Image default

Gangguan Depresi Mayor: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Pengobatan

Depresi mayor, juga dikenal sebagai depresi unipolar atau gangguan depresi mayor, ditandai dengan perasaan yang sedih secara terus menerus atau berkurangnya minat pada stimulus dari luar. Unipolar menunjukkan perbedaan antara depresi mayor dan depresi bipolar, dimana bipolar mengacu pada keadaan yang terombang-ambing antara episode depresi dan mania.  Sebaliknya, depresi unipolar hanya berfokus pada simtom dan emosi negatif yang pernah dialami.

Saat ini penjelasan mengenai depresi mayor telah dipahami dengan baik melalui komunitas terkait dan dapat disembuhkan melalui kombinasi pengobatan dan terapi. Di bawah ini terdapat informasi mengenai gangguan ini yaitu tentang gejala, penyebab, data statistik, dan terapi profesional yang diterima apabila seseorang membutuhkan bantuan.

Menurut Biro Sensus Populasi AS dalam Karakteristik Demografis tahun 2005, rata-rata usia munculnya gangguan depresi adalah pada usia 32 tahun. Data pasien berdasarkan Journal of American Medical Association, depresi memiliki angka sebesar 20-26% untuk wanita dan 8-12% untuk pria di Amerika Serikat. Meskipun data tersebut tidak menggambarkan sebagian besar dari populasi, tapi sebagian besar dari jumlah penderita tersebut tidak melanjutkan proses perawatan atau tidak melakukan perawatan secara rutin. Oleh karena itu, wanita dinyatakan lebih memiliki resiko untuk mengalami gangguan depresi dibandingkan pria. Psychology today juga menyatakan bahwa pernyataan tersebut didukung dengan fakta bahwa wanita mengalami fluktuasi hormon, khususnya pada masa pubertas, persalinan, dan menopause.

Terdapat beberapa alasan mengapa wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami depresi, tapi gangguan ini seringkali muncul bersama dengan penyakit atau kondisi mental lain. Seperti yang dinyatakan oleh The National Institute of Mental Health bahwa seperempat dari pasien kanker, sepertiga pasien HIV, dan sepertiga penderita serangan jantung adalah penderita gangguan depresi mayor.

Namun, perlu diingat bahwa gangguan depresi mayor merupakan permasalahan serius bagi wanita maupun pria, dan jika tidak ditangani dapat berakibat fatal. Depresi dapat diatasi, seperti data oleh The National Institute of Mental Health yang mencatat bahwa sekitar 80% pasien yang menjalani perawatan untuk depresi berat menunjukkan perbaikan dalam rentang waktu empat hingga enam minggu. Hal ini meliputi proses : mulainya penanganan, psikoterapi, menghadiri konseling kelompok, atau kombinasi dari segala jenis terapi tersebut.

Gangguan depresi mayor

Penyebab Gangguan Depresi Mayor

Prevalensi depresi mayor yang tersebar luas. Penyebab depresi mayor juga sama banyaknya dan berasal dari berbagai sumber. Medical Journal Neuron mengutip bahwa genetika merupakan penyebab utama dari gangguan depresi mayor, dengan peningkatan resiko sekitar tiga kali lipat untuk MDD (Gangguan Depresi Mayor) pada tingkatan pertama dalam keturunan (orang tua, saudara, keturunan) dibandingkan dengan populasi pada umumnya. Hal ini menunjukkan bahwa satu-satunya faktor penentu dari gangguan depresi dapat ditemukan pada silsilah keluarga dan juga didukung dengan dasar fisiologis dan anatomis yang signifikan.

Penyakit dan kondisi medis yang terjadi bersamaan dapat menjadi faktor risiko serius dalam menghadapi episode depresi mayor. Seberapa besar pengaruh faktor anatomi dan fisiologis terhadap depresi berat tidak diketahui, tapi dianggap signifikan. Selain itu, gejala gangguan itu sendiri dapat menyebabkan depresi.

Misal (1) mengubah nafsu makan, makan berlebihan, atau kurang makan; (2) deregulasi jadwal tidur untuk mengimbangi ritme sirkadian. Menyesuaikan pola dan kebiasaan ini seringkali tidak akan mengatasi depresi, tetapi bisa menjadi langkah yang baik untuk meredakan gejala yang dialami bersama dengan perawatan yang profesional. Selain itu, terdapat faktor lain seperti sosial dan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan. Beberapa hal tersebut dapat menjadi alasan mengapa seseorang mengalami depresi berat/mayor.

“You are not your illness. You have an individual story to tell. You have a name, a history, a personality. Staying yourself is part of the battle.”

