Image default

Kenali dan Pahami 5 Macam Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak

Membina rumah tangga merupakan impian sebagian besar manusia, terlebih dengan hadirnya buah hati yang akan meramaikan keluarga. Kelahiran seorang anak baik secara direncanakan maupun tidak, akan melahirkan peran baru di dalam keluarga tersebut orang tua. Perubahan status menjadi orang tua merupakan fase yang penuh tantangan dan memerlukan adaptasi. Hal tersebut dikarenakan individu yang bersangkutan akan memasuki fase menjadi orang tua yang mana ia memiliki besar untuk anak-anak mereka dan tidak akan tergantikan dengan apapun.

Salah satunya adalah peranan orang tua dalam menentukan pola asuh anak mereka. Pengasuhan atau parenting pada umumnya memiliki tujuan yang hampir serupa yakni memastikan kesehatan dan keselamatan anak, menyiapkan anak untuk menjalani kehidupan yang produktif saat dewasa, serta mewariskan nilai-nilai budaya (Kazdin, 2000). Selain itu, pengasuhan juga turut andil dalam pembentukan karakter, sifat, perilaku seorang anak yang nantinya akan dibawa hingga akhir hayat.

Teori Pola Asuh

Sama seperti kepribadian individu, cara mengasuh antara orang tua yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan. Meskipun demikian, cara mengasuh tersebut masih dapat dikelompokan menjadi beberapa tipe pola asuh dengan karakteristiknya masing-masing.

Berdasarkan berbagai teori dan literatur yang ada dalam psikologi anak, terdapat sebuah konsep yang selalu menjadi rujukan dalam membahas tipe pola asuh atau parenting styles. Konsep tersebut dicetuskan oleh Diana Blumberg Baumrind dengan memberikan penjabaran dan pengelompokan setiap tipe pola asuh secara jelas. Tipe pola asuh didefinisikan oleh Baumrind sebagai sikap orang tua terhadap pengasuhan anak serta bagaimana orang tua menerapkannya sebagai upaya untuk mensosialisasikan anak-anak mereka (Estlein, 2016).

Berdasarkan konsep yang Baumrind, pola asuh terdiri atas tiga tipe yakni otoriter, permisif dan otoritatif. Ketiga tipe pola asuh tersebut dilihat dari pola otoritas orang tua terhadap anak, nilai-nilai atau values yang dimiliki orang tua, serta perilaku dari orang tua tersebut. Pada perkembangannya, Maccoby dan Martin dalam Estlein (2016) membedakan tipe pola asuh permisif menjadi dua berdasarkan parental demandingness dan responsivity, yakni indulgent dan neglectful (lalai).

Parental demandingness didefinisikan sebagai sikap serta perilaku orang tua yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sosial seperti keluarga dan aturan budaya kepada anak melalui pendisiplinan dan batasan yang jelas agar anak mematuhinya. Pada aspek parental responsiveness, dukungan dari orang tua semata-mata hanya bertujuan untuk mendorong anak agar mampu mengembangkan kemandirian dan regulasi diri tanpa melibatkan rasa cinta kasih dan pujian.

 Menerima, ResponsifMenolak, Tidak responsif
Mengontrol, MenuntutOtoritatifOtoriter
Tidak mengontrol, Tidak menuntutIndulgentNeglectful
Sumber: Santrock, 2014

5 Macam Pola Asuh Orang Tua

1. Pola asuh otoriter

Tipe pengasuhan otoriter atau authoritarian merupakan sebuah pengasuhan anak di mana orang tua melihat keluarga sebagai sebuah hirarki dan melihat diri mereka sebagai sosok yang berada di puncak hirarki tersebut. Orang tua juga memberikan aturan-aturan sebagai bentuk pengontrolan dan pembatasan dengan harapan anak akan patuh dan tidak melanggar aturan yang ada.

Pada praktiknya, apabila anak tidak mengikuti aturan yang diberikan, orang tua cenderung akan memberikan hukuman. Tidak hanya itu, hubungan antara keduanya juga tidak terjalin dengan baik karena adanya batasan komunikasi verbal. Hal ini salah satunya dikarenakan orang tua dengan tipe pola asuh otoriter cenderung tidak menerima perbedaan atau pertentangan, yang berujung pada sedikitnya penggunaan kalimat yang mendukung anak serta cenderung memberikan respon yang mengecilkan hati.

