Memahami Emosi

Kita tentu pernah mendengar kata emosi atau emosional dan menghubungkannya dengan berbagai sifat manusia atau diri kita sendiri. Kita mengecap orang yang mudah mengekspresikan kemarahan dan kesedihan sebagai orang yang emosional, lalu menghubungkan kematangan emosi seseorang dengan bagaimana orang mengambil keputusan dalam hidup mereka. Kita menilai seseorang dapat dikatakan sudah dewasa atau masih berperilaku seperti anak-anak dengan keputusan yang mereka buat. Namun, apakah pemahaman kita terhadap emosi dan kematangannya sudah tepat? Apa saja karakteristik orang yang sudah memiliki kematangan emosi? Apa faktor-faktor yang memengaruhinya?

American Psychological Association (APA) mendefinisikan emosi dalam psikologi sebagai pola reaksi kompleks yang melibatkan beberapa faktor elemen seperti pengalaman, perilaku, dan fisiologis seseorang untuk menghadapi suatu masalah atau peristiwa di kehidupan mereka.

Ada banyak contoh bentuk emosi diantaranya adalah bahagia, takut, dan rasa malu, Emosi-emosi ini muncul sebagai respon dari bagaimana kita memaknai suatu peristiwa. Contoh, jika kita berada di dalam situasi yang membuat diri kita merasa terancam, emosi takut memiliki peluang yang tinggi untuk muncul; jika kita berada di dalam situasi yang membuat diri kita merasa tidak diterima di lingkungan kita, kemungkinan besar kita akan merasa malu.

Peran Emosi Terhadap Perilaku

Emosi membentuk sebagian besar dari bagaimana kita berperilaku, namun bukan sebagai penyebab utama, melainkan menjadi bentuk dari feedback, antisipasi, dan refleksi terhadap suatu peristiwa yang terjadi (Baumeister et al., 2017). Feedback ini yang merangsang kita untuk menimbang dan membuat pedoman untuk kita berperilaku.

Perilaku bisa diciptakan dengan tujuan untuk menghasilkan atau menghindari perasaan emotional tertentu. Sebagai contoh, kita melarikan diri dari bahaya agar kita tidak merasakan takut dan akhirnya tindakan itu menyelamatkan kita dari bahaya; kita memperbaiki hubungan kita dengan orang-orang yang ada di lingkungan kita agar kita tidak merasakan malu karena dikucilkan.

Selain sebagai pedoman untuk membentuk perilaku yang akan kita ambil, emosi juga menghasilkan respon cepat yang mempengaruhi kognisi seseorang untuk menghasilkan perilaku secara instan. Respon ini juga memicu ingatan tentang hasil emosi terhadap perilaku yang lalu sehingga berguna sebagai pedoman untuk berperilaku pada saat ini. Ada banyak contoh tindakan yang dapat dipilih untuk mengejar atau menghindari suatu emosi tertentu, apa yang memengaruhi kita untuk memilih suatu tindakan? Jawabannya adalah kematangan emosi.

Kematangan Emosi

Menninger (1999) berpendapat bahwa kematangan emosi merupakan kemampuan untuk dapat menghadapi realitas secara konstruktif, kemampuan ini juga meliputi proses perkembangan seseorang untuk terus mengejar kesehatan emosional baik secara intra-fisik maupun intra-personal. Kematangan dari emosi juga diartikan sebagai kemampuan seseorang yang mempunyai kapasitas untuk menunda rasa kepuasan dan mempunyai kemampuan untuk menahan rasa frustasi yang dia rasakan dengan cara merencanakan hal secara jangka panjang dan dapat menahan atau merevisi ekspektasinya menurut situasi yang telah terjadi.

Individu dengan emotional maturity yang baik mempunyai kapasitas untuk membuat penyesuaian dengan dirinya, anggota keluarganya, teman sebayanya, dan masyarakat. Dia juga dapat mengendalikan emosi.Namun, kematangan emosi atau pendewasaan bukan berarti mempunyai semua kapasitas yang telah disebutkan di atas saja, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menikmati semua proses tersebut.

Kematangan emosi mempunyai arti yang berbeda dengan kematangan sosial. Kematangan sosial merupakan kemampuan sosial dan kesadaran sosial bahwa seorang individu telah mencapai umur dimana terdapat norma-norma yang berlaku di kelompok usia tertentu (Saimons et al., 2016). Kedua hal ini memiliki karakteristik yang berbeda.

Karakterisitik Kematangan Emosi

Berdasarkan pengertian-pengertian yang sudah disampaikan di atas, Lamonthe (2020) berpendapat kematangan emosi mempunyai beberapa karakteristik. Diantaranya:

  1. Bertanggung jawab terhadap tindakannya
  2. Dapat menunjukkan empati, dapat meminta maaf secara asertif
  3. Mampu menghadapi kerentanan, mau menerima pertolongan dari orang lain
  4. Mempunyai kapasitas untuk menetapkan batasan bagi dirinya sendiri

Banyak perdebatan mengenai apa saja faktor yang membentuk kematangan emosi serta cara meningkatkan kecerdasan emosi. Perdebatan tentang hubungan antara emotional maturity dan umur (karena umur memengaruhi perkembangan otak) serta bagaimana cara mengukur hal tersebut merupakan topik panas yang terus berlangsung hingga sekarang. Hal ini disebabkan kematangan emosi merupakan hal yang bersifat subjektif dan mempunyai hubungan antara lingkungan tempat dimana seorang individu tinggal dan faktor sosial lain seperti agama, politik, budaya, dan hukum (Steinberg & Cauffman, 1996).

Opini

hubungan kematangan emosi dan umur
Apa korelasinya?

Penulis mempunyai pendapat bahwa kematangan emosi tidak dipengaruhi oleh umur. Melainkan, kematangan emosi seseorang dapat terasah dengan pengalaman-pengalaman hidupnya terutama oleh pengalaman kegagalan dan hal tersebut ditentukan oleh dirinya sendiri. Pengalaman-pengalaman itu lah yang nantinya akan dipicu untuk diingat oleh respon cepat emosi kita sebagai bahan pertimbangan aksi kita kedepannya. Keputusan untuk merespon apakah kita akan mengulangi emosi yang menyenangkan atau menjauhi emosi yang tidak diinginkan sepenuhnya ada di tangan kita masing-masing.

References:

APA Dictionary of Psychology. (2021). Retrieved 9 January 2021, from https://dictionary.apa.org/emotion

Baumeister, R. F., Vohs, K. D., DeWall, C. N., & Zhang, L. (2007). How emotion shapes behavior: feedback, anticipation, and reflection, rather than direct causation. Personality and social psychology review : an official journal of the Society for Personality and Social Psychology, Inc, 11(2), 167–203. https://doi.org/10.1177/1088868307301033

Lamonthe, C. (2020). Are You Emotionally Mature?. Retrieved 9 January 2021, from https://www.healthline.com/health/mental-health/emotional-maturity

Menninger, C.W (1999), Emotional Maturity. New York: Hickman Associates.

Saimons, D., Dutta, M., & Dey, M. (2016). EFFECT OF EMOTIONAL MATURITY ON SELF- CONCEPT OF ADOLESCENTS – A STUDY. International Journal Of Advanced Research, 4(12), 2215-2222. doi: 10.21474/ijar01/2638

Steinberg, L., & Cauffman, E. (1996). Maturity of judgment in adolescence: Psychosocial factors in adolescent decision making. Law and Human Behavior, 20(3), 249–272. doi:10.1007/bf01499023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *