komparatif

Nah, mungkin ada yang bertanya-tanya, sebenarnya ada nggak sih psikolog hewan? Jawabannya, ada! Tapi, bukan berarti psikolog ini melakukan terapi untuk hewan, lho. Supaya lebih akrab, kita sebut saja mereka psikolog komparatif, karena tugas mereka adalah mengkaji perbedaan perilaku hewan dengan manusia. Meskipun jelas terdapat perbedaan besar perilaku kedua spesies ini, psikolog komparatif memiliki asumsi bahwa beberapa hal mungkin berlaku untuk semua spesies. Oleh karena itu mempelajari perilaku dan respon hewan seperti tikus dan anjing dapat memberikan wawasan tentang perilaku manusia juga. Pengamatan semacam itu telah terbukti penting sepanjang sejarah psikologi, sebut saja penelitian classical conditioning Ivan Pavlov, penelitian operant conditioning B. F. Skinner, dan teori imprinting Konrad Lorenz.

  1. Psikolog Cross-culture

Secara etimologis, cross-culture berarti lintas budaya. Psikolog-psikolog lintas budaya melihat bagaimana orang bervariasi di berbagai budaya dan bagaimana hubungan budaya memengaruhi perilaku. Mereka juga mengeksplorasi bagaimana aspek-aspek yang berbeda dari perilaku dapat bersifat universal atau bervariasi antar budaya yang berbeda.

  1. Psikolog Lingkungan

Psikolog lingkungan mengeksplorasi hubungan antara manusia dan lingkungannya, termasuk lingkungan alam serta lingkungan ciptaan. Ini mungkin melibatkan bekerja pada proyek konservasi, membantu melindungi spesies yang terancam punah, dan menyelidiki cara untuk menghentikan pemanasan global. Mereka biasanya bekerjasama dengan pemerintah untuk mempelajari dampak manusia terhadap lingkungan mereka, serta membantu menyusun kebijakan terkait pelestarian lingkungan.

  1. Psikolog Kesehatan

Psikolog kesehatan berpusat pada bagaimana psikologi, biologi, kelompok sosial, dan perilaku memengaruhi kesehatan, penyakit, dan kesehatan secara keseluruhan. Mereka bekerja dengan klien untuk membantu memaksimalkan kesejahteraan dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Maka dari itu, tugas-tugas psikolog kesehatan berkaitan dengan menyediakan psikoterapi, memberikan penilaian psikologis yang berbeda, mengajar orang tentang teknik koping yang berbeda, dan mendidik klien tentang perilaku hidup sehat.

  1. Psikolog Militer

Psikolog militer mempraktikkan ilmu psikologi dalam lingkungan militer. Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti menangani tentara yang memiliki gangguan mental atau tekanan emosional, meneliti berbagai aspek kehidupan militer, dan membantu transisi tentara kembali ke kehidupan sehari-hari sebagai warga sipil. Beberapa psikolog militer fokus pada melakukan psikoterapi dalam berbagai cabang militer, sementara yang lain menerapkan pengetahuan mereka tentang pikiran dan perilaku manusia untuk merekrut, memerangi stres, pelatihan, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan.

  1. Psikolog Kepribadian

Psikolog kepribadian mempelajari berbagai aspek kepribadian dan ciri-ciri individu memengaruhi kehidupan dan perilakunya sehari-hari. Topik-topik yang sering dibahas oleh psikolog kepribadian adalah bagaimana kepribadian membentuk manusia dan apakah kepribadian bisa diubah. Mereka mungkin juga menyelidiki apakah ciri-ciri kepribadian tertentu dikaitkan dengan penyakit atau gangguan tertentu, bagaimana kepribadian memengaruhi keputusan yang dibuat orang, dan banyak faktor yang berkontribusi pada pengembangan kepribadian.

  1. Psikolog Sekolah

Hampir sama dengan psikolog pendidikan yang berfokus pada proses belajar mengajar di sekolah, psikolog sekolah bekerja di lingkup yang lebih minor, antara lain membantu anak-anak mengatasi masalah emosional, akademik, sosial, dan perilaku di lingkungan sekolah. Mereka juga memainkan peran penting dalam sistem pendidikan. Biasanya, mereka akan bekerja sama dengan orang tua, guru, siswa, dan staf sekolah lainnya untuk memastikan bahwa lingkungan belajar siswa juga mendukung dan aman bagi proses belajar mengajar.

  1. Psikolog Sosial

Jenis spesialisasi psikolog terakhir adalah psikolog sosial. Psikolog sosial bertugas mengkaji perilaku kelompok, termasuk bagaimana orang berperilaku dalam pengaturan sosial dan bagaimana kelompok mempengaruhi perilaku individu. Pilihan karir juga menyelidiki berbagai topik terkait isu-isu sosial, antara lain sikap, prasangka, komunikasi, dan hubungan interpersonal.

Nah, demikianlah uraian mengenai jenis-jenis spesialisasi psikologi dan pilihan karirnya. Apakah setelah membacanya teman-teman sudah menentukan pilihan karir bagi lulusan psikologi? Atau mungkin, Teman-teman justru semakin bingung? Yah, apa pun pilihan spesialisasi psikolog yang Teman-teman pilih, ingatlah bahwa selama kita memiliki niat untuk belajar dan selalu bersungguh-sungguh, kesuksesan pasti bisa kita raih. Setiap manusia diciptakan unik dan memiliki interest yang berbeda-beda. Yang penting teguhkan hati, tetap semangat, dan jangan putus asa! Setuju?

Sumber:

Cherry, K. (2020, April 2). 20 Psychologist Specialties and Job Descriptions. Diambil kembali dari Verywellmind.

Artikel Terkait

Leave a Comment