Penelitian yang dilakukan oleh Lavrič & Naterer (2020) menunjukkan bahwa penerapan tipe pengasuhan otoriter saja tanpa dikombinasikan dengan tipe pengasuhan otoritatif memberikan dampak negatif bagi anak dan terbawa hingga mereka dewasa. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya kepuasan hidup (Lavrič & Naterer, 2020), harga diri yang rendah dan psychological maladjustment atau ketidaksesuaian psikologis yang buruk (Perez-Gramaje dkk., 2019).

2. Pola asuh otoritatif

Secara sederhana, authoritative parenting atau tipe pola asuh otoritatif merupakan tipe pengasuhan yang mengkombinasikan kontrol dan dukungan emosional orang tua terhadap anak dengan seimbang (Estlein, 2016). Komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak juga terbilang baik karena menerapkan komunikasi dua arah yang supportive dan memungkinkan anak untuk melakukan diskusi dengan orang tuanya.

Penerapan pola asuh ini memberikan kesempatan anak untuk mengasah kemandiriannya secara bertanggung jawab sehingga separation anxiety disorder dapat terhindar. Dengan adanya kesempatan untuk matang sesuai usianya, anak dengan tipe pola asuh otoritatif cenderung memiliki karakter yang mandiri, riang, berorientasi pada pencapaian atau achievement-oriented hingga memiliki kontrol diri yang baik (Santrock, 2014).

Lavrič dan Naterer (2020) melalui penelitiannya menemukan bahwa anak pada keluarga yang menerapkan tipe pola asuh otoritatif atau demokratis memberikan dampak positif di masa depan. Dampak positif tersebut berupa adanya kepuasan hidup yang baik ketika anak dengan pola asuh otoritatif ini beranjak dewasa.

Berdasarkan penelitian tersebut, tipe pengasuhan otoritatif juga dapat dikombinasikan dengan pola asuh permisif maupun otoriter untuk mengurangi efek negatif yang dapat muncul dari kedua pola asuh tersebut.

3. Pola asuh Permisif

Tipe pengasuhan permisif berupa pola asuh yang mana orang tua memberikan dorongan agar anak mandiri, dengan memberikan kebebasan dan otoritas sepenuhnya kepada anak, tanpa adanya aturan, kontrol dan hukuman. Orang tua dengan pengasuhan ini melakukan konfrontasi terhadap perilaku yang dilakukan sang anak.

Memberikan kebebasan kepada anak tanpa aturan, kontrol maupun hukuman dapat memberikan efek buruk dalam tumbuh kembang mereka. Berdasarkan literature review dilakukan Becona dkk. (2011) diketahui bahwa pola asuh permisif cenderung membawa dampak seperti meningkatkan risiko gangguan penyalahgunaan obat, ketergantungan  rokok dan minuman beralkohol.

Meskipun demikian, gangguan tersebut tidak sepenuhnya dikarenakan pola asuh permisif dan dapat diperkuat oleh latar belakang budaya yang memungkinkan individu untuk mengkonsumsi rokok hingga menyalahgunakan obat dan alkohol.

4. Pola asuh indulgent

Indulgent parenting merupakan tipe pengasuhan yang dikembangkan oleh Maccoby dan Martin dari pola asuh permisif yang dicetuskan Baumrind. orang tua yang menggunakan pola pengasuhan ini memiliki karakteristik demandingness yang rendah, akan tetapi memiliki aspek responsiveness yang tinggi (Estlein, 2016). Secara general, orang tua memiliki anggapan bahwa dengan memberikan kebebasan melalui pola asuh ini, anak dapat tumbuh dengan baik karena anak tidak terkekang.

Walaupun terlihat membawa dampak positif bagi perkembangan anak, pola asuh indulgent dalam jangka panjang dapat memberikan efek yang tidak diharapkan. Beberapa efek yang muncul pada perilaku anak yakni jarang belajar untuk menghargai orang lain, kontrol diri yang buruk, mendominasi, kesulitan dalam relasi dengan teman sebaya, dan lain sebagainya (Santrock, 2014).

