Image default

5 Cara Mengatasi Overthinking, Berhenti Berpikir Berlebihan

Apakah kamu termasuk kaum yang saat mau tidur tiba-tiba kepikiran tentang masa lalu dan masa depan? Apalagi liat postingan Instagram teman-teman sudah ada yang sidang, dapat kerjaan, lanjut S2, tunangan dan nikah bikin makin kepikiran dan membandingkan pencapaian mereka dengan diri sendiri. Jika iya, maka kamu mengalami overthinking.

Sudah bukan hal yang asing lagi ketika berbicara tentang overthinking. Nah, sebetulnya apa sih overthinking dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Overthinking

Overthinking adalah berpikir secara berlebihan tentang masa lalu maupun masa depan yang memicu perasaan takut atau khawatir. Tubuh berada di masa kini tetapi pikiran diotak sulit dikendalikan sehingga pikiran melalang buana ke masa lalu dan masa depan.  Pikiran-pikiran tersebut bica muncul karena pengalaman bersalah, memalukan atau cemas akan masa depan.

Khawatir tentang sesuatu yang berlebihan dan tidak bisa mengendalikan pikiran? Khawatir memikirkan sebuah masalah tapi tanpa menyelesaikan dengan sungguh-sungguh? Hal ini termasuk overthinking.

Misalnya kamu berpikir “kenapa ya dulu aku nolak pekerjaan itu”.

“Aduh besok ada presentasi sama direktur, takut banget kalau ngomongnya gak lancar”

“Kayanya kemaren aku salah ngomong deh, duh malu banget”

“Kira-kira besok aku bisa punya gaji 50 juta gak ya”

“Aduh takut kalau besok gak bisa beli rumah mewah”

Dampak dari overthinking dapat berpangaruh pada kondisi psikologis. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Johnson & Whisman (2014) menunjukkan bahwa wanita 2 kali lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan pria. Hal ini disebabkan karena perempuan cenderung lebih sering overthinking.

Selain itu, jika seseorang sering overthinking serta memiliki sedikit harapan maka ia akan mengalami depresi (Sun, Tan, Fan, & Tsui, 2014). Bisa juga penyebabnya adalah merasa rendah diri karena suka membandingkan diri dengan orang lain.

Bagi orang yang sering overthinking, dapat mengganggu kualitas tidur. Overthinking merupakan sumber utama seseorang susah tidur. Sudah siap-siap tidur namun tiba-tiba teringat pengalaman memalukan di masa lalu atau keraguan pada masa depan. Apabila susah tidur maka jumlah jam tidur berkurang yang dapat mengakibatkan kondisi badan kurang fit pada pagi hari.

Cara Mengatasi Overthinking

Overthinking membuat kita lupa akan masa kini. Kita terlalu memikirkan hal yang sudah tidak bisa diubah pada masa lalu dan terlalu memikirkan sesuatu hal yang tidak bisa dikontrol hingga tidak bisa menikmati saat ini.  Berikut 5 cara untuk mengatasi overthinking:

1. Mindfulness

Mindfulness adalah sebuah metode yang berfokus pada kesadaran dan merasakan pengalaman saat ini. Metode ini mengarahkan untuk menikmati momen-momen yang dirasakan sekarang. Pembahasan lengkapnya pernah dibahas di artikel ini.

Mindfulness dapat dilakukan dengan meditasi selama 10-15 menit dengan iringan lagu instrumental yang menenangkan. Lakukan meditasi setiap hari di tempat yang tenang agar tidak mudah terdistraksi. Duduk dengan posisi tegak dan ambil nafas perlahan-lahan.

Selain itu, setiap makan coba lah menikmati makanan tanpa terburu-buru. Kunyahlah makanan sebanyak 32 kali. Rasakan setiap gigitan dan kunyahan.

2. Mengalihkan dengan kegiatan

Overthinking dapat diatasi dengan mengalihkan pikiran pada kegiatan. Lakukan kegiatan yang kamu sukai atau melakukan hobi. Saat melakukan hal yang disukai, maka kita akan merasa senang sehingga pikiran-pikiran negatif bisa hilang.

Salurkan energimu pada kegiatan yang positif. Kamu bisa melakukan olahraga kesukaanmu seperti lari, basket atau sepak bola. Contohnya lainnya kamu bisa chill sambil dengerin lagu kesukaan dan nonton film.

3. Ngobrol dengan orang lain

Ngobrol dengan orang lain dan mengutarakan pikiran-pikiranmu yang ada diotak. Selain membuat lega, bisa mendapat perspektif yang berbeda dari mereka. Bisa saja, apa yang kita pikirkan sebetulnya hal sederhana namun pikiran kita yang rumit seperti benang ruwet.

4. Menulis

Terkadang kita tidak bisa bergantung pada orang lain. Mungkin  mereka sibuk dengan pekerjaan dan urusannya. Selain itu tidak semua hal dapat diceritakan ke banyak orang.  Maka, kamu bisa mencurahkan seluruh pikiran dan perasaanmu pada tulisan.

Jika bingung mau cerita kepada siapa, kamu bisa tulis dibuku diary, laptop, hp, atau kertas. Kamu bisa menuliskan seluruh pikiranmu dan perasaanmu. Menulis sebagai cara yang aman karena tidak ada judgment dari orang lain.

5. Fokus pada solusi

Saat overthinking pikiran kita lebih berfokus pada masalah yang dihadapi. Terlalu fokus pada masalah tidak akan menyelesaikan.  Fokus lah pada solusi dan rencana tindakan.

Misalnya besok pagi ada agenda presentasi. Malam harinya kamu merasa cemas dan takut jika gagap atau blank. Daripada memikirkan sesuatu hal yang belum pasti terjadi lebih baik melakukan sesuatu hal preventif dengan latihan atau menyiapkan bahan presentasi.


Overthinking memakan banyak waktu untuk memikirkan sesuatu hal yang tidak penting dan belum pasti. Pikiran yang rumit membuat kita sulit menikmati dan merasakan bahagia. Fokus lah pada masa kini, lupakan masa lalu dan tenanglah akan masa depan.

References

  • Johnson, D. P., & Whisman, M. A. (2014). Gender differences in rumination: A meta-analysis. Personality and Individual Differences, 367-374.
  • Sun, H., Tan, Q., Fan, G., & Tsui, Q. (2014). Different effects of rumination on depression: key role of hope. International Journal of Mental Health Systems, 53.

Artikel Terkait

Leave a Comment