Image default

Cara Menjawab Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat Interview

Jobseekers atau pelamar kerja pasti pernah mendapatkan pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan diri saat interview kerja. Pertanyaan ini memiliki kesan cukup sederhana bagi sebagian pencari kerja atau pelamar kerja. 

Namun, pelamar kerja juga perlu berhati-hati dalam menjawab pertanyaan ini. Hal ini dikarenakan jawaban dari pertanyaan ini tidak hanya untuk menyebutkan kelebihan dan kekurangan saja.

Artikel sebelumnya sudah membahas tentang wawancara kerja secara umum. Artikel ini akan membahas pertanyaan kelebihan dan kekurangan diri agar pelamar kerja mendapatkan gambaran dan menjawab dengan tepat.

Sebelum membahas tentang cara menjawab kelebihan dan kekurangan diri, simak tips berikut agar kamu lebih lancar dalam menjawab pertanyaan tersebut: 

Tips Menjawab Kelebihan dan Kekurangan Diri

1. Kenali Kelebihan dan Kekurangan Diri

Sebelum kamu mengikuti interview kerja, alangkah baiknya jika pelamar kerja mengingat dan menulis kembali kelebihan dan kekurangan diri. Ingatlah kembali kelebihan dan kekurangan diri ketika dalam suatu proyek, kepanitiaan, organisasi, magang, atau pekerjaan sebelumnya. Hal ini dapat mempermudah pelamar kerja untuk menunjukkan relevansi kelebihan dan kekurangan saat bekerja.

Jika kamu kesulitan untuk mengingat kelebihan dan kekurangan diri, kamu bisa minta pendapat teman yang ada dalam satu proyek/organisasi/magang/pekerjaan sebelumnya. Mintalah feedback dari kolega agar mempermudah kamu mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Terbukalah dalam menerima feedback dari kolega. 

2. Jujur dengan Kelebihan dan Kekurangan Diri

Pelamar kerja diharapkan untuk dapat jujur untuk menjawab pertanyaan ini. Hal ini dikarenakan interviewer atau wawancara ingin melihat kesesuaian antara pekerjaan yang kamu daftar dengan kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki. Tidak hanya itu, interviewer ingin melihat kesesuaian dengan budaya yang ada di perusahaan.

Selain itu, interviewer juga ingin melihat bagaimana pelamar kerja dapat mengatasi kekurangan diri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui usaha apa saja yang sudah dilakukan untuk mengatasi kekurangan diri agar tidak terlalu mengganggu proses kerja nantinya.

3. Berlatih sebelum Interview

Berlatih interview juga sangat penting untuk mempersiapkan dirimu lancar untuk menjawab pertanyaan ini. Penelitian menunjukkan bahwa berlatih interview sebelum bertemu pewawancara sesungguhnya dapat meningkatkan kepercayaan diri. 

Berlatih interview ini dapat dilakukan di depan kaca, merekam diri saat interview, roleplay interview dengan teman, atau mengikuti kelas sukses dalam interview kerja. Lihatlah kembali performa interview mu jika kamu merekamnya. Selain itu, mintalah feedback dari temanmu agar kamu dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki ketika menjawab pertanyaan dari interviewer atau pewawancara. 

4. Percaya Diri

Tampillah percaya diri ketika bertemu dengan interviewer atau pewawancara. Tips sebelumnya sudah menjelaskan bahwa berlatih dapat meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, kamu dapat mendengarkan pengalaman kesuksesan dari orang lain ketika interview kerja agar dapat meningkatkan kepercayaan dirimu. 

5. Menceritakan kelebihan dan kekurangan diri dengan konsep STAR

Menceritakan kelebihan dan kekurangan diri ini akan lebih baik jika diceritakan dengan STAR. Apa itu STAR? STAR sendiri memiliki kepanjangan Situation, Task, Action, dan Result.

Ketika kamu dapat menceritakan kelebihan dan kekurangan diri dengan STAR dalam wawancara ini maka kamu akan mendapatkan poin plus. Hal ini dapat menunjukkan bukti dalam situasi tertentu pada pengalaman ketika bekerja pada posisi sebelumnya atau saat pengalaman dalam organisasi. 

Contoh Cara Menjawab Kelebihan dan Kekurangan Diri

Menjawab kelebihan dan kekurangan diri akan lebih disukai ketika kamu menjelaskan berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Selain itu, kamu juga dapat menjelaskan kelebihan dan kekurangan diri dalam pengalaman sebelumnya pada pekerjaan atau organisasi.

