Image default

Menemukan dan Mengenal Diri Melalui Teori Johari Window

Pernahkah kamu diminta untuk menjelaskan tentang dirimu dan kamu merasa kesulitan? Atau mungkin kamu pernah berselisih paham dengan orang lain mengenai dirimu? Kamu merasa dirimu A, tetapi orang lain mengatakan dirimu B. Salah satu teori psikologi bernama Johari Window bisa membantumu menyelesaikan masalah tersebut melalui mengenal diri sendiri.

Tentang Teori Johari Window

Teori Johari Window merupakan salah satu teori psikologi yang digagas oleh dua orang psikolog Amerika bernama Joseph Luft dan Harrington Ingham pada tahun 1955. Model ini kemudian dipublikasikan oleh jurnal “The Western Training Labroratory in Group Development” dari University of California Los Angeles hingga akhirnya banyak digunakan oleh para akademisi di bidang Psikologi.

Teori Johari Window juga disebut dengan teori kesadaran diri mengenai perilaku maupun pikiran yang ada dalam diri sendiri maupun di dalam diri orang lain (Osmanoğlu, 2019). Teori ini mengajari kita untuk memahami diri sendiri tidak hanya dari perspektif pribadi namun juga melibatkan pandangan orang lain.

Oleh karena itu, selain baik untuk diri sendiri, menerapkan gagasan dalam teori ini juga dapat membantu suatu kelompok dalam memahami anggotanya satu sama lain sehingga tercipta kelompok yang harmonis (Chandge, 2018).

Teori psikologi ini menyebutkan bahwa dalam diri seseorang terdapat 4 bagian yang disebut dengan panel jendela atau kuadran, setiap kuadran menggambarkan informasi mengenai perasaan, perilaku, pandangan, intensi, dan motivasi mengenai diri seseorang (Chandge, 2018). Melalui ke-empat kuadran ini kita dapat mengetahui bagian lain dari diri kita (Garagna, 2003).

kuadran open self, blind self, hidden self, dan unknown self

Empat Kuadran dalam Diri

Menurut Chandge (2018), keempat kuadran dalam Johari Window memiliki area dan peran yang berbeda-beda. Sumbu horizontal menggambarkan pengetahuan individu, sedangkan sumbu vertikal menggambarkan pengetahuan kelompok. Secara lebih rinci, hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Kuadran 1 atau open self adalah daerah terbuka yang menunjukkan perilaku dimana seseorang sadar dan bersedia untuk dibagikan ke orang lain. Dengan kata lain kuadran ini menunjukkan perilaku yang kita dan orang lain sama-sama ketahui.

Kuadran 2 atau blind self adalah daerah buta yang menunjukkan sifat dan perilaku yang dimiliki seseorang namun tidak ia kenali, akan tetapi dikenal oleh orang lain. Terkadang suatu masalah atau kelemahan hanya dapat dilihat oleh orang lain.

Kuadran 3 atau hidden self adalah daerah tersembunyi yang menunjukkan perilaku yang dimiliki seseorang, yang ia kenali namun tidak bersedia untuk dibagikan pada orang lain sehingga orang lain tidak tahu.

Kuadran 4 atau unknown self adalah daerah misteri yang menunjukkan perilaku, sifat, motivasi, serta intensi yang dimiliki seseorang namun tidak diketahui baik dirinya ataupun orang lain. Hal ini bisa jadi merupakan potensi tersembunyi dari diri seseorang yang belum diketahui.

Mengenal Diri dengan Johari Window

Lantas dari keempat kuadran tersebut bagaimana cara kita untuk meningkatkan kesadaran akan diri sendiri? Caranya ialah dengan memperluas area open self atau kuadran 1 dengan membuat orang lain tahu dan kita juga tahu. Kita bisa memulainya dengan bertanya pada diri dengan pertanyaan “Menurutku, Aku adalah orang yang seperti apa? Apa yang kira-kira orang lain lihat tentang diriku?”.

Kita bisa menuliskan secara jujur mengenai pertanyaan diatas agar bisa lebih memahami diri sendiri. Selain itu, kita juga bisa memperkecil kuadran 2 atau area blind self karena di area ini kita tidak mengenali diri kita. Justru, orang lain yang lebih tahu. Hal ini tentu perlu diperbaiki karena menunjukkan bahwa kita tidak mengenal diri sendiri.

Lalu, bagaimana cara memperkecil area blind self? Kita bisa memulainya dengan bertanya pada orang lain. Yups! Cara ini mengajari kita untuk mengenal diri secara tidak sendiri. Setiap orang dapat dikatakan memiliki blind spot masing-masing. Blind spot kita lebih mudah disadari oleh orang lain daripada diri sendiri.

Area blind spot ini bisa kita ketahui dengan bertanya pada beberapa teman dekat dengan pertanyaan “Menurutmu, aku adalah orang yang seperti apa?”. Jawaban yang disebutkan oleh teman dekat kita yang ternyata tidak ada dalam list open self, bisa jadi hal itu adalah area blind spot yang selama ini tidak kita sadari.

Namun, tidak semua pendapat orang lain harus kita terima karena tidak semua pendapat orang lain tentang diri kita benar adanya. Kita bisa menyaring pendapat mana yang kira-kira relevan dan kita juga bisa membuang pendapat yang tidak relevan. Dengan begitu kita tetap dapat hidup dengan kepercayaan yang kita pegang sendiri.

Kemudian bagaimana dengan kuadran 3 dan 4? Pada kuadran 3 biarkan keduanya tetap balance. Memang terdapat beberapa hal dalam diri yang cukup kita saja yang tahu, orang lain tidak perlu mengetahuinya. Kuadran 4 atau unknown self yang dapat dikatakan sebagai locked area,tidak perlu kita rubah lagi karena diri sendiri maupun orang lainpun tidak ada yang memahami area ini.

Sebagian area ini bisa jadi akan muncul ketika terdapat moment tertentu atau hal-hal yang belum kita coba sebelumnya yang ternyata bisa kita lakukan. Oleh karena itu, untuk menemukannya kita bisa menggunakan prinsip “Mulai atau coba dulu aja”.

Manfaat Mengenal Diri Sendiri

Banyak manfaat yang kita dapat dari mengenal diri sendiri. Menurut Osmanoglu (2019) manfaat dari mengenal diri antara lain meningkatkan subjective well being seiring dengan meningkatknya hubungan yang positif dengan orang lain. Selain itu, dengan lebih memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri kita dapat menjadi pribadi yang lebih percaya diri, meningkatkan resiliensi, memiliki tingkat regulasi diri yang tinggi, menjadi lebih dewasa, dan mampu mengatasi stres atau tekanan dalam hidup.

Selain berperan banyak terhadap diri sendiri, mengenal diri melalui Johari Window juga banyak digunakan oleh para trainer dalam membentuk tim yang solid dan harmonis (Chandge, 2018). Dengan menggunakan teknik Johari Window, antar anggota tim dapat mengetahui dan memahami pribadi masing-masing sehingga meningkatkan efektivitas dalam komunikasi tim. Komunikasi yang lancar menjadi salah satu kunci keberhasilan suatu kelompok.

Nah, itu tadi cara untuk mengenal dan menemukan diri sendiri melalui Teori Johari Window. Kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan pemahaman akan diri sendiri. Yuk dicoba!

Referensi:

Artikel Terkait

Leave a Comment