Image default

7 Metode Saintifik Untuk Meningkatkan IQ dalam 30 Hari atau Lebih Cepat!

Tidak ada angka yang lebih sakral dibandingkan IQ. Angka ini dipuja-puja oleh semua orang dan bahkan para orangtua. Tetapi kubu para pecinta IQ dibagi dua, mereka yang mempercayai bahwa IQ bisa meningkat dan kubu yang menganggapnya sebagai angka yang tidak bisa diubah.

Namun, keadaan ini telah diubah oleh penelitian-penelitian terbaru di neurosains. Penasaran dengan cara meningkatkan IQ? Mari kita mulai dari metode pertama oke?

1.  Bermain Catur

Catur adalah game yang telah dimainkan selama berabad-abad oleh manusia. Sebuah permainan yang gampang-gampang susah. Permainan ini akan melatih kemampuanmu dalam menyelesaikan masalah, meningkatkan konsentrasi, dan memberi stimulasi bagi otakmu yang memperkuat corpus callosum.

Bagian ini menjadi jembatan antara kedua sisi otakmu, dan para ahli berspekulasi bahwa ini adalah alasan Albert Einstein sangatlah pintar. Karena dirinya bisa mengakses seluruh otaknya pada saat yang sama dan secara optimal (Bergland, 2013).

Ada sebuah studi menakjubkan dari Venezuela, yang memakai anak-anak sebagai subjeknya menemukan kalau IQ mereka bertambah secara signifikan (tujuh poin) setelah mengikuti kelas catur selama 14 minggu (dirangkum dalam Ferguson, 1995).

Namun, sebuah studi dari Flinders University pada 2003 tidak menemukan hasil yang sama. Melainkan dari murid yang belajar bermain catur akan meningkatkan IQ, mereka menemukan bahwa anak-anak yang sudah bisa bermain pada tingkat yang tinggi juga memiliki IQ yang lebih tinggi (Thompson, 2003).

2.  Lakukan Sprints

Berolahraga dapat membantu menaikkan IQ daripada bermain game online. Bahkan sebuah studi dari Swedia membuktikan bahwa kesehatan kardiovaskular dapat meningkatkan kepintaran verbal sebesar 50% (Aberg et al., 2009).

Maria Aberg, yang memimpin studi ini mengatakan “Peningkatan kesehatan kardiovaskular terasosiasi dengan nilai kognitif yang lebih tinggi. Sedangkan, kekuatan otot memiliki asosiasi yang lemah dengan kecerdasan.

Jadi, kalau ingin lebih pintar dalam verbal, jangan lupa untuk berlari-lari lho.

3.  Konsumsi Creatine

Penelitian oleh University of Sydney menunjukkan bukti bahwa IQ seseorang bisa naik sebanyak 15 poin apabila mengkonsumsi 5g Creatine setiap harinya selama periode 6 minggu (Rae et al., 2003). Pemimpin studi ini, Caroline Rae mengatakan bahwa creatine dapat meningkatkan kekuatan otak karena peningkatan jumlah energi untuk otak.

4.  Mulai Bermeditasi

Berbagai macam studi menemukan bahwa bermeditasi sejenak untuk 20 menit setiap harinya dapat meningkatkan suasana hatimu dan menurunkan tingkat stres (Zeldan et al., 2010). Sebagai bonus, meditasi juga meningkatkan efektifitas saat proses kognitif yang rumit. Hal ini esensial terhadap fluid intelligence dan membantumu menjadi lebih inovatif.

Bayangkan saja mengubah waktumu scrolling gak jelas di Instagram dengan 20 menit bermediasi, mau itu dengan sebuah aplikasi ataupun video untuk membantumu.

Sudah pinter, kalem lagi, kurang menguntungkan apa coba? Kamu juga bisa menggunakan aplikasi meditasi untuk membantumu.

5.  Tidurlah yang cukup

Kalau besok ujian, maka hari ini kita…. Betul sekali, begadang.

Tips yang ini bukan tentang meningkatkan IQ, tetapi lebih ke peningkatan performa kognitif saat kamu ujian. Karena Cambridge Brain Studies (2020) menemukan kalau IQ dan sleep spindles itu stabil, jadi tidak bisa kita kontrol.

Penelitian pada tahun 2007 menemukan bahwa kekurangan tidur tingkat kronis dan sedang mengurangi performa kognitif ada perhatian dan working memory, ingatan jangka panjang, dan pembuatan keputusan (Alhola & Kantola, 2007).

Masih ada kemungkinan kamu bisa mendapatkan nilai yang memuaskan bila begadang, tetapi dengan syarat kamu bisa masih bisa fokus dan ingat materi.

6.  Pelajari Bahasa Baru

Menurut neurosains, mempelajari bahasa yang baru dapat membantu otakmu berkembang. Hal ini disebabkan oleh perbedaan aturan EYD yang digunakan setiap bahasa. Perubahan aturan yang kompleks ini menghasilkan penebalan kortikal, dan meningkatkan volume hipokampus (Mårtensson, 2012).