Menjawab kelebihan diri

“Jadi, saya dapat banyak mendapatkan review dari organisasi BEM saya jika saya orang yang teliti. Dari review ini, saya juga mengingat kembali pekerjaan saya ketika berada di BEM.

Saya yakin bahwa saat saya bekerja di BEM saya selalu memeriksa kembali data yang akan dikirimkan kepada pihak universitas. Selain itu, saya juga dijadikan tempat terakhir ketika memeriksa surat perijinan yang akan dikirimkan pada universitas. Saya memeriksa kalimat dan kata yang ditulis, saya memeriksa typo.”

“Ketika saya bekerja di perusahaan X sebagai sales salah satu kelebihan saya adalah dapat menghadapi tekanan kerja yang tinggi. Saya bertugas seperti halnya sales pada umumnya yang menjual produk kepada konsumen dengan target yang sudah ditentukan. Pada saat itu, saya mendapatkan tambahan target dari atasan untuk dapat menjual produk kami. Padahal, saat itu waktu yang diberikan hanya tinggal 4-5 hari. Target yang diberikan juga sangat besar, saya harus mendapatkan 100 juta dalam waktu yang singkat. Namun, saya tetap dapat memenuhi target tersebut tepat pada waktunya. Saya berusaha mencari konsumen yang memang membutuhkan produk kami.”

Menjawab kelemahan diri

“Hal yang perlu saya perbaiki dari kekurangan saya salah satunya adalah saya orang yang terlalu jujur dalam memberikan pendapat kepada orang lain. Waktu menjabat menjadi kepala divisi di salah satu lembaga mahasiswa, saya mendapatkan feedback dari teman-teman saya jika saya orang yang terlalu jujur dalam memberikan pendapat sehingga membuat orang lain sering kali sakit hati mendengar pendapat saya.

Pada saat itu, saya pernah membuat salah satu teman divisi saya menangis karena mendengarkan pendapat saya tentang dirinya. Bagaimana saya memperbaikinya? Saya meminta pendapat dan belajar dari kakak angkatan saya bagaimana menyampaikan pendapat agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Saran dan masukan dari kakak angkatan ini saya terapkan. Akhirnya, saya dapat dapat merubah gaya bicara saya lebih diplomatis. Feedback berkala dari teman-teman lembaga mahasiswa juga lebih positif berkaitan dengan gaya bicara saya yang lebih diplomatis.”

“Salah satu kekurangan saya ketika bekerja sebelumnya di kepala tim riset perusahaan Z adalah saya sering atau mudah marah kepada anggota tim yang melakukan kesalahan dalam bekerja. Saya lebih sering meluapkan emosi marah saya secara langsung kepada anggota tim karena melakukan kesalahan prosedur atau  kesalahan dalam membuat rancangan riset.

Tugas saya disini sebagai kepala tim riset salah satunya adalah memastikan bahwa riset dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prosedur. Namun, anggota tim saya sering kali melakukan kesalahan sehingga saya mudah marah. Hal ini tidak seharusnya dibenarkan karena emosi marah saya dapat menurunkan harga diri anggota tim saya. Saya sering kali mendapatkan feedback dari atasan saya untuk lebih mengontrol emosi saya ketika terjadi kesalahan. Saya mencoba untuk memperbaiki hal ini dengan berkonsultasi dengan atasan saya dan juga kepada konsultan di dalam perusahaan.

Selain itu, saya juga belajar mengontrol emosi saya dengan mencari referensi entah itu dari online seperti youtube ataupun offline dengan membaca buku. Selama kurun waktu beberapa bulan, saya dapat mengontrol emosi marah saya sehingga lebih halus untuk dapat memimpin kelompok riset perusahaan.“

Terkadang menjawab kelebihan dan kekurangan diri menjadi suatu momok untuk pelamar kerja. Hal ini dikarenakan pelamar kerja dituntut untuk mengekspos kelemahan yang dimilikinya. Namun begitu, penting untuk menjawab pertanyaan ini dengan jujur.

Tidak hanya itu, pertanyaan ini bertujuan untuk dapat melihat bagaimana pelamar kerja dapat mengatasi permasalahan kekurangan diri ini. 

Menjawab pertanyaan ini memang sedikit tricky, jadi bagi kamu pelamar kerja jangan lupa untuk menerapkan tips and trick dari kampuspsikologi.com ya. Selamat mencoba!!

Artikel Terkait

Leave a Comment