Image default

Apakah Pasangan Ekstrovert dan Introvert Serasi?

Gebetan kamu ekstorvet tapi kamu introvert? Atau sebaliknya? Lalu, kamu ragu apakah gebetanmu cocok dengan dirimu?

Ekstrovert dan introvert merupakan kepribadian yang saling berlawanan. Kalau dipikir-pikir pasangan yang kepribadiannya bertolak belakang tidak mungkin cocok. Apakah betul demikian? Simak penjelasan berikut ini.

Sekilas Introvert dan Ekstrovert

Tokoh Psikologi terkenal bernama Carl Jung mengatakan bahwa sikap adalah kecenderungan untuk bereaksi atau merespons dalam sebuah stimulus. Setiap orang memiliki dua sikap ekstrovert dan introvert walaupun hanya ada hanya salah satu yang dominan. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang keduanya, untuk penjelasan lengkap bisa kamu simak di artikel ini.

1. Ekstrovert

Ekstrover merupakan individu yang cenderung senang mendapatkan kepuasan dari luar diri sendiri. Ia cenderung menikmati interaksi manusia, antusias, banyak bicara, suka berteman serta memiliki banyak energi untuk berkegiatan dengan banyak orang. Ia senang dengan kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti pesta, kegiatan masyarakat, arisan dan lain-lain.

Kelebihan seorang ekstrovert yaitu memiliki kemampuan bersosialisasi, bekerja dengan tim, berani tampil di depan umum dan mudah berinteraksi dengan banyak orang. Namun, kekurangannya adalah tidak suka bekerja secara independen.

Baca juga ciri ekstrovert jika sedang jatuh cinta.

2. Introvert

Introvert adalah pribadi yang cenderung tertarik pada dirinya sendiri. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dirinya sendiri. Biasanya, orang-orang yang introvert akan sangat selektif terhadap orang lain. Kelebihan seorang introvert adalah mampu refleksi diri, menyendiri dan bisa bekerja secara mandiri.

Pahami bagaimana ciri orang introvert jika mereka sedang jatuh cinta.

Tips Dating Ekstrovert dan Introvert

Berkencan dengan orang yang berbeda kepribadian denganmu memang sungguh menantang. Misalnya kamu berkencan dengan ekstrovert yang lebih suka berinteraksi dengan banyak namun kamu lebih suka bertemu dengan orang lebih sedikit. Meskipun kalian berdua memiliki ketertarikan yang berbeda bukan berarti kamu tidak cocok sama sekali. Berikut beberapa tips untuk pasangan ekstrovert-introvert

1. Menghargai kesenangan pasangan

Individu yang ekstrovert dan introvert memiliki kesenangan yang berbeda. Si ekstrovert senang bertemu banyak orang dan banyak berbicara sedangkan si introvert lebih senang bertemu secara intim dan menjadi pengamat saja. Kamu harus mengetahui, memahami dan menghargai kesenangan pasanganmu.

Kamu si ekstrovert harus memahami apa yang disukai introvert begitu sebaiknya. Misalnya jika pasanganmu membutuhkan me time bukan berarti dia sedang benci kamu, dia hanya butuh waktu untuk dirinya sendiri atau misalnya pasanganmu terlalu banyak bercerita bukan berarti dia menyebalkan. Jadi, jangan tersinggung dengan sikap pasanganmu ya.

2. Komunikasi Efektif

Komunikasi merupakan kunci keberhasilan suatu relasi. Cara melakukan komunikasi efektif yaitu dengan menyampaikan pesan secara asertif. Artinya menyampaikan pesan yang tepat dan jelas tanpa menyinggung perasaan serta menghargai lawan bicara adalah komunikasi asertif.

Kode-kodean, pasang status nyindir pasangan, marah-marah tanpa sebab, sarkas atau memendam perasaan adalah contoh komunikasi yang buruk. Jika kamu diajak pasangan kamu untuk menemani ke acara pernikahan sampaikan dengan jelas alasanmu misalnya “aku gak ikut dulu ya. Aku masih ingin me time di rumah.”

3. Melakukan kegiatan berdua

Quality time adalah kegiatan yang intim dan penting untuk menjaga hubungan. Jika salah satu dari kalian sudah sibuk berkegiatan dengan orang lain atau sudah banyak waktu menghabiskan waktu sendiri maka kalian perlu melakukan kegiatan favorit kalian. Misalnya nonton netflix bersama, masak, jalan-jalan dan lain-lain. Jadi setelah sibuk dengan kegiatan masing-masing, perlu meluangkan waktu bersama pasangan.

4. Jangan mencoba merubah dia

Setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing. Kepribadian adalah suatu hal yang menetap dan tidak bisa diubah. Dalam sebuah hubungan tidak bisa menuntut pasangan untuk berubah sesuai apa yang kamu mau. Saat kamu memutuskan untuk memilih dia sebagai pasangan, maka kamu harus siap menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Kamu harus mencintai dengan tulus apa pun kondisinya.

5. Kompromi

Setelah mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai pasangan, kamu bisa mengetahui titik tengah dari perbedaan tersebut. Misalnya si ekstrovert pengen barbequean sama teman-temannya tapi si introvert tidak nyaman dengan keberadaan banyak orang maka akhirnya tetap melakukan barbeque tapi hanya dengan orang-orang terdekat agar lebih intim.

6. Deal with conflict

Adanya perbedaan kepribadian terkadang memicu perbedaan pendapat hingga menyebabkan konflik. Namun, konflik merupakan hal yang wajar terjadi dalam sebuah hubungan. Hal yang terpenting adalah hadapi permasalahan tersebut dan mencari solusi. Jika sedang mengalami konflik kamu harus menenangkan pikiran terdahulu. Membahas permasalahan harus dengan emosi yang tenang agar komunikasi lebih lancar dan tidak menimbulkan permasalahan baru.

Jika kamu pasangan ekstrovet dan introvet, kamu tidak perlu risau lagi apakah hubungan kalian berdua serasi atau tidak. Ekstrovet dan introvet adalah kepribadian yang saling melengkapi layaknya Yin and Yang. Selama kalian bisa menerima dan menghargai kepribadian pasanganmu, maka kalian hubungan kalian pasti akan langgeng dan bahagia.

References

Feist, J., & Feist, G. J. (2013). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika.

Artikel Terkait

Leave a Comment