Intinya, mempelajari baru memaksa otakmu berkembang. Fenomena ini secara tidak langsung membantumu dalam tugas negosiasi, membaca, dan menyelesaikan masalah. Terlebih lagi dengan banyaknya aplikasi gratis maupun kursus berbayar, kamu bisa meningkatkan keseluruhan kecerdasanmu.

7.  Mulai Berlatih Guitar

Sebuah studi dari University of Zurich menunjukkan bahwa belajar memainkan instrumen dapat meningkat IQ baik bagi orang dewasa maupun anak-anak (Jäncke, 2009). Angka-angka ini juga nggak remeh lho! Memainkan music dan menjadi jago dengan instrumen itu dapat menaikkan skor IQ sebanyak 7 poin!

Kesimpulan

Terdapat banyak cara untuk meningkatkan performa otak, meningkatkan IQ dan mencegahnya turun. Dari konsumsi creatine sampai bermain piano, beberapa cara memang memerlukan uang tetapi ada juga solusi yang praktis dan pastinya gratis!

Daripada skeptis karena merasa metode ini mencurigakan, coba saja! Nanti hasilnya boleh banget dikasih tau di kolom komentar artikel ini!

IQ + EQ = Success
Jangan lupakan EQ ya!

Catatan kecil dari penulis:

IQ memang angka yang penting, tapi itu bukanlah segalanya. Ada juga EQ yang mulai diperhatikan oleh perusahaan besar dan start-up, jadi jangan patah semangat ya berapapun IQ kamu.

Tetap jaga kesehatan dan jangan pernah berhenti belajar, semangat yak!

Reference:

Aberg, M. A. I., Pedersen, N. L., Toren, K., Svartengren, M., Backstrand, B., Johnsson, T., … Kuhn, H. G. (2009). Cardiovascular fitness is associated with cognition in young adulthood. Proceedings of the National Academy of Sciences, 106(49), 20906–20911. doi:10.1073/pnas.0905307106

Alhola P., Polo-Kantola P. (2007) Sleep deprivation: Impact on Cognitive Performance. Retrieved 5 Desember 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2656292/

Bergland, C. (2013). EInstein’s Genius Linked to Well-Connected Brain Hemispheres. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-athletes-way/201310/einsteins-genius-linked-well-connected-brain-hemispheres

Ferguson R. (1995). “Chess in Education: Research Summary.” A Review of Key Chess Research Studies. For the Borough of Manhattan Community College Chess in Education ‘A Wise Move’ Conference.

Jäncke, L. (2009). Music drives brain plasticity. F1000 Biology Reports.doi:10.3410/b1-78

Mårtensson, J., Eriksson, J., Bodammer, N. C., Lindgren, M., Johansson, M., Nyberg, L., & Lövdén, M. (2012). Growth of language-related brain areas after foreign language learning. NeuroImage, 63(1), 240–244.doi:10.1016/j.neuroimage.2012.06.043

Rae, C., Digney, A. L., McEwan, S. R., & Bates, T. C. (2003). Oral creatine monohydrate supplementation improves brain performance: a double-blind, placebo-controlled, cross-over trial. Proceedings. Biological sciences, 270(1529), 2147–2150. https://doi.org/10.1098/rspb.2003.2492

The Link Between Sleep and Intelligence | Cambridge Brain Sciences Blog. (2020). Retrieved 5 December 2020, from https://www.cambridgebrainsciences.com/more/articles/the-link-between-sleep-and-intelligence-goes-deeper-than-we-thought

Thompson, M. (2003). Does the playing of chess lead to improved scholastic achievement? Issues In Educational Research, 13(2), 13-26. http://www.iier.org.au/iier13/thompson.html

Too little sleep lowers IQ: report | CBC News. (2020). Retrieved 5 December 2020, from https://www.cbc.ca/news/technology/too-little-sleep-lowers-iq-report-1.168864

Zeidan, F., Johnson, S. K., Diamond, B. J., David, Z., & Goolkasian, P. (2010). Mindfulness meditation improves cognition: Evidence of brief mental training. Consciousness and Cognition, 19(2), 597–605. doi:10.1016/j.concog.2010.03.014

Artikel Terkait

3 comments

Putri Ajeng Nandini Chusnia Februari 8, 2021 at 8:16 AM

Gadang berpengaruh ya

Reply
sabillamhrn Maret 22, 2021 at 5:08 PM

Membaca artikel-artikel di situs Kampus Psikologi jadi meningkatkan wawasan dan pengetahuan ma syaa Allah! Thanks ya kak sangat bermanfaat! Sukses selalu ❤️

Reply
Mahesa Maret 24, 2021 at 12:47 PM

Baca artikelnya kampus psikolog jdi tau metode meningkatkan IQ

Reply

Leave a Comment