Image default

13 Psikolog Paling Berpengaruh Di Dunia

Bisa dibilang kalau hampir semua orang yang ingin mengenal psikologi mengetahui Sigmund Freud. Pada artikel ini kita akan memperkenalkan para legenda psikologi paling berpengaruh lainnya, serta beberapa muka baru di antara mereka.

Sebelum memulai, mungkin sedikit himbauan kalau ini urutan ini tidak resmi ya. Hanya opini kami saja. Kita mulai dari para psikolog legenda dan kemudian memperkenalkan beberapa wajah baru.

1. Ivan Pavlov | Behaviorisme

Ivan Pavlov

Beliau lahir di Ryazan, Rusia pada 26 September 1849 dan wafat pada 27 Februari 1936. Gelar sarjananya didapatkan pada 1875 dari universitas St. Petersburg.

Teori Ivan Pavlov yang paling terkenal berawal dari sebuah anjing. Pavlov’s Dog menunjukkan bahwa sebuah hewan bisa dikondisikan untuk melakukan sesuatu. Setelah beberapa waktu, anjing milik Pavlov mengasosiasikan suara lonceng dengan makanan. Karena anjingnya mengharapkan ada makanan saat loncengnya berbunyi, mereka berliur.

Eksperimen ini akan kemudian menjadi fondasi dari teori Classical Conditioning Ivan Pavlov. Meskipun belum sempurna, teorinya akan terus dikembangkan oleh psikolog behaviorisme lainnya seperti B.F. Skinner.

2. B. F. Skinner | Behaviorisme

B. F. Skinner

Burrhus Frederic Skinner lahir pada 20 Maret 1904 dan wafat sekitar tahun 1990. Dia merupakan seorang profesor psikologi di Harvard University dari 1958 dan pensiun pada 1974.

Beliau mencetuskan konsep Operant Conditioning dan Schedule of Inforcement. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan pengembangan yang signifikan dari teori milik Ivan Pavlov. Inti dari konsep milik beliau adalah hukuman. Kita akan bekerja lebih giat apabila akan mendapat sebuah hadiah atau menghindari hukuman.

Beberapa buku yang dipublikasikannya adalah Behavior of Organisms (1938) dan Beyond Freedom and Human Dignity (1971). Bukunya yang pertama berisi hasil penelitiannya menggunakan Skinner’s Box, sedangkan buku Beyond Freedom and Human Dignity mengaitkan hubungan behaviorisme dengan manusia.

3. Alfred Binet | Psikologi Kognitif

Alfred Binet

Alfred Binet merupakan seorang psikolog terkemuka yang lahir pada 1857 di Nice, Prancis dan wafat pada 1911. Saat berumur 15 tahun, beliau sudah menerima beberapa penghargaan atas kemampuan komposisi sastra dan terjemahannya dari sekolah Louis-le-Grand yang prestigius. Beliau sudah mengantongi gelar dalam hukum, tetapi memilih untuk tidak melanjutkan karirnya dalam bidang hukum.

Ketertarikannya dalam psikologi dimulai saat beliau mempelajari buku psikologi di perpustakaan nasional Paris. Dirinya terinspirasi oleh karya Theodule Ribot dan John Stuart Mill.

Alfred Binet kemudian mencetuskan tes intelegensi yang banyak dipakai. Skala intelegensi Binet-Simon dikembangkan dengan mempertimbangkan kemampuan mental seperti perhatian dan ingatan. Awalnya tes ini ditujukan untuk menemukan anak-anak yang memerlukan perhatian akademis tambahan.

Sayangnya, tes ini sempat disalahgunakan oleh para Eugenis untuk menciptakan populasi yang “lebih baik.”

4. Alfred Adler | Psikologi Kepribadian

Alfred Adler

Lahir tanggal 7 Februari 1870 di Viena dan wafat pada 28 Mei 1937. Beliau mendapatkan MD dari University of Vienna pada 1895.

Saat muda beliau menderita rakitis yang membuatnya kesusahan untuk berjalan sampai umurnya dua tahun. Hal ini diduga menuntun kepada Adler mengembangkan istilah Organ Inferiority. Sebuah pandangan kalau seseorang menjadi lebih ”rendah” karena abnormalitas terhadap organ yang dimiliki.

Beliau juga mengembangkan teori Inferiority Complex. Teori ini berpusat pada istilah kompensasi, keinginan untuk mengkompensasi sebuah kelemahan dengan mengembangkan kekuatan lainnya. Sebagai contoh, apabila aku lemah secara fisik, aku akan mengkompensasi dengan menjadi pintar.

5. Carl Jung | Psikologi Kepribadian

Carl Jung

Legenda ini lahir pada 26 Juli 1875 di Kesswil, Switzerland. Beliau lulus dari fakultas kedokteran di University of Basel pada 1900 dan berspesialis di bidang psikiatri. Selama bekerja menjadi asisten di RSJ di Zurich, dia menjadi tertarik dengan kehidupan pasien yang menderita Skizofrenia.

Beliau juga awalnya merupakan seseorang yang mendukung ide Sigmund Freud, tetapi kemudian berpisah karena tidak setuju dengan konsep Freud. Bisa dikatakan kalau ide Carl Jung tetapi berbeda sedikit.

Teori milik Sigmund Freud berpusat kepada keinginan seksual/libido yang mendorong sebuah perilaku untuk kepuasan seksual. Carl Jung melihat libido sebagai sumber energi yang memotivasi berbagai macam tindakan.

Mereka juga berselisih pada sifat ketidaksadaran dan masih banyak lainnya. Freud mengkambing-hitamkan pengalaman saat kecil sebagai penyebab perilaku saat dewasa, sedangkan Carl Jung melihat pengalaman masa lalu sebagai tambahan kepada aspirasi tindakan saat dewasa.

6. Jean Piaget | Perkembangan Kognitif

Jean Piaget

Psikolog dunia ini lahir di Neuchatel, Swiss pada tahun 1896 dan wafat pada tahun 1981.

Gelar Ph.d. beliau didapatkan pada 1918 dari Universitas Neuchatel di bidang biologi/ilmu hewan. Jean Piaget kemudian diangkat sebagai profesor dalam scientific thought di Geneva.

Beliau berkontribusi pada pertumbuhan psikologi perkembangan, reformasi pendidikan, dan psikologi kognitif. Semua itu berkat teori perkembangan kognitif miliknya yang bahkan memberikan Jean Piaget Erasmus Prize.

Teorinya membagi pertumbuhan kognitif menjadi empat periode, menjelaskan pertumbuhan kognitif seseorang dari kecil sampai dewasa. Pengembangannya juga membahas adanya schemata (skema mengenai persepsi terhadap lingkungan).

7. Dan Ariely | Behavioral Economics

Dan Ariely

Beliau lahir pada 1967 di New York dengan sebuah keluarga yang aslinya dari Israel. Kemudian pulang ke Israel dan tumbuh besar di kota Ramat HaSharon bersama keluarganya.

Dan Ariely menerima gelar sarjana psikologi di Tel Aviv University pada 1971, gelar Ph.D. dalam psikologi kognitif berasal dari University of North Carolina. Beliau juga memiliki gelar doktorat di bidang business administration pada 1998.

Behavioral Economic melihat manusia sebagai subyek ekonomi, pilihan dan keputusannya didasarkan oleh kelangkaan. Manusia juga dilihat sebagai subyek yang akan membuat keputusan berdasarkan kepentingan dan ketertarikan mereka sendiri.

Dan Ariely bersama kawan-kawannya mengganti pemikiran ini dengan analisis motivasi manusia yang lebih realistis. Beliau menganalisis berbagai macam ilusi kognitif dan cara kesalahan itu mempengaruhi hidup manusia.

Singkatnya, beliau ingin kita mendesain/membangun dunia edukasi, finansial, legal, dan institusi politik sementara mengingat batasan kognitif kita.

8. Elliot Aronson | Psikologi Sosial

Elliot Aronson

Aronson lahir di Chelsea pada tahun 1932. Mendapatkan gelar sarjananya dari Brandeis University pada tahun 1954 dan gelar master dari Wesleyan University pada tahun 1956. Dia mendapatkan gelar Ph.D. pada 1956 dari Stanford University.

Bukunya yang berjudul “The Social Animal” meyakinkan masyarakat bahwa tindakan yang terlihat tidak masuk akal memiliki alasan yang sangat masuk akal. Beliau juga menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan hal-hal gila tidak selalu gila.

Oh, dia juga menciptakan “The Jigsaw Classroom”. Permainan ini sukses dalam mengurangi konflik antar ras pada anak-anak. Selain itu, permainan ini mempromosikan pembelajaran yang lebih baik, meningkatkan studi pembelajaran, dan membuat para anak lebih menikmati pengalaman belajar mereka. 

9. Albert Bandura | Psikologi Sosial

Albert Bandura

Albert Bandura lahir Mundare, Alberta, Canada pada 1925. Ayahnya merupakan imigran dari Polandia, sedangkan Ibunya berasal dari Ukraina.

Dia menerima gelar sarjana di psikologi pada 1949 dari University of British Columbia, gelar masternya dalam psikologi teoritis didapatkan pada 1951 dari University of IOWA. Beliau mendapatkan Ph.D. di universitas yang sama di bawah sayap Arthur L. Benton.

Pekerjaan Bandura memang lebih diarahkan kepada psikologi sosial, tetapi dia juga meminjam ide dari bidang psikologi yang lain. Beliau diangkat sebagai penemu teori Social Learning (sekarang menjadi teori sosial kognitif).

Beliau juga terkenal karena eksperimen Bobo Doll yang kontroversial pada sekitar tahun 1961. Eksperimen ini menunjukkan perilaku agresif dalam anak-anak yang kemungkinan dipelajari dari orang tua dan lingkungan sekitar mereka.

10. Kent C. Berridge | Biopsikologi

Kent C. Berridge

Kent Berridge lahir pada tahun 1957. Beliau menerima gelar sarjananya pada tahun 1979 dari University of California, dan menerima gelar master pada tahun berikutnya dari University of Pennsylvania. Dia juga mendapatkan gelar Ph.D dari University of Pennsylvania pada tahun 1983.

Pekerjaan beliau memiliki hubungan yang dekat dengan neurosains. Beliau meneliti korelasi neural dari keadaan afektif manusia saat sadar (senang, sedih, depresi) serta perilaku saat belajar, membuat keputusan, dan kegiatan yang serupa.

Beliau beserta labnya menyelidiki keadaan afektif manusia saat sadar yang muncul pada otak. Keadaan yang diteliti termasuk gairah, selera, emosi, keinginan, dan affective valence (skala subjektif dari positif ke negatif berdasarkan keadaan afektif yang sering muncul).

Pekerjaannya juga mempertanyakan basis neural dari pembelajaran, penyebab adiksi, relasi neurobiologis antara keinginan dan ketakutan, dan permasalahan komplex lainnya.

11. Endel Tulving | Psikologi Kognitif , Biopsikologi

Endel Tulving

Beliau lahir di kota Pechory, Russia pada tahun 1927. Orangtuanya melarikan diri dari kedatangan tenaga militer Rusia (The Red Army/Krasnaya Armiya) ke Jerman.

Pada tahun 1949 Endel Tulving pindah ke Canada dan menjadi penduduk tetap. Di tahun yang sama beliau juga menerima gelar sarjana dan gelar master dalam psikologi dari University of Toronto. Endel Tulving akan kemudian menerima gelar Ph.D. dalam psikologi eksperimental pada tahun 1957 dari Harvard University.

Beliau sangat terkenal karena pengembangan teoritis mengenai ingatan episodic dan semantik. Ingatan episodic adalah kemampuan mengingat kejadian masa lalu, wajah, tempat, objek, dan hal-hal lainnya yang tidak asing. Sedangkan ingatan semantic adalah kemampuan untuk mengingat nama, tanggal, arti dari kata, dan lain-lainnya.

Singkatnya, ingatan episodik berfokus pada peristiwa. Sedangkan ingatan semantik berfokus pada pengetahuan mendasar.

12. Michael I. Posner | Psikologi Kognitif

Michael I. Posner

Michael Posner lahir di Cincinnati, Ohio pada tahun 1935. Beliau menerima gelar sarjana pada tahun 1957 dan diikuti gelar master di bidang psikologi pada tahun 1959, kedua gelar ini didapatkan dari University of Washington. Tiga tahun kemudian, dia menerima gelar Ph.D. di psikologi dari University of Michigan.

Fokus dari kerja beliau adalah psikologi dan neurobiologi dari perhatian. Beliau mengembangkan beberapa teknik dan protokol yang penting. Dia mengembangkan electrooculography (EOG) yang melacak gerakan mata menggunakan electroda disekitar mata.

EOG ini akan kemudian dipakai berdampingan dengan sebuah bagan visual yang secara khusus dikembangkan untuk The Posner cueing task. Hasil dari ujian Posner bisa dipakai dalam berbagai situasi seperti; menguji kecepatan reaksi, mendeteksi kurangnya tingkat perhatian pada subjek yang mengalami kerusakan pada otak, dan lain-lain.

13. Aaron T. Beck | Psikologi Kepribadian

Aaron T. Beck

Beliau lahir di Providence, Rhode Island pada 1921. Orangtuanya adalah imigran yahudi dari Rusia yang pergi ke Amerika Serikat. Dia mendapatkan gelar sarjana magna cum laude pada 1942 dari Brown University, sedangkan gelar MD (Doctor of Medicine) didapatkan dari Yale Medical School.

Pekerjaan Beck berpusat pada diagnosa dan penanganan depresi, kecemasan, dan fobia. Namun, beliau sangat terkenal karena pendekatan kognitifnya untuk depresi. Pendekatannya kemudian menjadi CBT, standar internasional untuk penanganan depresi.

Pengembangan pendekatan kognitif milik Aaron Beck muncul di era yang didominasi dengan ide milik Sigmund Freud, yaitu respresi seksual. Momen eureka Aaron Beck muncul setelah bekerja dengan pasiennya, dia mempercayai bahwa pandangan mereka atas realita sudah rusak dan bercampur-aduk.

Ketidakmampuan mereka untuk memahami realita menjadi akar dari kesengsaraan psikologis mereka.

Penutup:

Itulah 13 Psikolog legendaris yang berpengaruh kepada ilmu psikologi saat ini. Tidak bisa disangkal kalau karya mereka telah membantu perkembangan dunia ini dan memiliki kualitas yang tinggi.

Namun, kita masih bisa menambahkan dan menjelajahi psikologi berdasarkan teori mereka.

Kita harus selalu berinovasi meskipun berdiri di pundak para raksasa.

Referensi:

Alfred Binet. (n.d). Famous Scientists. https://www.famousscientists.org/alfred-binet/

Cherry K. (27 Maret 2020). Ivan Pavlov and His Discovery of ClassicalConditioning. Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/ivan-pavlov-biography-1849-1936-2795548

Firmansyah G. (03 Desember 2019). Selain Sigmund Freud, 7 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Psikologi. IDNTIMES. https://www.idntimes.com/science/discovery/ganjar-firmansyah/tokoh-paling-berpengaruh-di-dunia-psikologi-c1c2/7

McLeod, S. A. (2018, May 21). Carl jung. Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/carl-jung.htm

TBS Staff. (21 September 2020). The 50 Most Influential Living Psychologists in the World. TheBestSchools. https://thebestschools.org/features/most-influential-psychologists-world/

Artikel Terkait

Leave a Comment