Julian Seifter

Jenis

Terdapat banyak jenis gangguan depresi mayor yang dapat membuat seseorang sulit menjalani aktivitasnya sehari-hari. Setiap jenisnya memiliki penyebab yang berbeda, tetapi biasanya melibatkan perasaan tidak tertarik pada aktivitas yang pernah disukai. Hal ini dibagi menjadi beberapa sub-tipe yang menentukan berapa lama diagnosis terhadap depresi yang dialami dan karakteristik yang terkait.

Seasonal Affective Disorder atau SAD dikategorisasikan sebagai penyakit yang disebabkan langsung dalam jangka waktu tertentu dalam setahun. Seperti namanya, gangguan ini kerap terjadi ketika musim dingin. The National Institute of Mental Health menyatakan bahwa SAD dapat diatasi dengan terapi cahaya, tapi setengah dari penderita SAD tidak membaik hanya dengan terapi cahaya. Konseling dan pemberian obat juga dibutuhkan untuk memaksimalkan penanganan.

Depresi psikotik terjadi ketika seseorang berhalusinasi atau meyakini sebuah delusi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat terjadi karena peristiwa traumatis atau depresi di masa lalu.

Depresi pasca persalinan merupakan kejadian umum yang terjadi pada Ibu karena adanya perubahan kondisi hormonal setelah melahirkan. Stres yang dirasakan dalam merawat anak dan kondisi hormonal dalam tubuh akan mempengaruhi suasana hati Ibu. The Canadian Mental Health Association menyatakan bahwa orang tua yang mengadopsi juga dapat menderita depresi ini.

Seseorang dengan depresi melankolis seringkali menunjukkan tanda-tanda depresi yang paling khas termasuk penurunan berat badan dan minat pada aktivitas yang pernah disukai. Depresi atipikal terjadi karena suasana hati dan interaksi sosial dengan orang lain. Gejalanya meliputi hipersomnia, rasa berat di anggota badan, dan kecemasan sosial.

Jika seseorang menderita depresi katatonik, kemungkinan besar mengalami masalah motorik dan perilaku. Bahkan, mungkin tidak dapat bergerak atau bergerak tanpa disengaja. Menurut US National Library of Medicine National Institute of Health , gejala katatonik sangat menganggu aktivitas sehari-hari pasien dan menjadi penghambat untuk menangani gangguan yang mendasari depresi.

Tipe depresi yang lain berdasarkan dari DSM-V, mencakup beberapa jenis gangguan depresi lainnya antara lain:

  • Gangguan depresi persisten (dysthymia)
  • Gangguan disforia pramenstruasi
  • Gangguan disregulasi suasana hati yang menganggu
  • Gangguan depresi dengan induksi zat/obat
  • Gangguan depresi akibat kondisi medis lain
  • Gangguan depresi tertentu lainnya dan gangguan depresi tidak spesifik (situasional)

Gejala Major Depressive Disorder

Terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terkait dengan penyebab depresi. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana seseorang berperilaku atau bereaksi terhadap suatu peristiwa yang dialami atau dirasakan. Tergantung pada jenis depresi yang dialami, gejalanya juga berbeda-beda.

  • Berpikiran negatif/ketidakmampuan untuk berfikir positif
  • Agitasi
  • Gelisah
  • Ketidakmampuan untuk fokus
  • Memarahi orang yang disayangi
  • Mudah marah
  • Menghindar dari orang yang dicintai dan aktivitas rutin yang biasa dilakukan
  • Sering tidur
  • Lelah dan lesu
  • Pikiran mengerikan dan ingin bunuh diri
  • Penurunan atau kenaikan berat badan

Pengobatan Depresi Mayor

Gangguan depresi mayor adalah kondisi yang sangat bisa diobati. Terdapat beberapa metode pengobatan untuk gangguan depresi mayor, antara lain psikoterapi, ECT (electroconvulsive treatment), dan terapi somatik lainnya. Namun, ECT hanya digunakan pada kondisi yang ekstrim. Psikiater dapat memberikan layanan psikoterapi dan memberikan resep antidepresan yang berbeda berdasarkan kebutuhan individu.

Jika kamu merasa mengalami gejala di atas, sesegera mungkin mencari bantuan dengan menghubungi seorang profesional. Kabar yang melegakan melihat kenyataan bahwa stigma terhadap gangguan depresi mayor semakin menurun beberapa tahun terakhir ini. Terdapat banyak informasi tentang depresi dan ahli profesional yang mampu membantu seseorang menghadapi depresinya. Berbicara dengan konselor atau profesional adalah langkah pertama untuk menjalani hidup yang lebih baik dan memuaskan.

Penulis: Lita Aprilia

Artikel Terkait

Leave a Comment