Selain itu, orang dewasa yang diasuh tipe indulgent di masa anak-anak dan remajanya cenderung lebih banyak mengembangkan gejala depresi dan kecemasan serta memiliki kemampuan regulasi emosi yang buruk (Cui dkk., 2019).

5. Pola Asuh Neglectful

Apabila pada pola asuh indulgent orang tua masih terlibat dalam pengasuhan, maka berbeda dengan tipe pola asuh neglectful atau mengabaikan. Tipe pola asuh neglectful ini serupa dengan artinya, yang mana aspek demandingness maupun responsiveness pada orang tua rendah (Estlein, 2016).

Estlein (2016) menggambarkan bahwa orang tua yang menerapkan pola asuh neglectful cenderung memiliki keyakinan bahwa peran mereka sebagai orang tua hanya sebatas untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Kondisi tersebut juga berakibat pada kurangnya perhatian orang tua pada aspek non material, seperti perkembangan emosi, sosial, dan emosional yang juga membutuhkan peran orang tua agar dapat berkembang dengan baik.

Tumbuh dengan tipe pola asuh neglectful memberikan dampak buruk yang cukup besar bagi seorang anak. Penelitian yang dilakukan Perez-Gramaje dkk. (2019) menunjukkan bahwa anak yang diasuh dengan tipe pola asuh tersebut memiliki harga diri yang rendah serta ketidaksesuaian psikologis yang paling parah, sama seperti anak yang diasuh secara otoriter.

Dari segi akademis, pola asuh neglectful memberikan dampak paling buruk dibandingkan tipe pola asuh yang lain (Yang & Zhao, 2020). Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena kurangnnya komunikasi dan sumber belajar menjadikan anak sulit untuk mengembangkan perilaku belajar yang baik.

Demikian 5 tipe pola asuh yang banyak menjadi rujukan di ranah psikologi beserta contoh dan dampak yang mungkin ditimbulkan. Berdasarkan penjelasan tersebut terdapat tipe-tipe pola asuh yang dapat dipertimbangkan ketika di masa depan kita mendapatkan peran sebagai orang tua.

Satu hal yang perlu diingat, bahwa baik dan benarnya praktik pengasuhan kembali lagi pada situasi, nilai dan budaya yang dipegang dan diyakini oleh keluarga. Hal tersebut dikarenakan tidak semua kondisi keluarga sama antara satu dengan yang lain, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam menerapkan salah satu atau mengkombinasikan beberapa tipe pola asuh di atas.

Referensi

Becona, E., Martínez, U., Calafat, A., Juan, M., Fernández Hermida, J., & Secades-Villa, R. (2011). Parental styles and drug use: A review. Drugs: Education Prevention and Policy, 19, 1–10. https://doi.org/10.3109/09687637.2011.631060

Cui, M., Darling, C. A., Coccia, C., Fincham, F. D., & May, R. W. (2019). Indulgent Parenting, Helicopter Parenting, and Well-being of Parents and Emerging Adults. Journal of Child and Family Studies, 28(3), 860–871. https://doi.org/10.1007/s10826-018-01314-3

Estlein, R. (2016). Parenting Styles. Dalam C. L. Shehan (Ed.), Encyclopedia of Family Studies (hlm. 1–3). John Wiley & Sons, Inc. https://doi.org/10.1002/9781119085621.wbefs030

Kazdin, A. E. (Ed.). (2000). Encyclopedia of Psychology. Oxford University Press.

Lavrič, M., & Naterer, A. (2020). The power of authoritative parenting: A cross-national study of effects of exposure to different parenting styles on life satisfaction. Children and Youth Services Review, 116, 105274. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105274

Perez-Gramaje, A. F., Garcia, O. F., Reyes, M., Serra, E., & Garcia, F. (2019). Parenting Styles and Aggressive Adolescents: Relationships with Self-esteem and Personal Maladjustment. European Journal of Psychology Applied to Legal Context, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.5093/ejpalc2020a1

Santrock, J. W. (2014). A Topical Approach to Life-Span Development (7th edition). McGraw-Hill Education.

Yang, J., & Zhao, X. (2020). Parenting styles and children’s academic performance: Evidence from middle schools in China. Children and Youth Services Review, 113, 105017. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105017

Artikel Terkait

Leave a Comment