Sudah hal yang umum seseorang bekerja untuk memperoleh uang sehingga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Begitu sebaliknya sebuah organisasi perlu mencapai tujuan maka membutuhkan karyawan maka organisasi wajib memberikan upah pada karyawannya sebagai bentuk apresiasi.

Memberikan uang adalah cara yang mudah untuk mendorong orang melakukan suatu pekerjaan. Apakah betul uang mempengaruhi motivasi untuk bekerja? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Apakah Uang Berperan Meningkatkan Motivasi Kerja?

Motivasi adalah sebuah proses di dalam diri yang berkaitan dengan intensi, arah, kegigihan seseorang dalam meraih sebuah tujuan (Robbins & Judge, 2013). Motivasi menjadi sumber agar seseorang tergerak untuk bekerja. Apabila pekerja memiliki motivasi yang tinggi maka akan memberikan kinerja yang maksimal.

Ketika melihat besaran rupiah yang akan diterima, orang akan cenderung tertarik melakukan sesuatu. Namun pada kenyataannya, gaji tidak mempengaruhi seseorang untuk lebih engage dengan pekerjaannya. Survey yang dilakukan oleh Gallup menunjukkan bahwa pekerja yang tidak engage dengan pekerjaannya berasal dari berbagai kategori pendapatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Judge dkk (2010) menunjukkan bahwa jumlah gaji hanya berkaitan sedikit dengan kepuasan kerja. Artinya, dalam satu perusahaan tidak ada perbedaan kebahagiaan antara karyawan dengan gaji yang lebih banyak dengan karyawan yang menerima lebih sedikit.

Gaji sebagai faktor eksternal mampu meningkatkan motivasi internal seseorang. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Chandler dkk (2009) membuktikan bahwa gaji yang lebih tinggi berkaitan dengan motivasi internal. Saat seorang pekerja menerima sejumlah gaji yang tinggi, maka motivasi dalam diri pun ikut meningkat. Jadi, salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi internal seseorang adalah gaji.

Apakah Gaji Penting untuk Meningkatkan Motivasi?

Penjelasan di atas mengatakan bahwa gaji tidak berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan. Namun, bukan berarti gaji hal yang tidak penting.

Psikolog Amerika bersama Herzberg menuliskan konsep motivasi yang umum digunakan di tempat kerja. Teori tersebut yaitu The Two Factor Theory atau Herzberg’s motivation hygiene theory. Dalam teori ini motivasi dipengaruhi oleh motivation dan hygiene factors (Miner, 2005).

Motivation factor yaitu berhubungan dengan kepuasan dan berpengaruh pada kepuasan dan motivasi kerja dalam rentang waktu tertentu. Faktor-faktor ini bersifat intrinsik seperti prestasi, rasa tanggung jawab, peningkatan diri, pengakuan, peluang untuk berkembang dan rasa berharga.

Hygiene factor atau disebut faktor ketidakpuasan yaitu faktor-faktor yang tidak menjamin kepuasan atau motivasi kerja dalam jangka waktu namun jika faktor ini hilang menyebabkan ketidakpuasan. Contoh hygiene factor yaitu kebijakan perusahaan, kontrol, relasi dengan atasan dan rekan kerja serta gaji. Hygiene factor bisa disebut sebagai faktor eksternal.

Motivation dan hygine factors dua hal yang saling berpengaruh dan keduanya perlu ada untuk memotivasi karyawan. Dua faktor tersebut saling berkaitan sehingga keduanya dapat dikombinasikan menjadi sebuah matriks seperti pada gambar 1.

matriks motivation dan hygiene factor
Gambar 1 Matriks Motivation & Hygiene Factors

1. Hygiene tinggi dan motivasi tinggi

Kombinasi dua faktor ini adalah kondisi yang ideal. Karyawan memiliki motivasi yang tinggi dan minim keluhan dari karyawan. Pada kondisi ini organisasi bisa mencapai produktivitas yang maksimal.

2. Hygiene rendah dan motivasi tinggi

Karyawan memiliki motivasi namun terdapat banyak keluhan.  Misalnya seorang pekerja memiliki prestasi yang baik namun relasi dengan rekan kerja yang tidak sehat.

3. Hygiene tinggi dan motivasi rendah

Kondisi ini karyawan tetap melakukan pekerjaan karena memperoleh gaji namun ia hanya sekedar menyelesaikan tugas. Tidak memiliki inisiatif.

4. Hyrgine rendah dan motivasi tinggi

Kondisi ini adalah situasi paling buruk. Karyawan tidak termotivasi dan karyawan banyak yang mengeluh. Citra perusahaan menjadi buruk dimata karyawan.

Hygiene dan motivation factors adalah dua hal penting dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Jika organisasi ingin memiliki karyawan dengan motivasi tinggi maka organisasi wajib memperhatikan dua faktor tersebut.

Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Karyawan?

Meningkatkan motivasi karyawan harus dilakukan secara menyeluruh. Organisasi wajib memperhatikan segala aspek dengan memenuhi motivation dan hygiene factors. Berikut contoh penerapan Herzberg’s motivation hygine theory:

1. Motivation factors

Organisasi selain sebagai tempat mencari uang, perlu menjadi tempat untuk berkembang. Pihak organisasi perlu membuat perencanaan karier untuk karyawan. Perencanaan karier dirancang untuk memaksimalkan potensi karyawan dan menyiapkan karyawan untuk naik jabatan.

Karyawan pun tidak akan bosan bekerja dan akan merasa aman karena kariernya tidak akan berhenti di satu posisi serta terdorong untuk memberikan hasil yang terbaik agar meraih posisi baru.

2. Hygiene factors

Organisasi perlu memberikan gaji, insentif, bonus dan tunjangan lain-lainnya sesuai standar. Selain itu, berikan suasana kerja yang nyaman dan saling menghargai. Perhatikan relasi antar rekan kerja sehingga terhindar dari konflik.

Uang bukan satu-satunya cara untuk memotivasi karyawan, namun ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Bekerja pun bukan hanya untuk mencari uang tetapi untuk peningkatan kualitas diri.

Ditambah lagi, kondisi pasar tenaga kerja saat ini sangat ketat dan banyak organisasi yang menawarkan berbagai macam fasilitas dan manfaat. Maka dari itu, organisasi harus pintar dalam memberikan tawaran pada calon pekerja dan membuat strategi agar karyawan tetap bertahan.

References

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *