Image default

Jenis-Jenis Gangguan Psikologis Yang Umum Terjadi

Mengapa ketika kita membahas tentang kekerasan fisik atau verbal seringkali kita kaitkan dengan gangguan psikologis? Terdapat banyak jenis-jenis gangguan psikologis yang dapat menjadi alasan seseorang mengalami masalah kecanduan atau adiksi dan kondisi kesehatan mental dapat memburuk seiring dengan adanya penyalahgunaan obat-obatan. Apa kondisi yang dapat kita simpulkan dari sini?

Jenis-jenis gangguan psikologis yang diderita orang

Stigma Membuat Kita Enggan Mencari Tahu tentang Diagnosis Gangguan Psikologis

Walaupun gangguan mental sudah dipahami oleh banyak orang dan umum terjadi saat ini, tetap saja hal ini bukan hal yang dapat diterima oleh seseorang yang mengalaminya. Seseorang yang memiliki gangguan psikologis seringkali ragu untuk mengakuinya. Mereka merasa tidak nyaman untuk mencari tahu tentang diagnosis dari kondisi mentalnya karena takut dengan anggapan bahwa mereka tidak lagi “normal”. Dampak terburuknya, seseorang tidak menangani kesehatan mentalnya dengan tepat tapi “menyembuhkan” dirinya sendiri dengan obat-obatan terlarang atau alkohol serta menjauhkan pikiran dan perasaan yang tidak diinginkan, membuat orang tersebut berada dalam lingkaran setan gangguan mental dan penyalahgunaan zat.

Dual Diagnosis berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosa Gangguan Jiwa merupakan sindrom klinis atau gangguan mental yang menyangkut kondisi lain yang menjadi perhatian klinis. Gangguan tersebut termasuk pada penyalahgunaan NAPZA (Ulfah, 2015).

Jenis-jenis gangguan psikologis yang mengarah pada dual diagnosis:

  • Generalized Anxiety Disorder (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh

GAD mempengaruhi sekutar 6.8 juta orang dewasa atau 3.1% dari populasi U.S. dan hanya 43.2% dari mereka yang mendapatkan penanganan. Wanita dinyatakan dua kali lebih beresiko daripada pria. GAD sering terjadi bersamaan dengan depresi mayor/berat. Pelajari cara mengatasi kecemasan untuk membantu anda jika terdiagnosa GAD.

  • Bi-Polar Disorder (BPD) / Gangguan Bipolar
  1. Gangguan ini dapat dialami sebanyak 60 juta orang di seluruh dunia.
  2. Lebih dari sebagian penderita menyadari munculnya gejala pada rentang usia 15 hingga 25 tahun, tapi gejala tersebut dapat terjadi pada usia berapa saja.
  3. Tidak dapat disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol dengan tritmen tertentu.
  4. Bipolad Disorder terkadang disebut sebagai depresi manik.
  5. Pada episode manik beberapa penderita mengalami perubahan kondisi emosi drastis/moodswings tidak se-ekstrim pada penderita yang mengalami full manic episode. Hal ini disebut
  6. Seseorang dengan Bipolar Disorder sering juga mengalami jenis gangguan mental lainnya.
  • Eating Disorder / Gangguan Makan
  1. 13% dari wanita berusia diatas 50 tahun memiliki gejala eating disorder.
  2. Angka anak dibawah 12 tahun yang dirawat dirumah sakit karena memiliki gangguan makan mengalami kenaikan sekitar 119% dalam waktu kurang dari satu dekade.
  3. Gangguan makan memiliki angka kematian tertinggi dibandingkan gangguan mental lain, hampir satu orang meninggal setiap jam sebagai dampak langsung dari gangguan ini.
  4. Penderita tidak selalu orang yang kekurangan badan badan; sekitar 35% dari penderita binge eating dan 30% dari bulimia mengalami obesitas.
  5. Anorexia merupakan gangguan ketiga yang paling sering terjadi pada usia dewasa, setelah asma dan obesitas.
  6. Lebih dari 70% penderita gangguan makan tidak mencari pertolongan karena stigma, pemahaman yang salah, kurangnya edukasi, takut akan diagnosa, dan kurangnya akses untuk mendapatkan penanganan.
  • Psychotic Disorder / Gangguan Psikotik

Termasuk tapi tidak terbatas pada beberapa gangguan ini saja, yaitu Schizophrenia, Schizoaffective Disorder, Schizophreniform Disorder, Brief Psychotic Disorder, Delusional Disorder & Subtance- Induced Psychotic Disorder.

  • Panic Disorder (PD) / Gangguan Panik

Gangguan ini mempengaruhi sekitar 6 juta orang dewasa atau 2.7% populasi U.S. Wanita mengalami resiko dua kali terkena daripada pria.

  • Social Anxiety Disorder (SAD) / Gangguan Kecemasan Sosial

SAD mempengaruhi 15 juta orang dewasa atau 6.8% populasi U.S.

SAD secara umum dapat terjadi pada pria dan wanita pada usia sekitar 13 tahun/ Berdasarkan Survey ADAA (2007), 36% orang dengan social anxiety disorder melaporkan mengalami gejala sekitar 10 tahun sebelum mencari penanganan.

  • Specific Phobias / Fobia Khusus

Phobia spesifik/khusus mempengaruhi sekitar 19 juta dari orang dewasa atau 8.7% dari populasi U.S.

Wanita dua kali lebih beresiko daripada pria.

Gejala biasa muncul saat kecil pada usia sekitar tujuh tahun.

  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) / Gangguan Obsesif Kompulsif
  1. OCD mempengaruhi sekitar 2.2 juta orang dewasa atau sekitar 1% dari populasi U.S.
  2. OCD memiliki resiko yang sama pada pria dan wanita.
  3. Rata-rata terjadi pada usia 19 tahun dengan 25% terjadi pada usia 14 tahun. Sepertiga dari orang dewasa yang mengalami gangguan tersebut, memiliki gejala gangguan mental sejak anak-anak.
  • Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) / Gangguan Stress Pasca Trauma

PTSD diderita oleh sekitar 7.7% juta orang dewasa atau 3.5% dari populasi U.S.

Wanita memiliki resiko lebih besar menderita PTSD daripada pria.

Tindakan pemerkosaan menjadi penyebab paling banyak dari PTSD: 65% dari pria dan 45.9% dari wanita yang menjadi korban dinyatakan mengalami gejala ini.

Kekerasan seksual saat kecil adalah penyebab terkuat dari munculnya PTSD.

  • Obsesive-Compulsive Disorder (OCD) dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Sangat erat kaitannya dengan gangguan kecemasan, dimana seseorang dapat mengalaminya secara bersamaan, juga dengan depresi.

  • Major Depressive Disorder (MDD)
  1. Gangguan depresi mayor merupakan penyebab seseorang mengalami disabilitas pada usia 15-44 tahun di U.S.
  2. MDD diderita oleh 16.1 juta orang dewasa di Amerika atau 6.7% pada populasi U.S. di usia 18 tahun atau lebih.
  3. Walaupun MDD dapat berkembang di segala usia, median umur adalah sekitar 32.5 tahun.
  4. Prevalens i lebih tinggi pada wanita.
  • Persistent Depressive Disorder (PDD)

Sering disebut dengan distimia, yang merupakan salah satu bentuk depresi yang berlanjut hingga dua tahun. Berdampak secara utama pada 1.5% populasi U.S. pada usia 18 tahun atau lebih (sekitar 3.3 juta orang dewasa di Amerika). Hanya 61.7% dari usia dewasa penderita PDD yang menerima penanganan.

  • Jenis Gangguan Mental Lain yang Umum dan Terkait

Banyak orang dengan gangguan kecemasan juga mempunyai penyakit fisik, yang membuat gejala semakin memburuk sehingga penangannya pun lebih rumit. Maka dari itu penting untuk menangani baik kondisi mental dan kecanduan akan obat-obatan.

Jenis-Jenis Gangguan Psikologis yang Sering Terjadi Secara Bersamaan (Dual Diagnosis)

  • Depresi Berat dan Adiksi terhadap Stimulan/Penyalahgunaan Obat
  • Gangguan Panik dan Kecanduan/Penyalahgunaan alkohol
  • Skizofrenia dan Adiksi/Penyalahgunaan alkohol
  • Borderline Personality Disorder dengan Episode berupa adiksi/penyalahgunaan obat-obatan

Pada banyak kasus di atas, adiksi dan penyalahgunaan obat dapat menjadi penyebab munculnya gangguan mental, namun di kasus lain dapat menjadi menjadi dampak dari gangguan mental. Untuk penanganan dari gangguan yang terjadi bersama dan dual diagnosis, penanganan harus tertuju pada kedua hal tersebut, yaitu gangguan mental dan adiksi untuk memberikan dampak yang lebih maksimal.

Apakah Gangguan Mental dan Adiksi Mengganggumu?

Berdasarkan berbagai jenis-jenis gangguan psikologis di atas, apabila kamu merasa mengalaminya atau tidak begitu yakin atau memiliki kemampuan untuk menilai kondisi mentalmu sendiri – maka saat ini adalah waktu yang paling tepat bagi kamu untuk menemui profesional. Berhenti untuk mengkhawatirkan stigma yang ada. Karena dengan berfokus pada kondisi kesehatan mentalmu sendiri, maka kamu lah yang akan merubah stigma tersebut.

References :

Polansky, B. (2020, Februari 4). Most Common Psychological Disorders. Diambil dari https://firststepbh.com/blog/psychological-disorders/

Ulfah, N. (2015). Evaluasi Program Art Therapy Bagi Pasien Dual Diagnosis. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 4(1), 59.

Artikel Terkait

1 comment

Anisa Rahmah Humaira Februari 8, 2021 at 8:03 AM

Misalkan nih kak mau nangis tapi gak bisa nangis,mau cerita gak tau mau cerita apa tapi ada yang sesak di hati ini,ini teh termasuk gejala apa yahh

Reply

Leave a Comment