Pernah gak sih kalian ngobrolin tentang hal yang berbau edukasi seksual, misalnya jenis-jenis penyimpangan seksual? Mungkin lingkungan kita masih menganggap tabu hal tersebut karena beberapa pemikiran orang-orang tentang hal yang berbau seksual itu biasanya hanya negatif saja. Padahal bisa saja kita lagi membahas orang-orang yang memiliki kelainan dalam preferensi seksual sebagai bentuk edukasi dan preventif, bukan topik nyerempet seperti seks bebas.

Edukasi seksual itu perlu diberikan ketika anak juga mulai beranjak remaja untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Kalau pandangan dari penulis sih, memang perlu barrier juga dalam edukasi seksual karena pengajaran seksual diperlukan pengawasan dari orangtua dan seiring dengan perkembangan anak juga akan diberi sesuai porsinya, tidak asal mengajarkan sejak dini. Edukasi topik seksual yang akan kita bahas pada tulisan ini adalah penyimpangan seksual.

Pengertian Penyimpangan Seksual

Penyimpangan seksual atau lebih dikenal dengan paraphilia adalah gairah seksual yang terjadi secara intens dan berulang pada hal-hal tertentu seperti barang, situasi, dan target yang mereka jadikan sebagai pelampiasan. Walaupun begitu, hal yang bersifat tidak biasa belum tentu dapat dikatakan sebagai paraphilic disorder karena belum tentu memenuhi kriteria paraphilic disorder.

Penyimpangan seksual yang termasuk gangguan psikologis mulai dikatakan sebagai penyakit apabila gairah seksual yang timbul karena paraphilic disorder terjadi dengan intens dan terjadi secara terus menerus, selain itu adanya gangguan stres yang mengakibatkan gangguan dalam kegiatan yang berhubungan dengan sosial atau kemungkinan untuk membahayakan orang lain (anak kecil contohnya).

Apa Saja Jenis-Jenis Penyimpangan Seksual?

Dalam buku DSM-5, ada berbagai macam penyimpangan seksual yang dapat terjadi pada seseorang. Terdapat pedoman diagnostik untuk mengenali secara detail hal tersebut.

Beberapa jenis-jenis penyimpangan seksual yaitu:

1. Fetishisme

Fetishisme adalah penyimpangan seksual yang mengandalkan benda mati atau non living object sebagai cara untuk memuaskan keinginan seksual. Rata-rata fetish mengarah pada hal yang biasa dipakai oleh manusia seperti pakaian tertentu.

Dapat dikatakan memiliki diagnosis fetishisme apabila objek fetish merupakan ‘sumber utama’ dari rangsangan seksual atau sangat diperlukan untuk mencapai respon seksual yang memuaskan.

Fantasi fetishistik adalah lazim dan tidak mengganggu apabila tidak menyebabkan penderitaan bagi individu.

2. Ekshibisionisme

Ekshibisionisme adalah kecenderungan secara repetitif dalam memamerkan alat kelamin kepada orang asing (biasanya di tempat umum) tanpa memiliki niat untuk mengajak ke hubungan yang lebih akrab.

Penderita ekshibisionisme akan merasa bergairah ketika melihat orang yang menyaksikan terkejut, takut, atau terpesona. Bagi penderita ekshibisionisme, sangat sulit untuk mengontrol hal tersebut karena merasa hal tersebut adalah keinginan yang susah dikendalikan.

3. Voyeurisme

Voyeurisme adalah kecenderungan seseorang untuk selalu melihat orang yang sedang berhubungan seksual atau menanggalkan pakaian. Biasanya hal tersebut akan diikuti dengan rangsangan seksual dan masturbasi tanpa sepengetahuan dari orang yang diintipnya.

Faktor adanya risiko tertangkap adalah salah satu bentuk kepuasan dari penderita voyeurisme. Penderita penyimpangan seksual jenis ini dapat dikategorikan kriminal karena aktivitasnya sering sekali tanpa persetujuan.

4. Pedofilia

Pedofilia adalah preferensi seksual menyimpang yang menetap terhadap partner pasangan, dimana partner pasangan tersebut biasanya anak-anak, dalam kasus tersebut biasanya pra-pubertas atau awal masa pubertas, baik laki-laki maupun perempuan. Pedofilia jarang ditemukan pada wanita.

5. Sadomasokisme

Sadomasokisme adalah preferensi terhadap aktivitas seksual secara yang melibatkan pengikatan atau menimbulkan rasa sakit atau penghinaan. Dinamakan masochism apabila individu yang suka untuk menjadi orang yang terkena rangsangan (seperti penghinaan atau rasa sakit) dan sadism apabila individu sebagai pelaku dari rangsangan tersebut.

Mengapa Penyimpangan Seksual Terjadi?

Penyimpangan seksual yang terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan secara gairah seksual sebelum mengalami pubertas. Penyebab penyimpangan seksual antara lain:

  1. Mengalami trauma atau anxiety yang memengaruhi perkembangan psikoseksual
  2. Pola umum yang seharusnya menjadi gairah tergantikan oleh pola lain
  3. Pola meningkatnya gairah seksual diasosiasikan dengan hal tertentu (contohnya adalah fetish)

Apakah Penyimpangan Seksual Dapat Terjadi Secara Bersamaan?

perilaku exhibisionisme seksual

Umumnya beberapa penyimpangan seksual dapat terjadi secara bersamaan, hal tersebut karena adanya keterkaitan antara satu gejala dengan gejala lain. Contoh sederhana adalah orang yang mempunyai gejala sadomasokisme memiliki kemungkinan untuk gejala fetishisme juga. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai gangguan preferensi seksual multipel.

Kesimpulan

Well, itu adalah beberapa tulisan di atas merupakan beberapa jenis preferensi seksual yang menyimpang (menurut buku DSM-5). Perlu dicatat bahwa aseksual menurut psikologi bukanlah penyimpangan seksual. Homoseksualitas, biseksual, dan transgender juga tidak diklasifikasi DSM-5 sebagai penyimpangan. Tulisan dari buku DSM-5 tersebut digunakan sebagai edukasi secara umum saja. Walau tulisan tersebut sebagai deskripsi singkat dari beberapa gangguan seksual agar kalian dapat memahami tentang gangguan preferensi seksual, tulisan tersebut hanya sebagai gambaran saja dan bukan untuk mendiagnosis diri sendiri ataupun orang lain. Jika kamu merasa orang di lingkungan terdekat seperti teman atau keluargamu memiliki indikasi maka kamu dapat mencoba untuk mengkomunikasikannya dengan orang yang profesional seperti psikolog.

Referensi:

Maslim, R. (2013). Diagnosis gangguan jiwa rujukan ringkas dari PPDGJ-III dan DSM-5. Jakarta: PT Nuh Jaya.

Brown, G. (2019), Overview of Paraphilic Disorders (Paraphilias). Retrieved from https://www.msdmanuals.com/professional/psychiatric-disorders/sexuality,-gender-dysphoria,-and-paraphilias/overview-of-paraphilic-disorders?redirectid=10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *