Image default

Flexing: Hobi Pamer Kekayaan

Pernah kah kalian bertemu orang yang suka memamerkan atau membanggakan sesuatu seperti kekayaan atau prestasi? Ada istilah untuk orang yang seperti itu loh. Iya, Flexing adalah sebutan untuk orang yang senang pamer.

Di sosial media pun banyak orang yang melakukan flexing. Apa sih yang dimaksud flexing dan mengapa mereka melakukan hal tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Flexing?

Flexing adalah kata populer atau slang yang merujuk pada perilaku pamer sesuatu. Kata ini sangat tepat untuk orang yang terlalu berlebihan menunjukkan tentang dirinya. Misalnya, selalu mengunggah konten setiap membeli barang baru, bercerita di sosial media tentang prestasi dan capaiannya atau membagikan foto liburan dalam jumlah yang banyak dan frekuensi yang sering.

Sosial media merupakan tempat untuk berbagai foto atau video sehingga banyak sekali orang-orang yang pamer harta dan pengalaman di sosial media. Mereka bisa membagikan kepada ratusan, ribuan atau bahkan jutaan orang. Apa yang ditampilkan di sosial media sangat terbatas sehingga mereka bisa mengatur foto atau video agar terlihat sempurna.  

Perilaku flexing dipengaruhi oleh beberapa intensi. Mereka ingin menunjukkan kepada dunia atas apa yang mereka miliki. Selain itu, mereka merasa iri dengan orang lain sehingga ia melakukan hal serupa. Terakhir, banyak orang yang membutuhkan perhatian dan validasi.

Hobi Pamer Bikin Susah Punya Teman

Flexing bisa terjadi dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat biasa hingga artis papan atas. Seperti yang biasa dilihat di berbagai media, hampir semua kalangan artis menggunakan mobil mahal, tas branded atau pakaian dari desainer.

Semakin mahal barang yang dimiliki menunjukkan status sosial yang tinggi. Apabila orang mampu membeli barang mewah makan dianggap orang kaya. Maka dari itu, semakin banyak penghasilan maka semakin tinggi status sosial.

Kenyataannya, terlalu berlebihan menceritakan tentang uang, kehebatan dan prestasi ternyata berpengaruh pada relasi sosial. Penelitian yang dilakukan Garcia, Weaver, & Chen, (2018) menemukan bahwa 66% orang cenderung memilih mobil mewah. Namun, kebanyakan orang memilih berteman dengan orang bermobil murah.

Ada beberapa orang yang dengan sengaja menggunakan barang mewah agar mudah masuk ke dalam sebuah pertemanan. Intensi tersebut tidak akan membantu kalian untuk memiliki teman. Pertemanan terbentuk secara suka rela dan tulus. Di samping itu, pertemanan akan terbentuk jika ada “klik” antar satu sama lain yang mana hal ini tidak bisa dibuat-buat.

Jumlah kekayaan akan menunjukkan status sosial. Namun jika dengan sengaja menceritakan harta kepada orang lain maka akan membuat orang lain merasa kebal dan terganggu. Padahal banyak sekali orang yang kaya atau bahkan masuk ke dalam daftar orang terkaya sedunia namun berpakaian sederhana.

Alasan Dibalik Orang Flexing

Perilaku flexing bisa dijelaskan dengan teori Individual Psychology milik Alfred Adler (Feist & Feist, 2010). Dalam teorinya, manusia termotivasi menjadi pribadi yang sukses karena pengaruh sosial. Artinya, motivasi muncul Ketika melihat sosok yang dianggap sukses.

Adler meyakini bahwa semua orang memiliki keinginan dasar untuk menjadi bagian dalam kelompok. Bila seseorang belum merasa seperti itu, ia sedang mengalami inferior. Ada kecenderungan orang akan menunjukkan sedang menuju kesuksesan atau superior.

Teori Alfred Adler pun bisa dilihat di sekitar kita. Ada selebriti yang berusaha tampil mewah agar bisa diterima dalam sebuah kelompok. Ada seseorang yang membuat cerita seolah-olah dirinya “wah” padahal hal tersebut untuk menutupi rasa inferior.

Perasaan inferioritas muncul karena ada pengalaman memalukan, ketidaksempurnaan dan perasaan kurang ketika berhadapan dengan orang lain. Jadi bisa dikatakan bahwa flexing adalah self defense mechanism.

Tips Menghadapi Orang Flexing

Pada umumnya orang yang flexing tidak menyadari bahwa dirinya sedang flexing. Hal tersebut diluar kontrol, jadi kita tidak bisa mengubah perilaku mereka. Namun, kita masih bisa mengontrol sikap kita jika berhadapan dengan orang pamer. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

1. Pahami mereka. Benaran flexing atau sharing?

Saat pertama kali bertemu seseorang, belum bisa melihat apakah dia hanya sekedar bercerita atau berniat pamer. Namun, jika setiap bertemu selalu bercerita tentang dirinya sendiri maka bisa menjadi indikasi orang tersebut sedang flexing. Sedangkan seseorang yang sharing hanya bercerita Sebagian dan tidak setiap saat menceritakan harta dan prestasinya.

2. Mengganti Topik Pembicaraan

Mengubah topik pembahasaan bisa menjadi salah satu cara menghadapi orang flexing. Gantilah topik dengan pembahasan yang menarik seperti hal-hal yang sedang trending. Kalian bisa mengubah topik pembicaraan di saat ada jeda.

3. Jangan Mempermalukan Di Depan Umum

Mungkin kalian merasa emosi mendengar orang pamer dan wajar jika terasa emosi. Namun kalian tidak berhak untuk mempermalukan di depan umum.

4. Tinggalkan mereka

Tips paling mudah yaitu tinggalkan mereka. Mendengarkan orang secara terus menerus pasti membosankan dan menyebalkan. Jika kalian tidak ada kesempatan untuk mengontrol topik pembicaraan, kalian bisa memilih untuk keluar dari percakapan. Bila di sosial media melihat orang flexing, kalian bisa menggunakan fitur mute.

Demikian pembahasan tentang flexing. Sebuah istilah popular yang akhir-akhir ini sering disebut.

References

  • Feist, J., & Feist, G. J. (2010). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba.
  • Garcia, S. M., Weaver, K., & Chen, P. (2018). The Status Signals Paradox. Social Psychological and Personality Science, 1-7.

Artikel Terkait

Leave a Comment