Melihat pencapaian teman seharusnya ikut merasa bahagia, bukan? Namun, banyak orang merasa iri atau insecure setiap melihat postingan teman-teman ada yang sudah sidang skripsi, wisuda, dapat pekerjaan, liburan, nikah dan lain-lain. Perasaan tersebut  memicu untuk tidak mau membuka sosial media lagi karena dianggap isinya hanya orang pamer.

Perasaan iri muncul ketika sedang merasa rendah diri atau tidak menyadari tentang diri sendiri. Jangan sampai perasaan ini mengganggumu untuk terus berkembang dan meraih cita-citamu. Maka dari itu, simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu Insecure?

Insecure adalah permasalahan pada dalam diri yang digambarkan dengan ketakutan, kecemasan, rendahnya self esteem, tidak stabil, kurang merasa aman, merasa terancam dan kurang memiliki dukungan sosial (Vornanen, Torronen, & Niemela, 2009).

Menurut American Psychological Association, insecurity adalah perasaan tidak mampu, kurang percaya diri, tidak mampu mengatasi ketidakpastian, cemas pada tujuan hidup dan cemas untuk berinteraksi dengan orang lain.

Faktor eksternal seperti pendidikan, kehidupan kerja, lingkungan tempat tinggal dan status sosial dapat menyebabkan insecure. Masyarakat secara tidak langsung memiliki standar pencapaian seseorang. Apabila kondisi pribadi belum mencapai harapan masyarakat memicu rasa insecure.

Misalnya, masyarakat menganggap bahwa usia 25 tahun sudah sewajarnya memiliki pekerjaan tetap, mulai membangun rumah dan menikah. Apabila pada usia tersebut belum memenuhi ekspektasi masyarakat dianggap tidak sukses. Padahal, masing-masing orang memiliki rencana dan proses yang berbeda.

Cara Mengatasi Insecure

Insecure sering terjadi ketika membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Insecure pun dapat memberikan dampak negatif bagi diri sendiri. Maka dari itu, berikut cara agar tidak insecure:

1. Fokus pada kelebihan

Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Baik dari segi keterampilan atau karakter. Fokus pada kelebihan dan memaksimalkan potensi yang ada dalam diri. Kekurangan bukan menjadi alasan untuk tidak berkembang, melainkan menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk mengatasi perasaan rendah diri, pahami bahwa hidup tidak bisa diukur dari kesuksesan finansial maupun karir saja, namun masih banyak faktor lainnya.

Apabila masih belum sadar dengan kelebihan diri sendiri maka perlu melakukan refleksi atau bertanya dengan orang lain. Salah satu cara menghilangkan insecure adalah dengan memiliki self awareness yang berfungsi menjadi aspek penting untuk mengembangkan kelebihan diri.

2. Pahami perbedaan individu

Manusia diseluruh dunia memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing. Antar individu tidak bisa dibandingkan karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda.

Contohnya yaitu tokoh-tokoh hebat di Indonesia bernama Rudy yang terdiri dari Rudy Hartono, Rudy Hadisuwarno, Rudy Habibie, Rudy Salam & Rudy Choiruddin. Mereka yaitu atlet bulu tangkis, ahli penata rambut, scientist, aktor dan ahli masak. Mereka memiliki nama yang sama tetapi mempunyai kelebihan yang berbeda dan sukses dibidangnya masing-masing.

Ketika fokus pada kelebihan diri, maka akan kemampuan akan terus terasah dan menjadi semakin ahli. Jadi, tidak perlu membandingkan satu sama lain karena perbedaan tidak bisa dibandingkan.

3. Ubah persepsi kesuksesan

Kita sering melihat kesuksesan orang lain dari hal objektif, terstandar dan terukur. Seperti gaji, tempat kerja, jabatan dan lain-lain. Padahal, kesuksesan tidak hanya hal objektif melainkan subjektif. Teralalu sering membandingkan diri dengan orang lain merupakan sumber dari overthinking, sesuatu yang bisa membuatmu tidak bahagia.

Kesuksesan subjektif merupakan hal yang bersifat relatif. Orang yang sukses dilihat dari kebahagiaan kerja, kepuasan hidup, kebermaknaan dan lain-lain. Namun sayangnya, hal tersebut tidak terlihat secara nyata.

Orang-orang lebih mudah untuk melihat pencapaian objektif dan melupakan hal subjektif. Seseorang yang memiliki jabatan tinggi dan harta melimpah belum tentu mengalami kebahagiaan dalam hidup. Jadi, tidak perlu membandingkan dengan orang lain karena banyak aspek yang tidak diketahui.

Belum memiliki pasangan juga sebaiknya tidak menjadi sumber insekuritas. Kamu tetap bisa bahagia tanpa pacar jika memiliki mindset yang tepat dalam memandang hidup.

4. Membuat rencana dengan detail

Seperti penjelasan di atas, insecure terjadi karena takut dengan tujuan masa depan dan sesuatu hal yang tidak pasti. Mengatasi hal tersebut, baiknya membuat rencana secara makro kemudian membuat rencana-rencana kecil. Selain itu, buat lah plan B atau plan C agar lebih siap menghadapi kendala-kendala.

5. Apresiasi setiap langkah

Saat rencana sudah dirancang dengan baik ternyata realita tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala-kendala dalam hidup untuk mencapai kesuksesan.

Untuk menghilangkan rasa insecure terhadap diri sendiri, ketika merasa down lihatlah ke belakang untuk apresiasi setiap langkah kecil yang sudah dilalui. Saat mendapat pujian, diri kita akan terpicu untuk kembali bangkit dan semangat meraih cita-cita.

6. Belajar dari kesuksesan orang lain

Melihat orang lain sukses akan ada dua respons yaitu insecure atau termotivasi. Kesuksesan orang lain lebih baik dijadikan dorongan untuk terus maju. Pengalaman dari orang sukses bisa dijadikan pembelajaran.

Berpikir lah seperti ini:

“Kalau dia bisa, berarti aku bisa juga dong.”

“Dia aja mengalami down berkali-kali tapi bisa bangkit, aku juga bisa dong”

Manusia memiliki mata dan telinga sehingga bisa melihat dan mendengar pencapaian orang lain. Namun perlu diingat bahwa manusia memiliki otak yang mampu untuk mengendalikan pikiran kita untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Saat pikiran dalam dikontrol maka perasaan insecure bisa hilang perlahan-lahan.

References

Vornanen, R., Torronen, M., & Niemela, P. (2009). Insecurity of young people: The meaning of insecurity as defined by 13-17 yeard-old Finns. Young, 399-419.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *